You are on page 1of 11

Asuhan keperawatan metode

primer
Denis mario
Dhea fanisha
Kitti cesaria danuri
Nurdiana sari
Rizka dwi sulistia
M rezky aryadie
Wildan alfinita kirana
Yandini prafitri
Definisi
Metode penugasan di mana satu orang perawat
bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap
asuhan keperawatan pasien mulai dari pasien masuk
sampai keluar rumah sakit. Mendorong praktik
kemandirian perawat, ada kejelasan antara pembuat
rencana asuhan dan pelaksana. Metode primer ini
ditandai dengan adanya keterkaitan kuat dan terus-
menerus antara pasien dan perawat yang ditugaskan
untuk merencanakan, melakukan, dan koordinasi
asuhan keperawatan selama pasien dirawat.
(Nursalam.2014.Buku manajemen
keperawatan.Jakarta:Salemba medika)
Lanjutan definisi
Pengorganisasian pelayanan/asuhan keperawatan
yang dilakukan oleh satu orang registered nurse
sebagai perawat primer yang bertanggung jawab
dalam asuhan keperawatan selama 24 jam terhadap
klien yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari
masuk sampai pulang dari rumah sakit. Apabila
perawat primer/utama libur atau cuti tanggung jawab
dalam asuhan keperawatan klien diserahkan pada
teman kerjanya yang satu level atau satu tingkat
pengalaman dan keterampilannya (associate nurse).
Sistem asuhan keperawatan primer
Kelebihan dan keuntungan

a. Bersifat kontinuitas dan komprehensif.


b. Perawat primer mendapatkan akuntabilitas yang tinggi
terhadap hasil, dan memungkinkan pengembangan diri.
c. Keuntungan antara lain terhadap pasien, perawat, dokter,
dan rumah sakit.
Keuntungan yang dirasakan adalah pasien merasa
dimanusiawikan karena terpenuhinya kebutuhan secara
individu. Selain itu, asuhan yang diberikan bermutu tinggi,
dan tercapai pelayanan yang efektif terhadap pengobatan,
dukungan, proteksi, informasi, dan advokasi. Dokter juga
merasakan kepuasan dengan model primer karena
senantiasa mendapatkan informasi tentang kondisi pasien
yang selalu diperbarui dan komprehensif.
Kelemahan
Kelemahannya adalah hanya dapat dilakukan
oleh perawat yang memiliki pengalaman dan
pengetahuan yang memadai dengan kriteria
asertif, self direction, kemampuan mengambil
keputusan yang tepat, menguasai keperawatan
klinis, penuh pertimbangan, serta mampu
berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu.
Konsep dasar metode primer
a. Ada tanggung jawab dan tanggung gugat.
b. Ada otonomi.
c. Ketertiban pasien dan keluarga.
Tugas perawat primer
a. Mengkaji kebutuhan pasien secara komprehensif.
b. Membuat tujuan dan rencana keperawatan.
c. Melaksanakan rencana yang telah dibuat selama ia dinas.
d. Mengomunikasikan dan mengoordinasikan pelayanan
yang diberikan oleh disiplin lain maupun perawat lain.
e. Mengevaluasi keberhasilan yang dicapai.
f. Menerima dan menyesuaikan rencana.
g. Menyiapkan penyuluhan untuk pulang.
h. Melakukan rujukan kepada pekerja sosial, kontak dengan
lembaga sosial di masyarakat.
i. Membuat jadwal perjanjian klinis.
j. Mengadakan kunjungan rumah.
Peran kepala ruang/bangsal dalam
metode primer
a. Sebagai konsultan dan pengendalian mutu
perawat primer.
b. Orientasi dan merencanakan karyawan baru;
c. menyusun jadwal dinas dan memberi penugasan
pada perawat asisten.
d. Evaluasi kerja.
e. Merencanakan/menyelenggarakan pengembangan
staf.
f. Membuat 1–2 pasien untuk model agar dapat
mengenal hambatan yang terjadi.
Ketenagaan metode primer
a. Setiap perawat primer adalah perawat bed side
atau selalu berada dekat dengan pasien.
b. Beban kasus pasien 4–6 orang untuk satu perawat
primer.
c. Penugasan ditentukan oleh kepala bangsal.
d. Perawat primer dibantu oleh perawat profesional
lain maupun nonprofesional sebagai perawat
asisten.