You are on page 1of 9

PENDIDIKAN DAN BUDAYA ANTIKORUPSI

STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI


DISUSUN OLEH :

LINA NUR LATIFAH (P1337420615027)


YUNIAR DEWI ATAPSARI (P1337420615036)
DEVI NOVITASARI (P1337420615046)
DWI KUSUMADEWI (P1337420615047)
Konsep pemberantasan korupsi

Korupsi dapat terjadi jika ada peluang, keinginan, dan bobroknya system pengawasan
dalam waktu yang bersamaan.
Berdasarkan pernyataan Fijnaut dan Huberts (2002) dapat dipahami bahwa penting
untuk menghubungkan strategi dan upaya pemberantasan korupsi yaitu dengan melihat
karakteristik dari berbagai pihak yang terlibat serta lingkungan dimana mereka bekerja
atau beroperasi. Setiap negara, masyarakat, maupun organisasi perlu mencari cara
mereka sendiri untuk menemukan solusinya.
STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI

Strategi untuk mengontrol korupsi harus berfokus pada 2 unsur yakni peluang
dan keinginan
Peluang dapat dikurangi dengan cara mengadakan berubahan secara sistematis
Sedangkan keinginan dapat dikurangi dengan cara membalikkan situasi kalkulasi
resiko “untung rugi, resiko rendah” dengan cara menegakkan hukum,
memberikan hukuman dengan efek jera secara efektif, dan menegakkan
mekanisme akuntabilitas.inginan
Menurut BPKP dalam buku Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional ,
telah menyusun beberapa strategi pemberantasan korupsi yang meliputi
strategi preventif, detektif dan represif yang perlu dilakukan, sebagai
berikut :

1. Strategi Preventif
Strategi preventif diarahkan untuk mencegah terjadinya korupsi dengan
cara menghilangkan atau meminimalkan faktor-faktor penyebab atau peluang
terjadinya korupsi.
Strategi preventif dapat dilakukan dengan:
• Memperkuat Dewan Perwakilan Rakyat;
• Memperkuat Mahkamah Agung dan jajaran peradilan di bawahnya;
• Membangun kode etik di sektor publik ;
• Membangun kode etik di sektor Parpol, Organisasi Profesi dan Asosiasi Bisnis.
• Meneliti sebab-sebab perbuatan korupsi secara berkelanjutan.
• Penyempurnaan manajemen sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kesejahteraan
Pegawai Negeri ;
• Pengharusan pembuatan perencanaan stratejik dan laporan akuntabilitas kinerja bagi
instansi pemerintah;
• Peningkatan kualitas penerapan sistem pengendalian manajemen;
• Penyempurnaan manajemen Barang Kekayaan Milik Negara (BKMN)
• Peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat ;
2. Strategi Detektif
Strategi detektif diarahkan untuk mengidentifikasi terjadinya perbuatan korupsi.
Strategi detektif dapat dilakukan dengan :
• Perbaikan sistem dan tindak lanjut atas pengaduan dari masyarakat;
• Pemberlakuan kewajiban pelaporan transaksi keuangan tertentu;
• Pelaporan kekayaan pribadi pemegang jabatan dan fungsi publik;
• Partisipasi Indonesia pada gerakan anti korupsi dan anti pencucian uang
di masyarakat internasional ;
• Dimulainya penggunaan nomor kependudukan nasional ;
• Peningkatan kemampuan APFP/SPI dalam mendeteksi tindak pidana korupsi.
3. Strategi Represif
Strategi represif diarahkan untuk menangani atau memproses perbuatan korupsi sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Strategi represif dapat dilakukan
dengan :
• Pembentukan Badan/Komisi Anti Korupsi ;
• Penyidikan, penuntutan, peradilan, dan penghukuman koruptor besar (Catch some
big fishes);
• Penentuan jenis-jenis atau kelompok-kelompok korupsi yang diprioritaskan untuk
diberantas ;
• Pemberlakuan konsep pembuktian terbalik ;
• Meneliti dan mengevaluasi proses penanganan perkara korupsi dalam
sistem peradilan pidana secara terus menerus
Memberantas korupsi bukanlah tujuan akhir, melainkan perjuangan
melawan perilaku jahat dalam pemerintah yang merupakan bagian dari
tujuan yang lebih luas, yakni menciptakan pemerintahan yang efektif,
adil, dan efisien melalui berbagai strategi sebagai berikut.

• Reformasi Birokrasi
• Budaya
• Kelembagaan
• Integrasi Sistem Pemberantasan Korupsi
• Sumber Daya Manusia
• Infrastruktur
TERIMAKASIH

