You are on page 1of 23

ASUHAN

KEPERAWATAN PADA
PASIEN
HIDROCHEPALUS
Kelompok 1
Tingkat II C
■ Alderia Mya Pradita P1337420215083
■ Bening Nurezki Karisma P1337420215085
■ Dicky Syarif Hidayat P1337420215089
■ Bellia Rahma Agnestasia P1337420215100
■ Annisa Anjar Larassati P1337420215101
■ Purnomo Ardi Wibowo P1337420215102
■ Alfunanto Dlifa Puji Darma P1337420215107
Pengertian
■ Hidrosefalus adalah akumulasi cairan serebro spinal dalam
ventrikelserebral, ruang subarachnoid atau ruang subdural (Suriadi
dan Yuliani, 2001).

■ Hidrosefalus merupakan keadaan patologis otak yang mengakibatkan


bertmbahnya cairan serebro spinalis tanpa atau pernah dengan
tekanan intracranial yang meninggi sehingga terdapat pelebaran
ruangan tempat mengalirnya cairan serebro spinal (Ngastiyah,2007).
Jenis-Jenis Hidrosefalus
■ 1. Menurut waktu pembentukan
■ Hidrosefalus Congenital, yaitu Hidrosefalus yang dialami sejak dalam
kandungan dan berlanjut setelah dilahirkan.
■ Hidrosefalus Akuisita, yaitu Hidrosefalus yang terjadi setelah bayi dilahirkan
atau terjadi karena faktor lain setelah bayi dilahirkan (Harsono,2006).
■ 2. Menurut Proses Terbentuknya
■ Hidrosefalus Akut, yaitu Hidrosefalus yang tejadi secara mendadak yang
diakibatkan oleh gangguan absorbsi CSS (Cairan Serebrospinal).
■ Hidrosefalus Kronik, yaitu Hidrosefalus yang terjadi setelah cairan CSS
mengalami obstruksi beberapa minggu (Anonim,2007).
Lanjutan....
■ 3. Menurut sirkulasi cairan cerebrospinal
■ Communicating, yaitu kondisi Hidrosefalus dimana CSS masih bisa keluar dari
ventrikel namun alirannya tersumbat setelah itu.
■ Non Communicating, yaitu kondis Hidrosefalus dimana sumbatan aliran CSS
yang terjadi disalah satu atau lebih jalur sempit yang menghubungkan
ventrikel-ventrikel otak (Anonim, 2003).
■ 4. Menurut Proses Penyakit
■ Acquired, yaitu Hidrosefalus yang disebabkan oleh infeksi yangmengenai otak
dan jaringan sekitarnya termasuk selaput pembungkus otak (meninges).
■ Ex-Vacuo, yaitu kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke atau
cederatraumatis yang mungkin menyebabkan penyempitan jaringan otak
atauathrophy (Anonim, 2003).
Etiologi
■ 1. Kongenital :
disebabkan gangguan perkembangan janin dalam rahim,atau infeksi
intrauterine meliputi :
■ Stenosis aquaductus sylvi.
■ Syndrom Dandy-Walker.
■ Kista arakhnoid dan anomali pembuluh darah.
■ 2. Didapat
■ Infeksi
■ Neoplasma
■ Perdarahan
Patofisiologis
Pathway
Manifestasi Klinis
■1. Perubahan di bawah usia 2 tahun
■ Sebelum usia 2 tahun yang lebih menonjol adalah pembesaran
kepala.
■ Ubun-ubun besar melebar, terba tegang/ menonjol dan tidak
berdenyut.
■ Dahi nampak melebar dan kulit kepala tipis, tegap mengkilap
dengan pelebaran vena-vena kulit kepala.
■ Tulang tengkorak tipis dengan sutura masih terbuka lebar cracked
pot sign yakni bunyi seperti pot kembang yang retak pada perkusi.
■ Perubahan pada mata
Lanjutan,,,,

■ 2. Perubahan Hydrochepalus pada anak diatas usia 2


tahun
■ Yang lebih menonjol disini ialah gejala-gejala peninggian tekanan intra kranial
oleh karena pada usia ini ubun-ubun sudah tertutup.
Komplikasi
■ Peningkatan tekanan intrakranial
■ Kerusakan otak
■ Infeksi, seperti septikemia, endokarditis, infeksiluka,
nefritis, meningitis, ventrikulitis, dan abes otak.
■ Shunt tidak berfungsi dengan baik akibat obstruksi
mekanik
■ Hematomi subdural, peritonitis, adses abdomen, perporasi
organ dalam rongga abdomen, fistula, hernia, dan ileus
■ Kematian.
Pemeriksaan Penunjang

■ 1. Pemeriksaan Fisik.
■ 2. Pemeriksaan Darah.
■ 3. Pemeriksaan cerebrospinal.
■ 4. Pemeriksaan radiologi :
■ X-foto kepala: tampak kranium yang membesar atau sutura yang
melebar.
■ USG kepala: dilakukan bila ubun-ubun besar belum menutup.
■ CT Scan kepala: untuk mengetahui adanya pelebaran ventrikel dan
sekaligus mengevaluasi struktur-struktur intraserebral lainnya
Penatalaksanaan Medis

■Pencegahan
■Terapi Medikamentosa
■Pembedahan
■Terapi
Lanjutan terapi....
Pada dasarnya ada 3 prinsip dalam pengobatan
hidrosefalus, yaitu :
■ Mengurangi produksi CSS
■ Mempengaruhi hubungan antara tempat produksi CSS dengan tempat
absorbsi
■ Pengeluaran likuor ( CSS ) kedalam organ ekstrakranial.
Penangananan hidrosepalus juga dapat dibagi menjadi
■ Penanganan sementara
■ Penanganan alternatif
■ Operasi pemasangan “ pintas “ ( shunting )
Daftar Pustaka

■ Brunner & Suddart.(2002).Buku ajar keperawatan medikal bedah. EGC :


Jakarta.
■ Nanda. (2012). Panduan diagnosa keperawatan 2012-2014. Jakarta:
Prima Medika.
■ Nursalam. (2005). Asuhan keperawatan bayi dan anak (untuk perawat
dan bidan). Jakarta: Salemba Medika.
■ Riyadi. (2009). Asuhan keperawatan pada anak.Yogyakarta: Graha Ilmu.
Contoh Asuhan Keperawatan

KASUS
Sdr L berjenis kelamin perempuan berusia 9 tahun dibawa kerumah sakit
oleh ibunya Karena Sdr L mengalami panas pada badanya kurang lebih
telah 1 minggu dan juga Sdr L merasakan sakit pada perut dan
kepalanya.
Pengkajian
Identitas Pasien Identitas Penanggung Jawab
■ Nama : An. L ■ Nama : Ny. K
■ Umur ;9 Tahun ■ Umur : 35 Tahun
■ Jenis Kelamin : Perempuan ■ Jenis Kelamin : Perempuan
■ Alamat Sumbang, Rt 02/ Rw 03 ■ Alamat : Sumbang Rt
■ Agama : Islam 02 /Rw 03
■ Pendidikan : SD ■ Hubungan dengan Pasien : Ibu Pasien
■ Pekerjaan : Siswa
■ Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
■ Tanggal Masuk RS : 10 Agustus 2016
■ No.Rm : 00254312
■ Diagnosa Medis : Hidrochepalus
Riwayat Kesehatan pasien
1. Keluhan utama
■ Ibu pasien mengatakan badannya panas sudah kurang lebih satu minngu.
2. Keluhan tambahan
■ Ibu pasien mengatakan perut dan kepalanya sakit.
3. Riwayat penyakit sekarang
■ Ibu pasien datang dari IGD dengan demam satu minggu, mengeluh nyeri perut dan kepala.
4. Riwayat penyakit dahulu
■ Ibu pasien pernah mengalami penurunan kesadaran.
5. Riwayat penyakit keluarga
■ Ibu pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit keturunan.
Pola Fungsional Gordon
1. Pola Presepsi dan Manajemen Kesehatan
■ Ds : ibu Pasien mengatakan kesehatan itu penting dan jika ada anggota
keluarga yang sakit akan di bawa ke tempat pelayanan kesehatan.
■ Do : pasien di bawa ke rumah sakit saat sakit.
2. Pola Nutrisi
■ Ds : ibu pasien mengatakan tidak ada gangguan makan, saat,sebelum dan
setelah sakit.
■ Do : Pasien menghabiskan makan yang disediakan rumah sakit.
3. Pola Eliminasi
■ Ds : ibu Pasien mengatakan BAB dan BAK nya tidak ada masalah.
■ Do : pasien tidak terpasang kateter.
Lanjutan pola....
4. Pola Aktivitas dan Latihan
■ Ds : ibu pasien mengatakan aktifitasnya di bantu oleh keluarga.
■ Do : pasien terlihat di bantu keluarganya saat beraktivitas.
5. Pola Istirahat dan Tidur
■ Ds : ibu pasien mengatakan tidak ada gangguan dalam pola tidur.
■ Do : pasien terlihat segar di pagi hari.
6. Pola Presepsi dan Kognitif
■ Ds : ibu pasien mengatakan tidak ada gangguan pada panca indranya.
■ Do : pasien dapat menanggapi rangsangan dengan baik.
Lanjutan pola....
7. Pola Presepsi dan Konsep Diri
■ Ds : ibu pasien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang.
■ Do : pasien kooporatif saat dilakukan tindakan.
8. Pola Peran dan Hubungan
■ Ds : ibu pasien mengatakan hubungan dengan keluarga baik.
■ Do : pasien terlihat di tunggui oleh keluarganya.
9. Pola Reproduksi
■ Ds : ibu Pasien mengatakan anaknya berjenis kelamin perempuan.
■ Do : jenis kelamin perempuan.
Lanjutan pola....

10. Pola Koping dan Manajemen Stres


■ Ds : ibu pasien mengatakan jika ada masalah dibicarakan oleh keluarga.
■ Do : pasien dibawa dirawat atas persetujuan keluarga.
11. Pola Nilai dan Keyakinan
■ Ds : ibu pasien mengatakan beragama islam.
■ Do : pasien terlihat mengucap basmallah sebelum minum dan ibu tampak
sering berdoa untuk kesembuhan anaknya.