You are on page 1of 21

Asuhan keperawatan komunitas

pada lansia dengan TB paru


Kelompok
Pengertian Keperawatan komunitas

keperawatan komunitas adalah satu


kesatuan yang unik dari praktek
keperawatan dan kesehatan masyarakat yang
ditujukan pada pengembangan serta
peningkatan kemampuan kesehatan,baik diri
sendiri sebagai perorangan maupun secara
kolektif sebagai keluarga,kelompok khusus
atau masyarakat
keperawatan masyarakat adalah suatu
upaya pelayanan keperawatan yang merupakan
bagian integral dari pelayanan kesehatan yang
dilaksanakan oleh perawat dengan mengikut
sertakan team kesehatan lainnya dan
masyarakat untuk memperoleh tingkat
kesehatan yang lebih tinggi dari
individu,keluarga dan masyarakat
Tujuan keperawatan komunitas

Tujuan keperawatan komunitas adalah untuk


pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui
upaya – upaya sebagai berikut :
1) Pelayanan keperawatan secara langsung ( direct care)
terhadap individu,keluarga,kelompok dalam konteks
komunitas.
2) Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat
(Health general community) dengan mempertimbangkan
permasalahan atau isu kesehatan masyarakat yang dapat
mempengaruhi keluarga,individu dan kelompok.
Sasaran keperawatan komunitas
• Individu
• Keluarga
• Kelompok Khusus
lansia
Pada Lansia, menua (menjadi tua) adalah
suatu proses menghilangnya secara perlahan-
lahan kemampuan jaringan untuk
memperbaiki dari atau mengganti dan
mempertahankan fungsi normalnya sehingga
tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan
memperbaiki kerusakan yang di derita
Faktor yang mempengaruhi ketuaan
1. Hereditas
2. Nutrisi
3. Status pengalaman hidup
Klasifikasi usia lanjut :
• a. Usia pertangahan ( Middle age ): 45-59 Th
• b. Lanjut usia (erderly ): 60-74 Th
• c. Lanjut usia tua ( old ) : 75-90 Th
• d. Usia sangat tua ( Very old ) : lebih 90 Th.
Definisi TBC
• tuberkolosis adalah penyakit infeksi menular
yang disebabkan Mycrobacterium tuberculosis
yang menyerang paru-paru dan hampir seluruh
organ tubuh lainnya.
Etiologi
• Mycobacterium tuberkulosis
Manifestasi klinis
a. Demam 40-41°C,
b. Ada batuk/batuk berdarah ≥ 2 minggu
c. Sesak nafas dan nyeri dada
d. Malaise, keringat malam
e. Suara khas pada perkusi dada, bunyi dada
f. Peningkatan sel darah putih dengan dominasi limfosit
Pemeriksaan Penunjang
a. Laboratorium darah rutin : LED normal/meningkat,
limfositosis

b. Pemeriksaan sputum BTA

c. Tes PAP

d. Tes Mantoux/tuberculin

e. Tehnik Polymerase Chain Reaction

f. Pemeriksaan radiology : Rongent thorax PA dan lateral


Penatalaksanaan Medis dan
Keperawatan
• Obat Anti Tuberkulosis (OAT)
• Pengobatan Suportif/Simptomatik
• Terapi pembedahan
• Tindakan invasif
Discharge Planning
a. Pelajari penyebab dan penularan TB serta pencegahan saat diluar rumah

b. Pahami tentang kegunaan batuk yang efektif dan mengapa terdapat


penumpukan sekret di saluran pernafasan

c. Nafas dalam dan perlahan saat duduk setegak mungkin

d. Lakukan pernafasan diafragma :

• Tahan napas selama 3-5 detik kemudian secara perlahan-lahan,


keluarkan sebanyak mungkin melalui mulut

a. Selalu menjaga kebersihan mulut dan pelajari cara yang baik saat batuk dan
setelah batuk juga cara pengontrolan batuk
a. Jangan memberikan vaksin BCG pada bayi baru lahir dan konsultasikan
kepada tenaga medis terlebih dahulu sebelum vaksin

b. Ibu menderita TB aman untuk memberikan ASI pada bayinya dengan


catatan menghindari cara penularan TB

c. Jalankan terapi obat dengan teratur dan jangan sampai putus tanpa instruksi

d. Berhenti merokok dan berhenti minum alcohol

e. Olah raga secara teratur, makan makanan yang bergizi serta istirahat cukup
Diagnosa keperawatan komunitas
pada lansia
• Resiko terjadi peningkatan prevalensi penyakit
TB Paru berhubungan dengan Kurang
pengetahuan tentang penyakit TB paru, di tandai
dengan masyarakat yang menderita TB Paru tidak
memeriksakan / mengontrol kesehatannya ke
puskesmas, masyarakat tidak rutin mengambil
obat TB ke Puskesmas, sebagian masyarakat
banyak yang mengalami putus obat dan kambuh
akibat pengobatan yang tidak tuntas atau juga
karena bosan/ lupa tidak minum obat TB akibat
kesibukan kerja.
• Resiko penularan penyakit TB
paru berhubungan dengan Kurang pengetahuan
tentang perawatan penyakit TB paru ditandai
dengan Mayoritas masyarakat tidak tahu
tentang perawatan TB Paru sehingga mereka
kadang-kadang meludah/ berdahak di
sembarang tempat (kadang di got, di jalan
umum),
• Kurang pengetahuan tentang perawatan TB
paru berhubungan dengan Kurangnya peranan
fasilitas pelayanan kesehatan ditandai
dengan, warga masyarakat belum pernah
mendapatkan informasi tentang penyakit TB
paru baik dari tenaga kesehatan maupun
melalui leaflet.