You are on page 1of 17

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK DHF

KELOMPOK 5
PENGERTIAN
Dengue hemoragic fever (DHF) adalah penyakit yang
disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh
nyamuk aedes aegepty dan aedes albopictus
(Soegeng Soegijanto, 2012). Penyakit ini bisa
menyerang anak-anak dan orang dewasa.
ETIOLOGI
Virus dengue termasuk genus flavivirus,
keluarga flaviridae. Terdapat 4 serotipe yaitu
DEN – 1, DEN – 2 , DEN – 3, DEN – 4. Infeksi
salah satu serotipe akan menimbulkan
antibody terhadap serotipe yang
bersangkutan, sedangkan antibody yang
terbentuk terhadap serotipe lain sangat
kurang, sehingga tidak dapat memberikan
perlindungan yang memadai terhadap
serotipe lain tersebut.
Tanda dan Gejala
• Demam tinggi selama 5 – 7 hari
• Perdarahan terutama perdarahan dibawah
kulit
• Mual, muntah, nafsu makan menurun
• Nyeri otot tulang sendi, abdomen, ulu hati
• Sakit kepala
• Pembengkakan sekitar mata
• Tanda – tanda renjatan (sianosis, kulit lembab
dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah,
nadi cepat dan lemah)
Klasifikasi
• Derajat I
• Derajat II
• Derajat III
• Derajat IV
Patofisiologi
Virus dengue Kekurangan Ketidakefektfan
masuk ke dalam volume cairan pola nafas
tubuh

Viremia Resiko Nyeri


pendarahan

Ketidak
Hipertermi Syok seimbangan
hipovolemik nutrisi kurang
dari kebutuhan
Penatalaksanaan
• Tirah baring
• Makanan lunak dan diberi minum 1,5 – 2 liter
dalam 24 jam
• Untuk hiperpireksia (suhu diatas 40⁰C) dapat
diberikan kompres
• Berikan antibiotic bila kemungkinan terjadi
infeksi
• Pemasangan infus RL/asering dan pertahankan
selama 12-48 jam setelah renjatan diatasi
• Observasi keadaan umum (tanda – tanda vital)
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan darah lengkap
• Serologi, respon antibody sekunder
• Pada renjatan yang berat, periksa Hb, PVC
berulang kali (setiap jam atau 4-5 jam
apabila sudah menunjukkan tanda
perbaikan), faal hemostasis, FDP, EKG, foto
dada, BUN, creatinine serum.
Konsep Asuhan Keperawatan
Pengkajian
Pengkajian riwayat keperawatan penting untuk mengetahui
klien beresiko mengalami gangguan keseimbangan cairan
dan elektrolit. Pengkajian tersebut meliputi sebagai berikut :
• Asupan cairan dan makanan (oral dan parenteral)
haluaran cairan.
• Tanda dan gejala gangguan keseimbangan cairan dan
elektrolit.
• Proses penyakit yang menyebabkan gangguan
keseimbangan cairan dan elektrolit.
• Pengobatan tertentu yang tengah dijalani yang dapat
menggangu status cairan dan elektrolit.
• Faktor fsikologis (prilaku emosional)
• Pengukuran Klinis
- Berat badan
- Tanda – tanda vital
- Asupan Cairan
- Haluaran Cairan / Kaji Input Output
- Status Hidrasi
- Proses Penyakit
- Riwayat Pengobatan
• Pemeriksaan Fisik
- Integumen
- Kardiovaskular
- Mata
- Neurologi
- Gastrointestinal
• Pemeriksaan Laboratorium
- Pemeriksaan darah lengkap
- Pemeriksaan eletrolit serum
- pH dan berat jenis urine
Diagnosa Keperawatan
Menurut SDKI (2017)
• Hipertermi (D.0130)
• Hipovolemia (D.0023)
• Risiko syok (D.0039)
• Risiko perdarahan (D.0012)
• Pola nafas tidak efektif (D.0005)
Menurut NANDA 2015
• Hipertermia
• Kekurangan volume cairan
• Resiko syok
• Resiko perdarahan
• Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
INTERVENSI
Intervensi dan kreteria hasil yang
digunakan adalah menggunakan
pedoman NIC dan NOC
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Implementasi dan evaluasi sesuai dengan
keadaan pasien.
Contoh Asuhan Keperawatan
Pada Anak Dengan DHF