You are on page 1of 8

MINRALOGI OPTIK

OLIVINE DAN KUARSA

Anggota kelompok:
Vilman sidik ( 410017056)
Reza krisnandi (410017057)
Jeime reis lelo da kosta (410017035)
m.Mufti al-baihaki (410017090)
OLIVINE DAN KUARSA (QUARTZ)
KUARSA (QUARTZ)

OLIVINE
Sifat Optis
KUARSA
• Warna absorbsi : Tidak berwarna, seringkali terdiri dari inklusi SiO2
• Bentuk : Kristal prismatik anhedral, butiran dan sebagai penggantian euhedral, intergroup dengan
plagioclase dalam bentuk vermicular (mymerkite), seringkali terdapat sebagai intersertal mineral, pseudomorf
• Relief : Sangat rendah
• Pleokroisme : -
• Indeks bias : n mineral > n. K-balsam
• Belahan : Tidak ada, rhombohedral yang tidak sempurna
• Bias rangkap : Agak lemah, orde-I
• Kembaran : Umum jarang terlihat
• Sudut pemadaman : Paralel dan simetris
• Orientasi optis : Length Slow
• Sumbu optis : Satu (uniaxial)
• Tanda optis : Positif
• Keterangan : Cordierite sering membuat kekeliruan dengan quartz tetapi cordierite biaxial. Quartz adalah
mineral ubiquitous, terdapat dalam berbagai tipe batuan sebagai mineral utama, asesories atau sekunder dan
mineral detrital.
Sifat Optis
• Warna absorbsi : Tidak berwarna Olivine ((Mg,
• Bentuk : Kristal euhedral sampai anhedral
• Relief : Tinggi
Fe)2SiO4)
• Pleokroisme :-
• Indeks bias : n mineral > n. K-balsam
• Belahan : Fracture yang tidak teratur umum.
• Bias rangkap : Kuat, teratas orde ke II
• Kembaran :-
• Sudut pemadaman : Paralel
• Orientasi optis : Length slow
• Sumbu optis : Dua (biaxial)
• Tanda optis : Positif
• Keterangan : Forsterite juga ditemukan dalam banyak meteorit besi-nikel. Bukan hanya sebagai butir
kristal kecil tapi signifikan sebagai ukuran kadang menduduki lebih dari 50% dari volume meteorit.
KUARSA
Genesa mineral Kuarsa, mineral ini mempunyai ukuran yang kecil, ini SiO2
berartimenunjukan bahwa mineral ini paling akhir terbentuk oleh karena
mineral ini tidakmempunyai cukup ruang untuk terbentuk sesudah mineral-
mineral lain terbentuk. Daribentuk mineral yang anhedral dapat diketahui
mineral ini terbentuk paling akhir karenabidang batas mineral dipegaruhi
oleh mineral lain sehingga bidang batasnya hampirtidak terlihat, kemudian
terdapatnya sedikit pecahan pada mineral ini menunjukanbahwa mineral ini
terletak pada di akhir oleh karena itu mineral ini mempunyairesistensi yang
tinggi dan mineral ini terdapat pada batuan beku asam hal inidikarenakan
mineral ini terbentuk di akhir (semakin keatas sifatnya semakin basa
dansemakin kebawah semakin asam).
Keterdapatan, karena kuarsa mineral yang resisten maka keterdapatan
pada batuan sangat umum di jumpai hamper disemua jenis batuan, namun
ada beberapa ciri , ketika adanya mineral plagioklas, kuarsa sangat susah
untuk ada didalam 1batuan.
Olivine ((Mg,
Fe)2SiO4)
• Genesa Olivin
• Kebanyakan olivin ditemukan di permukaan bumi, pada batuan beku yang
berwarna gelap. Mineral ini biasanya mengkristal bersamaan dengan
plagioklas dan piroksen untuk membentuk batu gabro ataupun basalt.
Kedua jenis batuan tersebut merupakan batuan yang paling umum pada
batas lempeng divergen dan pada pusat hotspot lempeng tektonik.
PERBEDAAN MENDASAR

PERBEDAAN MEGASKROPIS:
• Kuarsa memiliki warna yang colerrless-abu-abu, sedangkang olivine gelap
• Keterdapatan kuarsa pada batuan felsic, sedangkan olivine pada batuan basa –
ultra basa
PERBEDAAN MIKROSKOPIS:
• Sama sama tidak memiliki belahan, namun index bias yang berbeda.
• Relief olivine sangat tinggi, kuarsa rendah
• Olivine biasa berbentuk prismatic sedangkan kuarsa tabular
Daftar pustaka

• www.webmineral.com
• 252996961-Optical-Mineralogy-3rd-Ed-Paul-F-Kerr-McGraw-Hill