You are on page 1of 16

ANTISIPATORY GUIDANCE

& PENCEGAHAN INJURY


.
Definisi
► Merupakan bentuk bantuan perawat kepada
orang tua dalam mempertahankan dan
meningkatkan kesehatan melalui upaya
pertahanan nutrisi yang adequat,
pencegahan kecelakaan dan supervisi
kesehatan

(Marlow, 1988)
1. Anak usia 0 – 3 bulan
► Tangan / jari dapat masuk pada
tempat tidur yang longgar atau
kerangka tempat tidur
→ Masukkan selimut diantara kasur dan
sisi tempat tidur

► Mati lemas di atas tempat tidur


→ Tidak menggunakan bantal dan
selimut secara berlebihan
lanjutan
► Jatuh
→ Tidak meninggalkan bayi seorang diri pada tempat yang
tinggi atau tempat duduk bayi
→ Pegang tangan bayi pada setiap waktu, khususnya saat
bayi akan mencapai tempat yang tinggi

► Luka bakar dan luka tergores saat mandi


→ Periksa kembali temperatur air dalam Waskom/bathtub,
hati-hati penggunaan pin yang tajam pada
popok/selimut, lindungi bayi dari sengatan matahari
2. Anak usia 3 – 6 bulan
► Mencapai obyek yang berbahaya
→ Jauhkan dari hal-hal yang berbahaya, seperti
benda panas dll

► Jari kuku yang panjang


→ Orang tua memotong kuku bayi saat tidur

► Jatuh
→ Tempat tidur bayi pada posisi yang paling rendah
3. Anak usia 6 – 9 bulan
► Gelas jatuh dan pecah
→ Gunakan botol atau gelas plastik
► Meningkatnya mobilitas dan dapat
mencapai perlengkapan rumah tangga
→ Letakkan alat-alat rumah tangga yang
berbahaya seperti pembersih lantai yang
dapat menimbulkan keracunan di tempat
yang sulit terjangkau bayi
► Aspirasi makanan
4. Anak usia 9 – 12 bulan
► Mobilitas
anak dan keinginan mencapai obyek
meningkat, jatuh, aspirasi benda kecil, jatuh saat
mandi
→ Potong makanan menjadi bagian yang kecil,
makan sambil duduk, berikan alat makan yang
mudah dipegang, tempatkan uang logam jauh dari
jangkauan anak-anak, ajarkan bayi mengatakan
“panas” pada benda-benda yang panas, tidak
meninggalkan bayi sendiri saat mandi, letakkan air
yang dingin terlebih dahulu sebelum air yang
panas,
5. Toddler ( 1 – 3 tahun )
a. Jalan, lari, memanjat, membuka pintu dan gerbang, dapat melempar
bola dan obyek lain………………. Injuri karena kendaraan/benda
yang bergerak

► Menggunakan sabuk pengaman mobil


► Perhatikan dan awasi bila anak bermain di luar
► Hindari anak bermain dekat parkir
► Perhatikan anak waktu mengendarai sepeda
► Kunci pintu luar jika tidak dapat mengawasi anak secara
langsung
► Ajarkan anak untuk patuh dengan peraturan waktu
menyeberang jalan, seperti lihat kendaraaan/lihat kiri-
kanan
► Gunakan baju warna terang pada malam hari
Lanjutan..
b. Cepat menjangkau ketinggian dengan memanjat dan
melompat / jinjit, mendorong laci dan lemari, tidak tahu
sumber api………..Injuri karena terbakar

► Turunkan panci dan letakkan yang aman setelah


dipakai
► Tempatkan alat-alat listrik di tempat yang aman
► Beri pengaman pada alat-alat yang panas
► Makanan panas dan rokok jauhkan dari anak
► Tekankan bahaya menyalakan api dan ajarkan
apa maksud panas
Lanjutan..
c. Memasukkan obyek dalam mulut, dapat
membuka laci dan lemari, memanjat, tidak dapat
membaca label, tidak mengerti keamanan
diri………………Injuri karena keracunan

► Jauhkan racun dari jangkauan anak


► Beritahukan obat bukan sebagai mainan
► Ajarkan untuk tidak bermain dekat
sampah
► Jangan pindah label dari benda yang
mengandung racun
Lanjut..
d. Dapat membuka pintu, naik turun
kursi…………Injuri karena jatuh

► Pasang teralis jendela


► Gunakan pelindung pintu
► Amati saat anak bermain
Toilet Training
► Merupakan latihan untuk mengontrol
berkemih dan defekasi
► Merupakan tugas perkembangan anak
toddler
► Kemampuan mengontrol sfingter ani,
biasanya dicapai lebih dahulu daripada
sfingter urethra
Persiapan yg dibutuhkan
1. Kesiapan fisik

► Usia telah mencapai 18-24 bulan


► Ada gerakan usus yg reguler
► Kemampuan motorik kasar (jalan, duduk,
jongkok)
► Kemampuan motorik halus (membuka
pakaian)
2. Kesiapan mental

► Dapat mengenali rasa yg datang tiba-tiba


untuk berkemh dan defekasi
► Komunikasi secara verbal dan non verbal
jika merasa ingin berkemih dan defekasi
► Kemampuan kognitif untuk mengikuti
perintah dan meniru perilaku orang lain
3. Kesiapan psikologis

► Mempunyai rasa penasaran/ingin tahu thd


kebiasaan orang dewasa dalam buang air
► Merasa tidak betah dengan kondisi basah
dan adanya benda padat di celana, dan
ingin diganti segera
4. Kesiapan orangtua
► Mengenal kesipan anak untuk berkemih dan
defekasi
► Ada keinginan untuk meluangkan waktu yg
diperlukan untuk latihan berkemih dan
defekasi pada anaknya
► Tidak mengalami konflik/stres keluarga yg
berarti