You are on page 1of 20

JOURNAL READING:

AN OVERVIEW OF KIDNEY STONE


IMAGING TECHNIQUES
Wayne Brisbane, Michael R. Bailey and Mathew D. Sorensen
NATURE REVIEWS | UROLOGY
Disusun oleh:
Luthfira Fitri Darmaningtyas
1361050269

Pembimbing:
dr. Tri Harjanto, Sp. Rad, M.Sc

Kepaniteraan Klinik Ilmu Radiologi


Periode 01 Oktober – 03 November 2018
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia
PENDAHULUAN

Sebanyak 1 dari 11 orang Amerika mengalami nefrolitiasis, dan selama


15 tahun terakhir prevalensi telah meningkat hampir 70%.

Jumlah studi radiologi yang digunakan untuk mengevaluasi batu ginjal


juga meningkat: dari tahun 1992 hingga 2009 penggunaan CT untuk
pencitraan pasien dengan batu ginjal sebanyak 3x lipat.

Pemeriksaan radiologi pasien yang dicurigai batu ginjal dapat


memberikan gambaran dalam menetapkan ukuran dan lokasi batu.

Beberapa modalitas pencitraan tersedia, tetapi penggunaan klinis


secara luas saat ini terbatas pada CT, ultrasonografi, dan foto polos
ginjal, ureter, buli (KUB).
INFORMASI YANG DIPEROLEH DARI
PEMERIKSAAN RADIOLOGI

• Pasien yang datang ke IGD dengan nyeri


pinggang & hematuria cenderung dilakukan
pemeriksaan radiologi abdomen sebagai bagian
dari pemeriksaan batu ginjal.
• Keluhan batu ginjal sebagian besar asimtomatik
saat mereka berada di calyces ginjal.
• Saat masuk ke dalam ureter, batu dapat
menghambat aliran urin  menyebabkan dilatasi
ureter dan pelvis ginjal. Obstruksi ini umumnya
menghasilkan nyeri kolik akibat peningkatan gerak
peristaltik ureter.
• Umumnya, batu menghambat bagian proksimal
dekat uteropelvic junction, dimana pelvis renalis
menyempit.
• Secara luas, pemeriksaan radiologi untuk batu ginjal antara
lain CT scan, ultrasonografi, foto polos ginjal-ureter-buli dan
MRI.
CT SCAN NON CONTRAS

• Batu ginjal memiliki komposisi yang berbeda dibandingkan


dengan parenkim ginjal & urin, batu menyerap radiasi yang jauh
lebih banyak dan mudah dikenali tanpa membutuhkan kontras.

• Sensitivitas CT untuk mendeteksi batu ginjal tertinggi dari


semua jenis pemeriksaan yang tersedia dan diperkirakan
sekitar 95%.

• ACR memperkirakan spesifisitas CT  98%

• Hampir semua batu dapat divisualisasikan menggunakan CT


dengan pengecualian beberapa batu yang disebabkan oleh
pengendapan obat-obat protease-inhibitor dalam urin.
CT SCAN NON CONTRAS

The Hounsfield Unit (HU)


merupakan pengukur atenuasi.
CT dapat memberikan informasi
mengenai komposisi batu.
Dalam skala ini, air diberi nilai 0
HU, udara −1.000 HU, tulang padat
1.000 HU.

Atenuasi menggambarkan Nilai HU dapat menunjukkan jenis


densitas benda yang ditemui batu, karena komposisi batu yang
oleh foton yang lewat dari berbeda dapat menyerap jumlah
sumber radiasi ke detektor. radiasi yang berbeda.

Batu asam urat biasanya 200–400


HU, sedangkan batu kalsium
oksalat 600 – 1.200 HU
CT SCAN NON CONTRAS

• Keakuratan CT cukup penting ketika dilakukan pemeriksaan


pada pasien yang obesitas & lebih baik daripada USG.
• CT  pilihan untuk pasien dengan BMI >30 menurut ACR,
AUA & EAU.
• Keterbatasan CT termasuk biaya dan paparan radiasi.
• Biaya melakukan CT scan kira-kira 2x lipat dari USG ginjal
berdasarkan tinjauan data Medicare.
• CT scan dapat memaparkan dosis radiasi pada pasien sekitar
10 mSv.
• CT dosis rendah  metode untuk mengurangi paparan radiasi
dengan menurunkan arus tabung ke sumber radiasi.
• CT dosis rendah memiliki dosis radiasi < 3 mSv.
ULTRASONOGRAFI

Gambaran standar grayscale disebut B-mode atau Brightness Mode


USG. Pada B-mode batu tampak terang, terkadang disertai bayangan
gelap di bagian distal.

Warna terkadang ditampilkan pada gambar yang dihasilkan B-mode,


yang mencerminkan kekuatan atau frekuensi signal Doppler dalam USG
Doppler.

Signal USG Doppler sangat sensitif terhadap gerakan seperti aliran


cairan di ureter jet, tetapi keberadaan batu dapat menciptakan
“artefact” yang menghasilkan warna pada gambaran USG di lokasi batu.
ULTRASONOGRAFI

• Tinjauan dari literatur menunjukkan sensitivitas & spesifisitas USG


masing-masing 45% dan 94% untuk mendeteksi batu saluran kemih
dan masing-masing 45% dan 88% untuk batu ginjal.
• Kepekaan berkurang pada batu <3 mm, dimana mungkin tidak
menghasilkan bayangan gelap di bagian distal.
• Sensitivitas dapat ditingkatkan dengan menggabungkan USG dengan
radiografi KUB.
• USG tidak menggunakan radiasi pengion  direkomendasikan
bahwa menjadi pemeriksaan lini pertama pada pasien muda dan ibu
hamil.
ULTRASONOGRAFI

• Perlu diperhatikan saat mengukur batu.


• Dalam suatu penelitian  50% batu ginjal berukuran <5 mm,
diukur menjadi ukuran ≥5 mm.
• USG saat ini kurang sensitif & spesifik dibandingkan CT untuk
mendeteksi dan mengukur batu, tetapi memiliki kemampuan
diagnostik yang baik untuk mendeteksi hidronefrosis.
RADIOGRAFI FOTO POLOS GINJAL,
URETER DAN BULI (KUB)

• Foto polos KUB menggunakan sumber energi tunggal untuk menghasilkan


foton, yang melewati jaringan dalam orientasi anterior ke posterior.

• Sensitivitas dan spesifisitas radiografi KUB diperkirakan masing-masing 57%


dan 76%.

• Keuntungan foto polos KUB  paparan radiasi pengion relatif rendah


dibandingkan dengan CT (0,15 mSv) dan biaya rendah (10% dari USG).

• Banyak jenis batu dapat divisualisasikan menggunakan radiografi KUB.


Namun batu sistin dan struvite sering kurang terlihat pemeriksaan ini.
Sedangkan batu asam urat dan batu matriks tidak terlihat sama sekali.

• USG dan radiografi KUB dapat dilakukan bersamaan, memungkinkan


sensitivitas yang lebih tinggi dari USG dan menambah spesifitas yang lebih
tinggi dari radiografi KUB.
MRI

Sensitivitas MRI yaitu 82%, lebih tinggi daripada USG dan


radiografi KUB tetapi kurang dari CT, karena batu kurang
mudah terlihat ketika menggunakan MRI daripada ketika
menggunakan CT.
Hidronefrosis mudah terlihat, tetapi batu penyebab obstruksi
mungkin tidak jelas.

ACR, AUA dan EAU berpendapat bahwa MRI dapat digunakan


sebagai modalitas lini kedua ketika USG tidak terdiagnosis pada
pasien yang hamil.
KESIMPULAN
Evaluasi pasien dengan nyeri pinggang dan hematuria
tergantung pada usia pasien, BMI dan apakah pasien hamil.

CT saat ini dianggap oleh AUA dan ACR menjadi gold standard
untuk evaluasi pasien dengan nyeri pinggang akut dimana
terdapat kecurigaan klinis nephrolithiasis.

USG dianggap pemeriksaan radiologi lini pertama untuk pasien


<14 tahun dan ibu hamil.

Penggunaan USG pada orang dewasa non obese (BMI <30)


sebagai pemeriksaan lini pertama