You are on page 1of 23

Asuhan Keperawatan dengan Kasus

BPH (Benigna Prostat Hiperplasi)


BPH
Benigna prostatic hyperplasia (BPH), adalah
suatu kondisi yang sering terjadi sebagai hasil
dari pertumbuhan dan pengendalian hormone
prostat. (Yuliana, Elin,2011).
BPH adalah pertumbuhan jinak pada kelenjar
prostat, yang menyebabkan prostat membesar.
Etiologi
Dengan bertambahnya usia, akan terjadi
perubahan usia, akan terjadi perubahan
keseimbangan testoteron estogenkarena
produksi testoteron menurun dan terjadi dan
terjadi konversi testoteron menjadi estrogen
pada jaringan adipose diperifer. Karena proses
pembesaran prostat terjadi secara perlahan efek
perubahan juga terjadi perlahan-lahan.
( Wim dejong: 2002)
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis berdasarkan grade nya.
Grade 1
• Berbulah-bulah
• Mengeluh kemih tidak lampias
• Pancaran lemah
• Nocturia
Grade 2
• Disuria
• Nocturia memberat
• Kadang disertai menggigil dan nyeri pinggang bila terjadi infreksi
Grade 3
• Gejala pada grade 1 dan 2
• Dan semakin berat
Grade 4
• Blass penuh Colic abdomen
• Overlow incontinence Teraba tumor
• Demam 40-41 C
• Gigil, delirium, come
Penatalaksanaan medis
Penatalaksanaan BPH menurut Neil & Pierc (2007)
mencakup :
a. Medikamentosa
- Ubah asupan cairan oral, kurangi konsumsi kafein
- Alpha blocker (suatu alpha adrenergic receptor
antagonist, misalnya fenoksibenzamin)
b. Pembedahan
-Transurethral rsection of the prostate atau TUR-P
-Prostatectomy
-Retropubic prostatectomy
Laporan Kasus
Tgl / jam MRS : 21-10-2018
Tgl. Pengkajian : 22-10-2018
No. RM : 21.00.54
Diagnosa Medis : BPH (pre op TURP)

IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. S
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Bahasa : Jawa, Indonesia
Pendidikan : Tidak sekolah
Pekerjaan : Kepala rumah tangga
Status : Menikah
Alamat : Kaliboto, Jatiroto, Lumajang
KELUHAN UTAMA
• Pasien mengatakan sulit kencing, jika kencing hanya netes.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


• Pasien mengatakan sejak ±5 bulan yang lalu pasien mengeluh
tidak bisa kencing lancar dan nyeri pada saat kencing, keluar
hanya setetes dua tetes. Kemudian dibawa ke RS Jatiroto untuk
dilakukan pemeriksaan, dipasang selang kateter, setelah
dipasang selang kateter pasien kencingnya lancar kencing
,kemudian oleh dokter disarankan untuk dirujuk ke RSD dr.
Soebandi Jember untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pasien datang ke poli Urologi, dilakukan pemeriksaan USG
dengan hasil ada pembesaran prostat dengan kalsifikasi (vol
89,54 ml). Pasien disarankan untuk operasi oleh dokter . Tanggal
21-10-2018 pasien datang ke RSD dr. Soebandi, datang ke ruang
mawar untuk persiapan operasi tanggal 22-10-2018. Hasil
pemeriksaan vital sign TD : 130/70 mmHg, N : 84x/menit, RR :
18x/menit, S : 36ºC . Pasien terpasang selang kateter.
RIWAYAT KESEHATAN DAHULU
• Pasien mengatakan memiliki riwayat penyakit
hipertensi sejak dahulu

RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


• Pasien mengatakan jika keluarga memiliki riwayat
penyakit hipertensi.
1. Pola persepsi dan tata laksana kesehatan
Pasien mengatakan bahwa penyakitnya ini karena faktor usia, dan mengetahui bahwa sakt
prostat sejak pertama kali di diagnosa dokter.

2. Pola nutrisi dan metabolisme

Keterangan Sebelum MRS Saat MRS


Frekuensi 3x1 porsi habis Puasa pre op
Alat Bantu Tidak ada Tidak ada
Diet Rendah Garam -

1. Pola eliminasi
BAK

Keterangan Sebelum MRS Saat MRS


Frekuensi - -
Jumlah ± 650cc / hari 500 cc/hari
Karakteristik Kuning jernih Kuning jernih
Alat Bantu Selang kateter Selang kateter
BAB

F Keterangan Sebelum MRS Saat MRS


rFrekuensi 1x/hari Sampai saat ni belum BAB
eKonsistensi Lunak Lunak
kKarakteristik Kecoklatan Kecoklatan
u
Pola istirahat tidur
Durasi : sebelum MRS ±7 jam
saat MRS ±6 jam
Gangguan : sebelum MRS tidak ada
saat MRS tidak ada

STATUS MENTAL ( PSIKOLOGIS)


• Pasien mengatakan khawatir, cemas dan bertanya
tanya tentang prosedur operasi yang akan dijalani.
Pemeriksaan Fisik
Kesadaran : compos mentis
G C S : E4 V5 M6
TD : 130/70 mmHg Suhu : 36°C
N : 84 x/mnt RR : 18 x/mnt
Pengkajian Nyeri
• Skala Nyeri : 5, Lokasi : Saluran kemih,
Frekuensi : waktu kencing
• Gambaran Nyeri : seperti ditusuk tusuk
• Tanda Objektif : wajah menahan sakit
• Respon emosional : mengaduh
• Cara mengatasi nyeri : nafas dalam
Abdomen
I : Perut tampak simetris
A : bising usus 12x/menit
P : tidak ada nyeri tekan di 4 kuadran abdomen
P : timpani

Tulang belakang
• Tampak simetris,Tidak ada gangguan dan kelainan
tulang belakang
Ekstrimitas
• Kekuatan otot 5,5,5,5 5,5,4,4
5,5,5,5 5,5,5,5
• Pada tangan kiri terpasang infus RL 20tpm,
• CRT < 3detik, Akral hangat
Genetalia dan anus
• Tidak ada luka, Terpasang kateter ,tidak ada tanda
infeksi pada
• Area pemasangan kateter

Pemeriksaan neurologis
• GCS : E4 V5 M6
• Reflek pupil +/+ Ø 3mm/3mm isokor
Pemeriksaan Diagnostik
• Cek Darah
• USG Abdomen
Hasil : Ada pembesaran prostat dengan
kalsifikasi (vol 89,54 ml), Ginjal dextra sinistra
VU dengan batas normal.
• Echocardiography
HHD (hipertensi heart disease)
Terapi
Pre op :
• Infus RL 20tpm
Post op :
• Anbacim 2x1gr
• Asam Traneksamat 3x500 mg
• Santagesik 3x1 gr
• Lasix 2x1gr
ANALISA DATA
NO DATA ETOLOGI MASALAH
DS: Pasien mengatakan sulit kencing,jika kencing BPH
1 Retensi Urin
hanya menetes. Penyempitan lumen uretra
DO:
-pasien terpasang selang kateter Tekanan intravesikel
-jumlah urine 500cc/24jam
Otot detrusor hipertrofi (fase
-hasil USG : ada pembesaran prostat dengan kompensasi)
kalsifikasi (vol 89,54 ml),ginjal dextra sinistra VU
dengan batas normal. Bila keadaan berlangsung lama

Dekompensasi otot detrusor (otot


melemah,tidak mampu kontraksi
lagi)

Akumulasi urin di VU

Retensi urin
DS : Pasien mengatakan nyeri saat kencing BPH
2 Nyeri Akut
DO : Penyempitan lumen uretra
P : Saat kencing
Q : Sepert ditusuk-tusuk Tekanan intravesikel
R : Saluran kemih
Otot detrusor hipertrofi (fase
S : Skala Nyeri 5 (0-10) kompensasi)
T : hilang timbul,terutama saat ingin kencing
Wajah tampak meringis. Bla keadaan berlangsung lama
Terpasang selang kateter
Dekompensasi otot detrusor
(otot melemah,tidak mampu
kontraksi lagi)

Peregangan VU melebihi
kapasitas

Spasme otot sfingter

Nyeri akut

3 DS : Pasien mengatakan khawatir, cemas BPH


Ansietas
dan bertanya tanya tentang prosedur Pembedahan
operasi yang akan dijalani.
Pre op

DO : Pasien tampak gelisah,berkeringat Kurang iinformasi tentang


prosedur yang akan dilakukan
Nadi : 84x/menit
TD : 130/70 mmHg Kurang pengetahuan

Krisis situsional

Cemas/Ansietas
Tgl/jam Diagnosa Keperawatan Tujuan & Kriteria Hasil Rencana Tindakan Rasional

22/10/ Retensi urin b.d Setelah diiberikan asuhan 1. Monitor intake dan output 1. Penting untuk
2018 sumbatan : penyempitan keperawatan selama 2. Pasang kateter mengetahui balance
lumen uretra 2x24jam ,klien mampu 3. Instruksikan pada pasien dan cairan
buang air kecil dengan keluarga untuk mencatat 2. Membantu pengeluaran
lancar,dengan krteria hasil : output urine urin dan mengurangi rasa
-Kandung kemih kosong 4. Kolaborasi untuk pemberian sakit
secara penuh terapi obat antikoliogernik 3. Untuk memantau output
-urine dapat keluar tanpa urin secara tepat
kesakitan 4. Mambantu mengatasi
-warna urin dengan batas retensi urin
normal
Nyeri akut b.d agen Setelah diiberikan asuhan 1. Kaji status nyeri pasien 1. Mengetahui tngkat nyeri
cedera fisik : spasme keperawatan selama 2. Observasi ttv yang diirasakan pasien
kandung kemih 2x24jam , klien merasa 3. Ajarkan terknik ditraksi dan 2. Mengetahui
nyeri berkurang,dengan relaksasi perkembangan pasen
krteria hasil: 4. Kolaborasi pemberian yang berhubungan
-klien tampak rileks analgesik dengan nyeri yang
danklien melaporkan status dirasakan pasien
nyeri berkurang. 3. Teknik relaksasi
- Skala nyeri ringan 1-3 membantu mengurangi
nyeri
4. analgesik dapat
mengurangi rasa nyeri
Ansietas b.d kurangnya Setelah diiberikan asuhan 1. Gunakan pendekatan 1.Pendekatan yang
pengetahuan akan tindakan keperawatan selama yang menenangkan menenangkan dapat
pembedahan 1x24jam, cemas 2. Identifikasi tingkat mengurangi rasa cemas
teratasi,dengan kriteria kecemasan klien
3. Jelaskan semua prosedur 2. Mengetahui tingkat
hasil:
dan apa yang dirasakan kecemasan yang dirasakan
-klien mampu
selama prosedur klien
mengungkapkan gejala 4. Instruksikan pasien 3. Penting untuk
cemas menggunakan teknk mengubah persepsi yang
Mengidentifikasi,mengung relaksasi mengancam klien
kapkan dan menunjukkan Telnik relaksasi dapat
terknik untuk mengontrol mengurangi rasa cemas
cemas
Tanggal/Jam DX No. Tindakan keperawatan Paraf

22/10/2018 3 1 Menggunakan pendekatan yang menenangkan


10.15 1 2 Memonitor intake dan output
10.20 1 3 Menginstruksikan keluarga untuk mencatat jumlah output urne yang keluar
Tgl/jam Diagnosa keperawatan Catatan perkembangan

22/10/2018 Retensi urin S : Pasien mengatakan merasa kencingnya tidak menetes lagi
14.00 O:
-pasien terpasang selang kateter
-jumlah urine 500cc/24jam
-Pasien puasa 6 jam persiapan operasi ronde 3
-hasil USG : ada pembesaran prostat dengan kalsifikasi (vol 89,54 ml),ginjal dextra
sinistra VU dengan batas normal.
A : Retensi urin belum teratasi
P : lanjutkan intervensi :
- Monitor intake dan output
-Instruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat output urine
Kolaborasi untuk pemberian terapi obat

Nyeri Akut S : Pasien mengatakan nyeri saat kencing berkurang


O:
P : Saat kencing
Q : Sepert ditusuk-tusuk TD : 130/90 mmHg
R : Saluran kemih S/N : 36,5˚C/88x/menit
S : Skala Nyeri 5 (0-10)
T : hilang timbul,terutama saat ingin kencing
-Wajah tampak meringis.
-Terpasang selang kateter
A : Nyeri akut belum terarasi
P:
-Kaji status nyeri pasien
-Observasi ttv
-Ajarkan terknik ditraksi dan relaksasi
-Kolaborasi pemberian analgesik
Ansietas S : Pasien mengatakan cemas berkurang.
pasien mengatakan siap di operasi.
O:
Pasien tampak Rileks dan tenang
Nadi : 82x/menit
TD : 120/80 mmHg
A : Ansietas teratasi
P : hentikan intervensi,lanjutkan pasien dikirim ke Ruang OK tunggu telpon dari
Ruang OK
23/10/2018 Post Op

Retensi urin S : Pasien mengatakan lebih enakan kencingnya,


pasien mengatakan urinnya bercampur darah.
O : - terpasang kateter 3 way dengan cairan NS sebagai bladder irigasi
- tampak warna urine dikantong urine bag warna merah muda bercampur darah.
- jumlah urin + cairan NS 3lter pasca operasi /12jam jumlah UP 600cc/24jam
A : Retensi urin teratasi sebagian
P : Lanjutkan Intervensi :
-Monitor intake dan output
-Instruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat output urine
-Kolaborasi untuk pemberian terapi obat
Nyeri Akut
S : Pasien mengatakan nyeri pada saluran kemih setelah post op
O : P : Saat mobilisasi
Q : Seperti ditusuk-tusuk TTV : TD : 100/60 mmHg
R : Saluran kemih S/N : 36,6˚C/80x/menit
S : Skala Nyeri 6 (0-10) RR : 20x/menit
T : Terus menerus
-Wajah tampak meringis.
-Terpasang selang kateter 3 way,dengan terpasang NS 0,9% sebagai cairan irigasi
A : Nyeri akut belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
- Kaji skala nyeri - observasi tanda tanda vital
- Ajarkan teknik distraksi relaksasi - kolaborasi pemberian obat analgesik
ada sedikit darah didaerah saluran kemih,tidak ada perubahan warna,
TTV TD : 100/60 mmHg
S/N : 36,6˚C/80x/menit
RR : 20x/menit
Leukosit : 18,4 (4,5-11,5) 10
A : Risiko Infeksi
P : lanjutkan intervensi
- monitor tanda tanda infeksi
- beriikan penjelasan kepada klien dan keluarga mengenai tanda dan gejala dari
infeksi
- kolaborasi pemberian antibiotik (