You are on page 1of 31

Morning Report

Identifikasi Pasien
Nama: Mexsy Yokabus
Umur: 18 tahun
Jenis kelamin: lakilaki

Anamnesis
Keluhan utama:
Luka robek di tangan
Mekanisme trauma
Os datang dengan keluhan nyeri luka robek pada
tangan akibat kena pecahan kaca pintu sejak 4 jam
yang lalu. Pasien sedang menggantung sangkar
burung, pasien terkejut saat ada petir dan mendorong
pintu kamar, kaca menjadi pecah setelah di tekan
dengan tangan pasien dan tangan terkena pecahan
kaca
Primary survey
• A : Clear
• B : RR: 20x/menit, napas spontan
• C : TD: 120/80 mmhg Nadi 85 x/menit, reguler, isi dan tegangan
cukup, kualitas baik, T: 36,5 C
• D: E4V5M6
Secondary survey
• Kepala: Normocepali.
• Mata: conjungtiva anemis (-) sklera ikterik (-), refleks cahaya (+), pupil
isokor (+)
• Thorax: simetris, dinamis, retraksi (-), BJ I/II (+) dbn, murmur (-),
gallop (-), vesikuler (+), wheezing (-), rhonki (-)
• Abdomen: datar, lemas, nyeri tekan (-), tympani, BU (+) normal
• Ektremitas: akral hangat.
Status lokalis Regio antebrachii anterior dextra

• Regio antebrachii posterior • luka robek panjang 0,3cm


dextra dengan kedalaman 0,1 cm,
• Look : luka robek panjang 1cm Perdarahan aktif (-) bone
dengan kedalaman 0,5 cm, exposure (-)
Perdarahan aktif (+) bone
exposure (-)
• Feel : nyeri (+)
Regio wrist joint
• Look: luka robek ukuran 3 cm dengan kedalaman 0,1cm , perdarahan
(-)
• Feel: nyeri (+)
Diagnosa
vulnus laseratum regio antebrachii posterior
dextra, regio antebrachii anteriot dextra, dan
regio wrist joint dextra
Terapi
• WT
• pro hecting (pada vulnus laseratum di regio antebrachii posterior
dextra)
Identifikasi Pasien
Nama : Almaniar
Umur : 20 tahun
Jenis kelamin: Perempuan

Anamnesis
Keluhan utama:
Kecelakaan lalu lintas
Riwayat Perjalanan Penyakit
Pasien datang ke IGD RSMP dengan keluhan nyeri pada luka
akibat kecelakaan lalu lintas 15 menit yll. Pasien berkendaran
motor dengan kakaknya dengan posisi di bonceng di belakang
dan menggunakan helm. Pada saat berkendara pasien dan
kakaknya di serempet mobil dari sebelah kiri, motor pasien
terjatuh ke kiri dan kepala pasien terbentur. Kakak pasien
mengatakan pasien langsung tidak sadarkan diri dan pasien
merasa baru sadar ketika pasien di IGD RSMP
Primary survey
• A: Clear
• B: 20x/menit
• C: 110/80 mmHg, Nadi 96x/menit, T 36,6C
• D: E4M5V6
Keadaan spesifik
• Kepala: normocephali
• Mata: conjungtiva anemis (-/-) sklera ikterik (-/-)
• Leher: pulsasi a. Carotis teraba
• Thorax: simetris, retraksi (-), jejas (-), BJI/II (+) normal
• Murmur (-) galoop (-) vesikuler (+) normal, wheezing (-)
• Abdomen: datar, tegang, bising usus (+)menjauh, nyeri tekan (-)
• Ekstremitas: akral hangat (+) CRT < 2 dt
Status lokalis Regio Dorsum Manus Dextra

• Regio temporalis dextra • Look: Luka lecet dengan ukuran


• Look : hematom dengan ukuran 2x1 cm dan 1x1 tepi tidak rata,
5x4 cm , perdarhan (-) penonjolan tulang (-),
perdarahan (-)
• Feel: nyeri (+)
• Feel : Nyeri (+)
• ROM: dalam batas normal
Regio maleolus lateralis dextra
• Look: luka lecet dengan ukuran 0,5x0,5 tepi tidak rata, perdarahan (-)
• Feel: Nyeri (+)
Diagnosa
• hematom pada regio temporalis dextra
• vulnus excoriatum pada regio dorsum manus dextra dan regio
maleolus lateralis dextra
Plan
• WT
• Rontgen cranium AP/LAT
Identifikasi Pasien
Nama : Syarifudin
Umur : 68 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki

Anamnesis
Keluhan utama:
Nyeri dan luka pada kepala, dan nyeri pada paha sebelah kiri
riwayat perjalanan penyakit
Pasien datang ke IGD RSMP dengan keluhan nyeri
pada luka akibat terjatuh di teras rumah karena
terpeleset pasien jatuh dengan posisi telentang dan
kepala membentur lantai sekitar 30 menit SMRS.
Pasien mengalami luka robek pada kepala bagian
belakang, memar pada kepala, dan paha kiri nyeri dan
sulit digerakkan.
Primary survey
• A: Clear
• B: 18x/menit
• C: 130/80 mmHg, Nadi 80x/menit, T 36,8C
• D: E4M5V6
Keadaan spesifik
• Kepala: normocephali
• Mata: conjungtiva anemis (-/-) sklera ikterik (-/-)
• Leher: pulsasi a. Carotis teraba
• Thorax: simetris, retraksi (-), jejas (-), BJI/II (+) normal
• Murmur (-) galoop (-) vesikuler (+) normal, wheezing (-)
• Abdomen: datar, tegang, bising usus (+)menjauh, nyeri tekan (-)
• Ekstremitas: akral hangat (+) CRT < 2 detik
Status lokalis Regio temporalis sinistra

• Regio temporalis dextra • Look: hematom (+) perdarahan


• Look: Luka robek dengan ukuran (-) bone exposure (-)
5x0,5 cm dengan kedalaman 0,3 • Feel: Nyeri
tepi tidak rata, perdarahan (-)
• Feel : Nyeri (+)
Regio Hip joint sinistra
• Look:bengkak (+) jejas (-), luka (-), perdarahan (-)
• Feel: nyeri (+), krepitasi (-)
• Move: ROM terbatas
Hasil Rontgen Pelvis
• Kesan: tak tampak kelainan

Hasil Rontgen Schedell AP-LAT


• Kesan: tak tampak kelainan

Hasil rontgen femur sinistra AP-LAT


• Kesan: tampak fraktur tertutup neck femur sinistra
Diagnosa
• Vulnus laceratum pada regio temporalis dextra + hematom pada regio
temporalis sinistra
• fraktur tertutup neck femur sinistra
Plan
• WT
• Pro Hecting (pd vulnus laseratum pada regio temporalis sinistra)
• konsul bedah orthopedi