You are on page 1of 23

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA SISTEM KARDIOVASKULAR DENGAN


ASUHAN
ASUHAN
KEPERAWATAN
KEPERAWATAN
GANGGUAN VASKULAR
PADAPADA
SISTEM
SISTEM
KARDIOVASKULAR
KARDIOVASKULAR
ANEURYSMA DENGAN
DENGAN
GANGGUAN
GANGGUAN
VASKULAR
DAN VASKULAR
ASUHAN KEPERAWATAN
ANEURYSMA
ANEURYSMA
RAYNAUD DESEASE
ASUHAN
PADA
PADA
KEPERAWATAN
SISTEM KARDIOVASKULAR DENGAN
SISTEM DAN DAN
KARDIOVASKULAR DENGAN
GANGGUAN VASKULAR
GANGGUAN VASKULAR Desi Rina
RAYNAUD
RAYNAUD
DESEASE
DESEASE Dinda Ardana
ANEURYSMA
ANEURYSMA
DAN
DAN DESEASE
RAYNAUD
RAYNAUD DESEASE Resty Dwiyanti

STIKep PPNI Jawa Barat


D3 2A
ANEURISMA

Aneurisma adalah pelebaran atau


menggelembungnya dinding
pembuluh darah, biasanya pada
arteri yang terjadi akibat
kelemahan dinding pembuluh
darah karena defek,
penyakit/cedera, sehingga
berbentuk tonjolan.
ETIOLOGI ANEURIMA

Aneurisma dapat disebabkan oleh berbagai faktor:


 Melemahnya struktur dinding pembuluh darah arteri
 Hipertensi
 Aterosklerosis (penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah arteri)
 Bersifat genetik
 Tidak dapat dijelaskan penyebabnya
PATOFOSIOLOGI ANEURISMA

Pada lapisan pembuluh darah terdiri dari 3 lapisan yakni: Tunika intima, media dan adventitia.
Pada aneurisma terjadi penipisan tunika media dan tunika intima mnjadi lebih lastis hal ini
mengakibatkan kelemahan pada pembuluh darah.
Arteri media melemah

Membuat peregangan pada arteri intima dan advertitia
↓→ gangguan rasa
Pelebaran lebih lanjut
↓→ menekan orgasn
Terjadi ruptur
↓→ pendarahan
kematian
MANIFESTASI KLINIK
ANEURISMA

Sering tampak pembengkakan disertai massa yang


berdenyut didaerah tempat aneurisma berada.
Jika aneurisma pecah, akan timbul gejala tekanan darah
rendah, denyut jantung yang cepat serta pusing.
KOMPLIKASI ANEURISMA

 Komplikasi utama berkenaan dengan aneurysma pada toraks adalah


ruptur, yang menyebabkan timbulnya hemoragi dan kemungkinan
kematian.
 Hipertensi berat meningkatkan resiko ruptur.
 Pada aneurysma adbomen komplikasi tambahan berupa emboli perifer
di ekstremitas bawah.
 Pada diseksi aorta komplikasi tambahan berupa gagal ginjal, gagal
jantug, tamponade jantung, sepsis, kelemahan atau paralisis
ekstremitas bawah.
ANEURISMA
Tes diagnostik

 Pemeriksaan radiologis membantu mendefinisikan Penatalaksanaan


lokasi dan memastikan adanya aneurysma dan
ukuran aneurysma.
 Tindakan bedah
 Aortagram memastikan diagnosa anurysma.
 Pemberian obat analgetik
 EKG, enzim jantung dan ekakardiogram dilakukan
untuk mengesampingkan penyakit jantung sebagai
penyebab nyeri dada.
 Angiograpy juga menggunakan pewara khusus
yang disuntikan kedalam aliran darah untuk
membuat dalam dari arteri muncul pada gambar
x-ray. Sebuah angiography menujukan jumlah
kerusakan dan halangan dalam pembuluh darah.
Pencegahan Aneurisma

 Memeriksakan diri  Menjaga kesehatan  Mengelola stress


 Pelajari riwayat  Berhenti merokok  Kenali pemicu stress
kesehatan keluarga  Kurangi asupan dalam hidup
 Kenali gejala minuman beralkohol  Ajukan cuti
aneurysma  Gunakan obat-obatan  Jalani hobi yang
 Ketahui berbagai jenis yang benar membuat santai dan
pemindaian  Makan diet sehat menyehatkan
 Konsultasikan dengan  Berolahraga teratur  Pertimbangkan untuk
doker spesialis  Prhatikan kesehatan bermeditasi
tubuh secara
keseluruhan
ASUHAN KEPERAWATAN
ANEURISMA
PENGKAJIAN

a) Pemeriksaan Fisik :
a) Keadaan umum : Kesadaran, status gizi, TB, BB, suhu, tekanan darah, nadi, dan respirasi.

b) Pemeriksaan Fisik Head to Toe


c) Kepala (Mata, hidung, telinga, gigi, dan mulut)
d) Leher : Ada tidaknya pembesaran tyroid.
e) Dada : Inspeksi kesimetrisan dada, palpasi pergerakan dada, perkusi, auskultasi suara nafas dan bunyi jantung S1 dan S2.
f) Genitalia : Infeksi kebersihan.
g) Ekstremitas : Kesimetrisan, pergerakan, tonus otot, ada tidaknya edema.
h) Sistem Neurologik : Reaksi pupil, fungsi sensorik dan motorik, kesukaran bicara, gangguan penglihatan atau penurunan
neurologik dan sakit kepala.

3.Pemeriksaan Penunjang
a) Pemeriksaan CT scan : fungsi lumbal yang menunjukan adanya darah dalam cairan.
b) Angiografi serebral : menunjukan lokasi dan ukuran anuerisma
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Ansietas sehubungan dengan penyakitnya atau hambatan pada


subarakhnoid
 Perubahan perfusi serebral sehubungan dengan perdarahan dari
aneurisma.
 Perubahan sensori atau persepsi sehubungan dengan pembatasan
kewaspadaan subarakhnoid. .
PERENCANAAN

 Diagnosa Keperawatan : Ansietas sehubungan dengan penyakitnyaatau


hambatan pada subarakhnoid
Tujuan : Mengurangi ansietas klien
Intervensi : Berikan informasi tentang rencana tindakan keperawatan
Rasional : Memberikan ketenangan dan membantu meminimalkan ansietas
Intervensi : Berikan dukungan.
Rasional : Dengan diberi dukungan klien tidak merasa sendiri dan dapat
mengurangi rasa takut.
RAYNAUD DESEASE

Penyakit raynaud dan fenomena raynaud


adalah suatu keadaan dimana arteri-arteri
kecil (arteriola), biasanya di jari tangan dan
jari kaki, mengalami kejang, menyebabkan
kulit pucat atau timbul bercak berwarna
mrah sampai biru.
Istilah penyakit raynaud digunakan jika
tidak ditemukan penyebab yang pasti dan
istilah fenomena raynaud digunakan jika
penyebabnya diketahui.
ETIOLOGI RAYNAUD

Seperti pada penyakit-penyakit lain, penyakit raynaud ini penyebabnya tidak diketahui,
meskipun kebanyakan pasien dengan penyakit ini memiliki kelainan imunologis.
Ini terjadi karena pembuluh darah kecil penyuplai darah ke kulit menyempit, akibatnya sirkulasi
darah k area tuuh tertentu jadi terhamat.
Obat yang mengvasokontriksi arteri atau pengaruhi tekanan darah :
- ergotamin -> sempitkan arteri
- obat kanker (cisplatin & vinblastine)
- obat alergi, diet, hangatkan tubuh -> kontriksi arteri
- beta bloker -> lambatkan heart rate & turunkan tekanan darah
- pil KB -> pengaruhi aliran darah
Adapun yang merangsang sistem saraf simpats misalnya emosi atau cuaca dingin, bisa
menyebabkan kejang arteri.
PATOFOSIOLOGI RAYNAUD

Terjadi hiperaktivasi sistem syaraf simpatis yang menyebabkan vasokonstriksi ekstrim


pada pembuluh darah perifer, yang dapat menyebabkan hipoksia jaringan.
Hal- hal yang mentrigger "raynaud's attack" seperti dingin, stress, membuat
vasokonstriksi pembuluh perifer, akibatnya terbendunglah darah dalam kapiler distal jadi
suplai darah sedikit. Jari kemudian menjadi putih. Ketika jaringan tersebut kekurangan
oksigen (hipoksia jaringan), warna jaringan menjadi biru. Apabila daerah kembali hangat
dan sirkulasi darah lancar kembali, maka pembuluh akan berdilatasi, menyebabkan
hiperemia, disertai rasa terbakar, mati rasa, dan nyeri. Pada 2 tipe raynaud's, bahkan
perubahan suhu rendah maupun ekstrim dapat sebabkan serangan.
MANIFESTASI KLINIK RAYNAUD

 Pucat yang timbul akibat vasokontriksi mendadak.


 Kulit kemudian menjadi kebiruan (syanosis) akibat darah yang memasuki
kapiler sangat sedikit
 Terjadi proses vasodilatasi yang menimbulkan warna merah. Jadi urutan
khas perubahan warna fenomna rayaud adalah putih, biru, merah.
 Rasa gatal dan kesemutan serta nyeri seperti terbakar terjadi saat
perubahan warna. biasanya melibatkan bagian tubuh secara bilateral dan
simetris.
KOMPLIKASI RAYNAUD

 Jika raynaud bersifat parah, sirkulasi darah ke jari tangan atau kaki
bisa berkurang secara permanen, menyebabkan kelainan bentuk dari
jari tangan atau jari kaki. Jika arteri ke daerah yang terkena tersumbat
sepenuhnya, radang atau kematian jaringan dapat terjadi. Borok dan
gangren sulit diobati. Dalam kasus ekstrim apabila tidak diobati, dokter
akan mungkin mengatakan perlunya mengangkat bagian tubuh yang
tekena.
RAYNAUD
Tes diagnostik
 Tes antibody antinuclear. Sbuah tes yang
positif untuk memeriksa kehadiran anibodi.
Penatalaksanaan
Antibodi diproduksi oleh sistem kekebalan  Fenomena raynaud diobat dengan menobati
tubuh, mungkin menujukan sistem kekebalan penyakit penyebab nya. Bisa diberikan
tubuh yang dirangsang dan umum pada orang phenoxybnzamine. Obat-obat yang
yang memiliki penyakit jaringan ikat atau menyebabkan pengerutan pembuluh darah.
gangguan autoimun lainnya. Pajangan dingin harus diminimalkan. Pada
 Tingkat sedimentasi eritrosit. Ts ini enentukn saat cuaca dingin, pasien harus tinggal dalam
tingkat di mana sl-sel darah merah turunke rumah sebanyak mungkin dan mengenakan
bagian tabung. Yang lebih cepat dari normal pakaian hangat apabila keluar. Memotong
dinilai mungkin sinyal penyakit autoimun atau saraf simpatis dengan mengangkat ganglion
yang mendasari. atau memotong cabang-cabangnya dapat
memberikan perbaikan pada pasien dengan
penyakit raynaud.
ASUHAN KEPERAWATAN
RAYNAUD DESEASE
PENGKAJIAN

 Identitas : Nama, Umur, Jenis kelamin, Pekerjaan, Pendidikan,


Agama, Suku/bangsa.
 Riwayat Kesehatan, Penyakit Sekarang, Kesehatan Dahulu,
Kesehatan Keluarga
 Observasi dan Pemeriksaan Fisik: Keadaan Umum, Tanda-
Tanda Vital :
 ROS (Reactive Oxygen Species)
 Pemeriksaan Fisik (Head to toe)
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Nyeri akut/ kronis b.d iskemia jaringan.


 Gangguan citra tubuh b.d trauma atau cedera.
 Ketidakefektifan perfusi jaringan berhubungan d.d
gangguan aliran arteri.
 Resiko Infeksi berdasarkan pertahanan tubuh primer
yang tidak adekuat, yaitu integritas kulit yang tidak
utuh.
PERENCANAAN

 Gangguan citra tubuh b.d trauma atau cedera.


Gangguan citra tubuh berkurang yang ditunjukkan dengan citra tubuh yang positif, penyesuaian psikososial
substansial : perubahan kehidupan, dan harga diri yang positif
 Pencapaian Citra Tubuh : peningkatan kesadaran pasien dan ketidaksadaran persepsi dan tingkah laku terhadap
tubuh pasien.
 Aktivitas Keperawatan
1. kaji dan dokumentasikan respons verbal dan nonverbal pasien tentang tubuh pasien.
 Aktivitas Kolaboratif
1. Rujuk kepada layanan sosial untuk merencanakan perawatan dengan pasien/keluarga.
2. Tawarkan untuk melakukan panggilan pada sumber-sumber komunitas yang tersedia untuk pasien/keluarga.
 Pencapaian citra Tubuh (NIC) :
1. fasilitas kontak dengan individu sebagai suatu mekanisme untuk mengevaluasi persepsi citra tubuh klien;
2. gunakan lukisan gambaran diri sebagai mekanisme untuk mengevaluasi persepsi citra tubuh klien;
3. instruksikan klien tentang fungsi dari bermacam bagian tubuh, sesuai dengan kebutuhan.
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH