You are on page 1of 14

Pembinaan

PembinaanKeluarga
KeluargaSakinah
Sakinah
Disusun Oleh Kelompok 9:
Cici Paramida
Cindi Amelia
Eko Prancisko
Rahmawati

Dibina Oleh: Agus Hermawan, M.Pd.I


TAHAPAN MENUJU KELUARGA
TAHAPAN MENUJU KELUARGA
SAKINAH
SAKINAH
Peta konsep
Pacaran/Ta’aru
Pacaran/Ta’aru Khitbah
Khitbah
ff

Menikah
Menikah
&&
Keluarga
Keluarga
SAMAWA
SAMAWA
Pacaran
Suatu hubungan antara dua orang yang berbeda jenis, bukan
Suatu hubungan
mahrom, Salingantara dua orang
menyukai yang
dengan berbedasebagai
anggapan jenis, bukan
mahrom, Saling menyukai
persiapan dengan
sebelum anggapan sebagai
menikah.
persiapan sebelum menikah.

Dalil dan Hadits


“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina
itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang
buruk.” (QS. Al-Isra, 17:32)

“Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya
mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat),
zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka fajri
(kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

Menurut Pandangan Islam


Haram hukumnya perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang mendekati zina.
Hasil Survei Mahasiswa ITS Surabaya dari 300 Pelajar Jenjang SMA, SMK dan MA di Surabaya (2012)
Berpelukan Berciuman
Jalan Berdua Bergandengan
Kencan di tempat sepi Bermesraan di depan umum
Berhubungan seks

9.68%
3.23% 2.15% 38.71%
5.38%

20.43%
20.43%
Dampak-dampak yang
Ditimbulkan

Positif:
1. Pemacu semangat berprestasi
2. Memberi rasa aman, nyaman,
dan terlindungi
Negatif:
3. Melemahkan iman kepada Allah
SWT
4. ‘Melatih’ kemunafikan

5. Menjadikan hidup boros

6. Mengurangi produktivitas dan


kreativitas
7. Menyebabkan terlambatnya
studi
8. Memicu tindak kriminal
Ta’aruf
Berasal dari kata Ta’aarafa, yang artinya
‘berkenalan’ ataupun ‘saling mengenal’.
Definisi
Secara umum upaya sebagian orang untuk mengenal sebagian
yang lain.
Menurut pandangan Islam ‘berkenalan’ dengan sesama muslim
untuk mengikat hubungan
persaudaraan, dengan batas-batas
yang telah ditentukan dalam islam.
Dalil dan Hadist
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari
seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-
bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling kenal mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah
ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat, 49:13)
Khitbah
Pendahuluan “ikatan pernikahan” atau
Pendahuluan
permintaan “ikatanwanita
laki-laki kepada pernikahan” atau
(calon istri)
permintaan laki-laki
untuk kepada wanita (calon istri)
dinikahi.
untuk dinikahi.

Hadist
Rasulullah saw bersabda:
“Nabi Muhammad saw melarang seseorang membeli
barang yang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya,
dan melarang seseorang meminang wanita yang telah
dipinang sampai orang yang meminangnya itu
meninggalkannya atau mengizinkannya.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Fungsi Khitbah
Sebagai cara untuk saling
mengenal
Supaya tidak ada penyesalan
dikemudian hari
Manfaat
Memberikan dorongan untuk segera menikah
Memberikan keyakinan bagi kedua belah pihak untuk
membentuk keluarga samawa
Hikmah
Calon suami memiliki kemantapan hati untuk
membangun rumah tangga
Pengenalan identitas calon istri
Terciptanya suasana saling mencintai dan menyayangi
Menikah &
Keluarga SAMAWA
Pernikahan adalah akad yang memberikan kewenangan
Pernikahan
kepada adalah
seorang pria akad yang
dengan memberikan
seorang kewenangan
wanita yang yang
kepada
bukan mahramnya untuk bergaul secara sah. yang
seorang pria dengan seorang wanita yang
bukan mahramnya untuk bergaul secara sah.

Dalil-dalil
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia
menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri,
agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia
menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran
Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum/30: 21)
Tujuan menikah
 Memperoleh kebahagiaan dan ketentraman
hidup
 Memperoleh keturunan yang sah
 Menjaga kehormatan dan harkat manusia
 Mengikuti sunah Rasulullah saw
 Memenuhi naluri manusia yang asasi

Hikmah Menikah
• Jalan keluar yang paling baik untuk memenuhi kebutuhan
biologis
• Jalan terbaik untuk memuliakan anak, memperbanyak
keturunan, melestarikan hidup manusia, dan memelihara nasab
• Menimbulkan sikap rajin dan sungguh-sungguh dalam bekerja
karena adanya rasa tanggung jawab terhadap kelua rganya
Sakinah ketentraman, kedamaian, kebahagiaan,
ketenangan
Mawaddah cinta atau harapan
Warahmah kasih sayang
“Keluarga yang selalu diberikan ketentraman, kebahagiaan,
kedamaian, selalu penuh dengan cinta dan kasih sayang.”

Doa agar diberikan keluarga sakinah

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami istri-istri


kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)
dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.”
Ciri rumah keluarga sakinah
 Adab menjaga suara dan rahasia
 Mengatur jadual berkaitan dengan menuntut ilmu dan ibadah
 Bersikap sederhana dalam hal makan, minum ataupun gaya
hidup
 Memperhatikan adab bergaul
 Menjauhkan rumah dan anggota keluarga dari hal-hal yang
haram
 Menjalin hubungan sosial
Teladan Keluarga Samawa
Keluarga Imran
Kesabaran Imran dan Istrinya menantikan anak. Maka
Istri Imran bernazar, seandainya ia dikaruniakan Allah itu
laki-laki, sehingga bisa menjadi khadam yang baik di Baitul
Maqdis. Tetapi Allah memberikan ia anak perempuan yaitu
Maryam yang sholeha.

Keluarga Ibrahim
Kesabaran nabi Ibrahim dan istrinya yang mandul
menantikan anak. Hadirlah putra mereka yang dinamakan
Ismail. Tetapi, Allah SWT menguji imannya melalui sebuah
mimpi yang bagi para nabi adalah wahyu.Yaitu untuk
menyembelih anaknya.