You are on page 1of 21

By : Prastika Candra T/ 20110310099

Perceptor : dr Sir Panggung TS , M.SC, Sp.A


Identitas Pasien

 Nama : An AR
 Tanggal lahir : 11/7/2015
 Alamat : Watumalang
 BB : 10,5 kg BBL : 3,2 kg
Keluhan Utama

Kejang dan demam
RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG

 HMRS
Ibu pasien mengatakan anaknya kejang 4x dalam
sehari disertai panas tinggi. Jeda waktu kejang yang
pertama dengan kejang berikutnya + 30 menit . Kejangnya
berlangsung selama kurang dari 5 menit setiap kali kejang.
Ibunya menjelaskan bahwa kejangnya kaku – kaku pada
bagian tangan dan kaki serta matanya melotot. Ibu pasien
mengatakan setelah kejang anak masih tetap sadar, dan
diantara jeda kejang anak juga masih sadar. Ibu, pasien
mengatakan ini merupakan kejang yang pertama kali
dialami oleh anaknya.
1 H- SMRS

 Ibu pasien mengatakan anaknya demam sejak satu
hari SMRS , demam tinggi terus dari pagi hari
kemudian diberi obat penurun panas demamnya
turun dan kemudian demam lagi. Keluhan lainnya
yaitu batuk dan pilek yang muncul bersamaan
dengan demam tinggi yang dialami pasien.
Batuknya jarang dan disertai dahak yang tidak bisa
keluar. Ibu pasien mengatakan anaknya masih mau
makan dan minum namun tidak seperti biasanya.
RPD

 Batuk lama  disangkal
 Demam lama  disangkal
 Kejang sebelumnya  disangkal
RPK

 Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat
kejang dengan demam atau kejang tanpa demam.
Riwayat Pribadi

 Riwayat Antenatal : Ibu pasien mengatakan bahwa selama
kehamilan ibu pasien dalam keadaan sehat , tidak pernah
demam , sakit lama, atau mengonsumsi obat rutin untuk
pengobatan batuk lama, riwayat DM , htt, dan perdarahan
selama kehamilan disangkal. Ibu pasien mengatakan bahwa
asupan gizi nya cukup dan selama kehamilan berat badan ibu
naik + 15 kg dan ibu juga rutin meminum susu untuk ibu hamil
dan rutin periksa kehamilan baik di bidan ataupun di dokter
kandungan sesuai dengan jadwal kontrol kehamilan
 Riwayat Neonatal : BBL : 3200 gr PBL : 50 cm , bayi lahir
dengan spontan dalam usia kehamilan 38 minggu di RS dan
langsung menangis, dengan apgar skor 7/9 , dan air ketuban
jernih.
Data Ibu
BB : 50 kg ( sebelum hamil )
BB : 65 kg ( pada saat usia kehamilan
minggu ke 37 )
TB : 158 cm
Vital sign : dalam batas normal

- Riwayat Imunisasi : Ibu pasien mengatakan bahwa anaknya


mendapatkan imunisasi sesuai dengan jadwal imunisasi sesuai
umurnya.
- Riwayat Pertumbuhan : Pada KMS pasien didapatkan grafik
pertumbuhan sesuai dengan garis pertumbuhannya.
Riwayat Sosial Ekonomi dan
Lingkungan

 Pasien tinggal bersama dengan orang tua dan
neneknya di rumah yang luasnya 150 m2 dengan
ventilasi yang cukup dan kamar mandi sendiri.
 Ayah pasien bekerja sebagai pegawai swasta
sedangkan ibu pasien merupakan Ibu RT.
Pemeriksaan Fisik

 HMRS
Usia : 1 tahun 8 bulan
Bb : 10, 5 kg Bbl : 3,2 kg
Tb :
Lk :
- Status gizi :
Vital sign :
- Nadi : 125 x / menit
- Rr : 30 x / menit
- Suhu : 37.5 derajat celcius
- Kepala : mesocepal
- Mata : CA -/- , sekret dimata -/-
- Mulut : bibir kering -, sianotic - , lidah kotor -
- Leher : nnll membesar –
- THT : laring hiperemis –, discharge - ,tonsil T0-T0
- Thorax
PULMO DEPAN :
I  Simetris kanan kiri , retraksi -
Pal  tidak ada ketinggalan gerak kanan kiri
Per sonor kanan kiri
Aus  SDV +/+ , Rb +/+ ( minimal )
PULMO BELAKANG :
I  Simetris kanan kiri
Pal  Simteris kanan kiri , ketinggalan gerak –
Per  Sonor kanan kiri
Aus  SDV +/+

JANTUNG
I  ictus tak tampak
Pal  Ictus tidak kuat angkat
Perkusi  batas jantung
Aus  Bj I > Bj II tunggal , suara tambahan tidak ada
- Abdomen
I  Cembung
Aus  Bu (+) N
Pal  Organomegali - , turgor kulit < 2 detik
Per  timpani

- Genital :
- Ekstremitas : akral hangat di keempat ekstremitas , petechie –
- Defisit neurologis  -
- Reflek patologis : -
Pemeriksaan Penunjang
 LAB DR

Hb : 11.2 g/dl KIMIA KLINIK :
AL : 5.6 (L) Natrium : 132
Diffcount :
Kalium :4,20
Eosinofil : 0,20 (L)
Basofil : 0,20 Clorida : 103
Netrofil :8.00 (L)
Limfosit : 80.90 (H)
Monosit : 10.70 (H)
Hematokrit : 33 (L)
Feces Rutin : dalam batas normal
Eritrosit : 4,5
MCV : 74
MCH : 25
MCHC : 34
Trombosit : 176
Perawatan H – 1

Pasien selama di RS tidak pernah mengalami kejang
namun pasien masi sedikit demam dan batuk pilek belum
berkurang dan pasien mengelukan belum BAB sejak kemarin.
 Pemeriksaan :
Vital sign : N : 125 x / menit , RR : 30 x / menit , S : 37.5 derajat
celcius
Thoraks : Inspeksi  simetris kanan dan kiri , retraksi –
Palpasi  tidak ada ketinggalan geral
Perkusi  sonor diseluruh lapang paru
Auskultasi  sdv +/+, dan Rb +/+
Abdomen : Cembung , BU (+)
Perawatan H- 2

Pasien tidak kejang , demam Hhari kelima , demam mulai turun , batuk
berdahak dan pilek semakin memberat dan semakin berlendir . Nafsu makan mulai
bertambah namun masih belum bisa BAB. Muncul ruam atau patch eritem di bagian
dada dan punggung pasien. Ruam muncul tiba saat pagi hari. Riwayat alergi sebelumnya
disangkal oleh keluarga pasien. Ruam tidak terasa panas ataupun gatal.

 Pemeriksaan :
Vital sign : N : 122 x / menit , RR : 33 x / menit , S : 37 derajat celcius
Thoraks : Inspeksi  simetris kanan dan kiri , retraksi –
Palpasi  tidak ada ketinggalan geral
Perkusi  sonor diseluruh lapang paru
Auskultasi  sdv +/+, dan Rb +/+
Abdomen : Cembung , BU (+)
Laboratorium DR : AT 236.000
Perawatan H-3

Pasien tidak kejang , demam turun , batuk berdahak dan
pilek agak berkurang sedikit. Nafsu makan mulai bertambah dan
pasien sudah BAB 1x lembek lendir (+) , darah (-). Ruam atau patch
eritem di bagian dada dan punggung pasien sudah mulai berkurang
sedikit.

 Pemeriksaan :
Vital sign : N : 120 x / menit , RR : 28 x / menit , S : 36.7 derajat celcius
Thoraks : Inspeksi  simetris kanan dan kiri , retraksi –
Palpasi  tidak ada ketinggalan geral
Perkusi  sonor diseluruh lapang paru
Auskultasi  sdv +/+, dan Rb +/+
Abdomen : Cembung , BU (+)
Perawatan H IV

Pasien tidak kejang , demam turun , batuk berdahak dan
pilek agak berkurang. Nafsu makan mulai bertambah dan pasien
sudah BAB seperi biasa 1x lembek lendir (-) , darah (-). Ruam atau
patch eritem mulai berkurang.
 Pemeriksaan :
Vital sign : N : 120 x / menit , RR : 28 x / menit , S : 36.5 derajat
celcius
Thoraks : Inspeksi  simetris kanan dan kiri , retraksi –
Palpasi  tidak ada ketinggalan geral
Perkusi  sonor diseluruh lapang paru
Auskultasi  sdv +/+, dan Rb +/+ turun
Abdomen : supel , BU (+)
Tinjauan Pustaka

Bronkhitis

MANIFESTASI KLINIS
infeksi saluran nafas akut
atas , batuk mula-mula
kering setelah 2 atau 3 hari
batuk mulai berdahak dan
menimbulkan suara lendir.

PPENUNJANG
Px mikrobiologis, spesimen
usap tenggorok, sekresi
nasofaring, biasan bronkus
atau sputum, darah, aspirasi
trakea, fungsi pleura atau
aspirasi paru.

DEFINISI  inflamasi
bronkus atau inflamasi pada
saluran nafas yang luas
(trakea dan bronkhi) yang
kebanyakan selalu
berhubungan dengan infeksi
respiratori atas
KEJANG DEMAM
KOMPLEKS