You are on page 1of 20

KARYA TULIS ILMIAH

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK


DENGAN KEJANG DEMAM DI RUMAH SAKIT
IBU DAN ANAK KASIH FATIMAH
KOTAMOBAGU

Dosen Pembimbing 1 Ns, TISAN MEILY RUNTU,M.Kep


Dosen Pembimbing 2 Hi. YUSUF DETU, S.Kep, Ns

Juanda Datuela (15.101.042)


BAB 4 TINJAUAN KASUS
Pengkajian Keperawatan
Hasil Anamnesis Klien
IDENTITAS KLIEN
1. Inisial : An. L.I
Tanggal Lahir : 1 February 2018
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 7 Bulan 21 Hari.

2. Inisial : An. A.S


Tanggal Lahir : 12 Agustus 2017
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 1 Tahun 2 Bulan
Riwayat Penyakit
1. An. L.I : Keluhan ibu Klien mengatakan panas tinggi disertai kejang.
KL
An. A.S : Klien masuk rs dengan keluhan demam dan disertai kejang
1 x sebelum masuk rumah sakit.

2. An. L.I : Ibu pasien mengatakan anaknya mengalami demam sejak


RPS 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengalami kejang 1x
waktu dirumah kurang lebih 2 menit. anak munta ≥ 4 x berisi susu.
Klien tampak terbaring lemah pucat akral hangat, Terpasang IVFD
cairan KAEN 4A 20 gtt/menitSB: 390C, N: 108x/menit, RR: 30x/menit.
An. A.S : ibu klien mengatakan anak masih demam disertai batuk pilek
dan muntah sebanyak ≥3 x. Ibu bertanya-tanya tentang penyakit Klien
terbaring tampak lemah pucat akral hangat, terpasang IVFD cairan
Ringer lactate 12 gtt/menit SB:38, 9O C N: 118x/menit R: 32x/menit.
Riwayat Penyakit Lanjutan…
3. An. L.I : *Prenatal care: Pemeriksaan kehamilan 4X keluhan selama
RPD
kehamilan tidak ada. *Ante natal care; Tempat melahirkan rumah sakit
jengan jenis kelanin spontan, penolong persalina bidan dan dokter.
*Post natal care: BB lahir 3.2 kg, PB 48 cm.
An. A.S : *Prenatal care: Ibu pasien mengatakan saat hamil ibu pasien
mengalami mual muntah tetapi hanya pada trimester I dan biasanya hanya
pada pagi hari, Ibu mengtakan tidak ada riwayat terkena sinar dan obat
obatan tertentu Pada masa kehamilan ibu klien mengatakan Selama hamil
memeriksakan kehamilannya 3X dipuskesmas/bidan. *Ante natal care:
Tempat melahirkan rumah Bersalin dengan pontan/normal Penolong
kelahiran dibantu oleh bidan dan dukun Ibu klien mengatakan tidak ada
komplikasi saat melahirkan dan tidak ada infeksi selama persalinan *Post
natal care: BB waktu lahir :2,9 kg PB:38 cm Ibu mengtakan waktu lahir tidak
ada kelainan Tidak mempunyai masalah menyusui Klien pernah mengalami
sakit batuk,demam dan diare. Sembuh setelah berobat kepuskesmas.
Riwayat Keluarga

RPK 1. An. L.I : Ibu mengatakan ayah dari anak mengalami batuk
sejak 5 hari lalu dan belum juga sembuh.
2. An. AS : Ibu pasien mengatakan dalam keluarga dulu ada
yang pernah mengalami kejang saat kecil yaitu ayahnya.
Kebiasaan Sehari-hari
1. An. L.I : ibu mengatakan selama sakit anaknya jarang tidur
siang dan susah tidur saat malam hari.
An. A.S : Ibu Mengatakan porsih nasi tak dihabiskan Pasien
minum air putih 1 botol / hari, air teh 1 botol dan susu 1- botol
perhari, dan makan
3x sehari.
2. An. L.I : Sering terbangun malam hari
An. A.S : Pasien susa tidur malam hari
Pola Eliminasi
1. An. L.I : BAB sebelum sakit Ibu klien mengatakan BAB cair
bersampur ampas dan tidak berdarah
An. A.S : BAB sebelum sakit Ibu klien mengatakan BAB cair
bersampur ampas dan tidak berdarah
2. An. LI : BAK sebelum sakit Ibu klien mengatakan BAK 4-7x dalam
sehari
An. A.S : BAK sebelum sakit Ibu klien mengatakan BAK 4-5x
dalam sehari.

Personal Higinene
1. An. L.I : Frekuensi mandi 2x / Hari, Sikat gigi Tidak di temukan
masalah
2. An. A.S : Frekuensi mandi 2x / Hari, Sikat gigi Tidak di temukan
masalah
Hasil Pemeriksaan Laboraturium
RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu

Observasi
Klien 1 Klien 2
(Data Penunjang)
Laboratorium Hasil pemeriksaan Laboratorium Hasil pemeriksaan Laboratorium
ditemukan: ditemukan:
- Hb 10,9 gr/dl (normal 14-18 gr/dl) - Hb 11,8 gr/dl (normal 14-18 gr/dl)
- leukosit 10. 700 /mm3 (normal - Leukosit 10.820/mm3 (normal
5.000-10.000/mm3) 5.00010.000/mm)
- Trombosit 180.000/mm3 (normal - Trombosit 462.000 /mm3 (normal
150.000-400.000/mm3 150.000-400.000/mm3
- Ht 36 % (normal 40-48 %). - Ht 31,4 % (normal 40-48 %).

Terapi Medis - IVFD KAEN 24 gtt/menit (mikro - IVFD RL 12 gtt/m (mikro)


drips) - Ranitidine 0,4 cc /12 jam injk
- Cefotaxin 3 × 200 ijnk - Ceftriaxone 500mg /12jam injk
- Sanmol 3× 0,6 cc - Sanmol 3× 0,6 cc
- Gentamicin 1× 20 j - Ambroxol syr 3x½ cht
- Vometa 3x 0,3 cth - Stesolid 0,5 mg jika kejang
- Stesolid 0,5 mg jika kejang
Masalah Keperawatan (Klien 1An.LI)

1. Hipertermi berhubungan dengan infeksi bakeri


 Data Subyektif : Ibu pasien mengatakan anak demam tingggi. Kejang
1x waktu dirumah kurang lebih 2 menit.
 Data Objektif : (1) Akral teraba hangat (2) Pasien tampak batukdan
tampak secret pada hidung pasien. 3.Tanda-tanda vital : Nadi: 108 x/
menit Suhu: 390C RR: 34 x/menit.
2. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan status
hipermetabolik
 Data Subyektif : (1) Ibu klien mengatakan anak muntah ≥4. (2) Ibu
klien mengtakan porsih makan tidak di habiskan,
 Data Objektif : Mata tampak cekung, Mukosa bibir An. L.I tampak
kering, Keadaan umum tampak lemah, Suhu: 39C, RR:34x/menit Nadi
108x/m
Masalah Keperawatan Lanjutan…

3. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurangnya


informasi
 Ibu mengatakan cemas akan kondisi anaknya saat ini
 Ibu mengatakan tidak mengerti tentang kondisi sakit anak
secara medis
 Ibu tampak cemas dan gelisah
 Ibu tampak antusias mendengarkan penjelasan dari perawat
tentang kondisi
Masalah Keperawatan (Klien 2An.A.S)
1. Hipertermi berhubungan dengan infeksi bakeri
 Data Subyektif : Ibu klien mengatakan anak masih demam ibu klien
mengatakan anak kejang 1x waktu dirumah dengan durasi kurang lebih 1
menit. Batuk dan pilek krang lebih 1 minggu sebelum masuk rumah sakit
 Data Objektif : (1) Terjadi peningkatan suhu tubuh, (2) Klien tampak lemah dan
pucat klien tampak batuk (3) Kulit teraba hangat, Nadi : 108 x/menit RR : 32
x/menit, Suhu : 38,90 C.
2. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan muntah yang
berlebihan
 Data Subyektif : (1) Ibu pasien mengatakan anak muntah sebanyak 3 X berisi
air dan makanan. (2) Ibu pasien mengatakan pasien tidak menghabiskan porsi
makannya.
 Data Objektif : (1) Klien tampak lemah dan pucat (2) klien tampak batuk (3)
Terpasang IVFD cairan Rangel lactate 12 gtt/menit (mikro) (4) Klien tampak
tidak menghabiskan porsi makanannya. Nadi : 108 x/menit RR : 32 x/menit
Suhu : 38,90 C
Masalah Keperawatan Lanjutan…

3. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurangnya


informasi
 Data Subyektif : (1) Ibu bertanya-tanya tentang penyakit
anaknya. (2) Ibu bertanya penyebab kejang pada anaknya
 Data Objektif : Ibu tampak cemas dengan keadaan anak.
BAB 4 PEMBAHASAN

Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada 2 orang pasien


melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian,
menegakkan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi, pada Klien 1 yaitu, An.L.I dan Klien 2 yaitu, An.A.S
yang telah dilakukan pengkajian pada tanggal 26 Agustus 2018 –
02 September 2018, dan telah dilakukan asuhan keperawatan
mulai tanggal 02 – 05 September 2018 di Rumah Sakit Ibu dan
Anak (RSIA) Kasih Fatimah Kotamobagu, yang dapat di uraikan
sebagai berikut
Pengkajian Keperawatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan utama pada An.L.I


yaitu ibu mengatakan panas tinggi disertai kejang. Sedangkan
pada An.A.S ibu mengatakan anaknya demam dan disertai kejang
1x sebelum dibawah kerumah sakit. Saat dilakukan pengkajian
pada An.L.I diadapatkan data Ibu pasien mengatakan anaknya
mengalami demam sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit dan
mengalami kejang 1x waktu dirumah, serta muntah ≥ 4x berisi
susu. Sementara An.A.S didapatkan data ibu mengatakan
anaknya demam disertai batuk pilek dan muntah sebanyak 3x.
Diagnosa Keperawatan

Data klien 1 (An. L.I) Data klien 2 (An.A.S)

Hipertermi berhubungan dengan Hipertermi berhubungan dengan


infeksi bakeri infeksi bakeri

Resiko kekurangan volume cairan Resiko kekurangan volume cairan


berhubungan dengan status berhubungan dengan muntah yang
hipermetabolik berlebihan

Defisiensi pengetahuan Defisiensi pengetahuan


berhubungan dengan kurangnya berhubungan dengan kurangnya
informasi informasi
Intervensi Keperawatan

Perencanaan tindakan keperawatan pada An.L.I didasarkan pada


tujuan intervensi

Implementasi Keperawatan
Implementasi yang dilakukan pada An.L.I selama 4 hari sesuai
dengan intervensi yang sudah direncanakan.
Evaluasi Keperawatan (Klien 1An.L.I)

Selama 4 hari dirumah sakit) dan pada An.A.S (selama 4


hari dirumah sakit) hari pertama dan sampai hari ke-2,
orangtua klien mengatakan panas anak masih panas serta
kulit masih teraba hangat dan. pada hari ke-3 orangtua klien
mengatakan anak sudah tidak panas . Sedangkan pada hari
ke-4 orangtua klien mengatakan anak sudah tidak panas
dan tidak kejang lagi.
Evaluasi Keperawatan (Klien 2An.A.S)

Didapatkan hasil evaluasi data subjektif pada hari pertama ibu


mengatakan anak masih panas, pada hari ke-2 ibu klien mengatakan
anak masih demam dan batuk dan pada hari ke-3 ibu klien mengatakan
anak tidak demam lagi tapi masih batuk dan dahak susah keluar,
sedangkan pada hari ke-4 ibu klien mengatakan anak sudah tidak demam
dan anaknya bisa mengeluarkan dahak. Pada data objektif yang
ditemukan, pengukuran suhu anak pada hari pertama 37,8o C dengan
gejala klien tampak meringis, lemah, kulit teraba hangat dan mukosa bibir
kering. Pada hari kedua klien mengalami batuk, suara napas ronkhi, pola
nafas kusmaul dan RR: 30x /menit. Sedangkan pada hari ketiga tubuh
klien sudah tidak panas dan tampak berkeringat serta pengukuran suhu
tubuh berada pada 37,8o C. Dan kondisi objektif hari ke-4, klien masih
batuk-batuk tapi suara nafas normal serta pola nafas normal. Dari kondisi
tersebut maka masalah teratasi dan intervensi dihentikan pada hari ke-4.
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian asuhan keperawatan pada An.L.I dan An.A.S berjenis
kelamin perempuan. An.L.I berusia 7 bulan 21 hari dan An.A.S berusia 1 tahun 2
bulan. Dirawat dengan diagnosa dengan kejang demam sederhana di Rumah Sakit
Ibu dan Anak (RSIA) Kasih Fatimah Kotamobagu
Saran
 Untuk meningkatkan kualitas perawatan dan sekaligus mewujudkan kualitas
profesionalisme keperawatan, perlu terus menerus menerapakan asuhan
keperawatan sebagai metode pemecahan masalah.
 Perawat harus memiliki pengetahuan yang cukup khususnya tentang kejang
demam, sehinggga dapat mendidik klien dan keluarga untuk mengenal
masalah kejang demam yang diderita serta perawatannya dan dan tindakan
penanganannya.
 Keluarga diharapkan dapat bekerjasama dalam penyembuhan penderita
dengan memberidukungan yang diberikan dalam penanganan klien ndengan
kejang demam
“TERIMAKASIH”

Wasslam…