You are on page 1of 14

Nama Kelompok

Bayu Ardian P
Dyah Eva A
Kresna Windyarta
Vitriyani
Analisa Logam Berat
 Pendahuluan
Dalam kimia, sebuah logam (bahasaYunani: Metallon)
adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion
(kation) dan memiliki ikatan logam, dan kadang kala
dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan
elektron. Metal adalah salah satu dari tiga kelompok
unsur yang dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan,
bersama dengan metaloid dan nonlogam. Dalam tabel
periodik, garis diagonal digambar dari boron (B) ke
polonium (Po) membedakan logam dari nonlogam. Unsur
dalam garis ini adalah metaloid, kadang kala disebut
semi-logam unsur di kiri bawah adalah logam unsur
kekanan atas adalah nonlogam.
 Niebor dan Richardson menggunakan istilah logam berat
untuk menggantikan pengelompokan ion-ion logam ke
dalam kelompok biologi dan kimia (bio-kimia).
Pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Logam-logam yang dengan mudah mengalami reaksi kimia
bila bertemu dengan juga dengan unsur oksigen atau disebut
juga dengan oxygen-seeking metal.
2. Logam-logam yang dengan mudah mengalami reaksi kimia
bila bertemu dengan unsur nitrogen dan atau unsur belerang
(sulfur) atau disebut juga nitrogen/sulfur seeking metal.
3. Logam antara atau logam transisi yang memiliki sifat khusus
sebagai logam pengganti (ion pengganti) untuk logam-logam
atau ion-ion logam.
A. Timbal (Pb)
Logam timbal (Pb) merupakan logam yang sangat
populer dan banyak dikenal oleh masyarakat awam.
Hal ini disebabkan banyaknya Pb yang digunakan di
industri dan banyak menimbulkan keracunan pada
makhluk hidup. Dalam pertambangan, logam ini
berbentuk sulfida logam (PbS), yang sering disebut
galena. Kadar Pb yang secara alami dapat ditemukan
dalam bebatuan sekitar 13 mg/kg. Khusus Pb yang
tercampur dengan batu fosfat kadarnya lebih besar
yaitu 100 mg/kg. Dalam air laut kadar Pb lebih
rendah dari dalam air tawar.
 Logam Pb dapat masuk ke dalam tubuh melalui
pernapasan, makanan, minuman. Logam Pb tidak
dibutuhkan oleh manusia sehingga bila makanan
tercemar oleh Pb, tubuh akan mengeluarkannya
sebagian. Sisanya akan terakumulasi pada bagian
tubuh tertentu seperti ginjal, hati, kuku, jaringan
lemak, dan rambut.
 Industri yang perpotensi sebagai sumber
pencemaran Pb adalah semua industri yang
memakai Pb sebagai bahan baku maupun bahan
penolong, misalnya:
1. Industri pengecoran maupun pemurnian.
2. Industri batery.
3. Industri bahan bakar
4. Industri kabel.
5. Industri kimia, yang menggunakan bahan pewarna.
Kerugian yg diakibat oleh pencemaran
Timbal (Pb)
1. Gangguan neurologi.
2. Gangguan terhadap fungsi ginjal .
3. Gangguan terhadap sistem reproduksi .
4. Gangguan terhadap sistem hemopoitik .
5. Gangguan terhadap sistem syaraf .
 B. Kadmium (Cd)
Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang
berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap
pembuluh darah. Jumlah normal kadmium di tanah
berada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700
ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang
diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Menurut
badan dunia FAO/WHO, konsumsi per minggu yang
ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500 μg per orang
atau 7 μg per kg berat badan. . Hal tersebut
memungkinkan kadmium (Cd) merupakan penyebab
penyakit kakurangan zat seng yang karakteristik itu
walaupun sesungguhnya makanannya mengandung cukup
zat seng (Zn).
a) Kandungan kadmium (Cd) dalam darah.
Konsentrasi kadmium yang normal dalam darah
adalah 10 g/l, yaitu pada orang yang tinggal di
daerah dengan udaranya bersih, dimana kandungan
debu kadmiumnya tidak lebih dari 20 g/m3.
b) Kandungan kadmium (Cd) dalam rambut.
Dengan menggunakan autoradiography seluruh
badan sesudah injeksi intravenous 109 Cd (isotop
109) pada tikus, diketahui bahwa kandungan
kadmium didalam rambut dapat digunakan untuk
menentukan berapa besar akumulasi kadmium
dalam seluruh tubuh tikus.
Kerugian yang diakibatkan oleh pencemaran
Kadmium (Cd)
1. Pengaruh logam berat terhadap ginjal.
2. Pengaruh Cd terhadap hipertensi.
3. Pengaruh Cd terhadap kerapuhan tulang.
Gejala akut dan kronis akibat keracunan Cd
( Kadnium).
 Gejala akut :
a. Sesak dada.
b. Kerongkongan kering dan dada terasa sesak (
constriction of chest )
c. Nafas pendek.
d. Nafas terengah-engah , distress dan bisa berkembang
ke arah penyakit radang paru-paru.
e. Sakit kepala dan menggigil.
f. Mungkin dapat diikuti kematian.
 Gejala kronis:
a. Nafas pendek.
b. Kemampuan mencium bau menurun.
c. Berat badan menurun
d. Gigi terasa ngilu dan berwarna kuning keemasan.
 PERCOBAAN PENELITIAN
Alat dan Bahan
a. Alat yang digunakan
• Beaker glass • Tabung reaksi dan raknya • Pipet tetes • Pipet ukur dan bulb •
Saluran gas

b. Bahan yang diperlukan


• Contoh uji berupa air limbah • Asam asetat • Phyrite • Beberapa jenis larutan
asam pekat

Prosedur
a. Mempersiapkan 5 mL contoh uji dalam tabung reaksi
b. Menambahkan beberapa tetes asam asetat hingga tercapai kondisi pH rendah
c. Menambahkan gas melalui saluran yang telah dipersiapkan (gas merupakan hasil
reaksi phyrite dengan larutan asam kuat)
d. Mengamati perubahan yang terjadi
e. Bila timbul endapan hitam berarti contoh uji positif mengandung logam berat

6. Data Pengamatan
Tabel 1
1 Air saluran pembuangan - (negatif logam berat)
2 Air keran - (negatif logam berat)
PEMBAHASAN
 Logam berat merupakan unsur yang memiliki berat valensi
tinggi. Klasifikasi logam berat sendiri kebanyakan berupa
unsur-unsur berikut As, Hg, Pb, Cd dan Cr. Dari 5 unsur
tersebut yang memiliki sifat paling toksik adalah Hg. Pada
perairan alami, Hg hanya terdapat dalam jumlah yang
sedikit. Hg merupakan satu-satunya logam yang berfasa cair
dalam suhu normal. Hg terserap dalam bahan-bahan
partikulat dan mengalami presipitasi. Sumber alami Hg
yang paling umum adalah cinnabar (HgS). apabila masuk
ke tubuh manusia akan terserap dalam usus dan
terakumulasi dalam ginjal dan hati dan dapat
mengakibatkan kerusakan otak. Ion metil merkuri lima
puluh kali lebiih toksik dibandingkan garam-garam merkuri
anorganik lainnya. Senyawa merkuri memiliki masa retensi
lebih lama di dalam tubuh manusia.