You are on page 1of 13

Asuhan Keperawatan Korban

Trafficking
STIKES BALI
Pengertian Trafficking
Trafficking adalah pergerakan dan penyelundupan orang
secara sembunyi-sembunyi untuk direkrut dan dibawa
secara antar daerah maupun luar negeri, yang bertujuan
untuk memaksa anak-anak, remaja baik laki-laki maupun
perempuan, masuk kedalam situasi eksploitasi demi
keuntungan perekrut, penyelundup, dan sindikat kriminal
(Amiruddin, 2009).
Tujuan: eksploitasi, untuk prostitusi atau bentuk eksploitasi
seksual lainnya, kerja paksa, perbudakan, penghambaan,
pengambilan organ tubuh.
Jenis – jenis Trafficking
▪ Perkawinan TransInternational
▪ Eksploitasi seks pedhophilia
▪ Pembantu rumah tangga dalam kondisi buruk
▪ Penari erotis
Dampak Psikososial pada Korban Trafficking
▪ Post Trauma Stress Disorder (PTSD)
▪ Kecemasan
▪ Ketidakberdayaan
KASUS
▪ Nn. Y berumur 18 tahun mengalami eksploitasi dan perdagangan seksual oleh
pasangannya sendiri (Mr. X) dikarenakan alasan untuk hidup. Berawal dari saat
Mr. X mengajak kencan Nn. Y ke suatu tempat dan ternyata disitulah Mr. X
sudah merencanakan untuk menjual Nn. Y kepada Mr. M temannya sendiri. Mr.
X pun diberi upah 1 juta rupiah. Nn. Y pun dibuat tidak sadar dan mengalami
kekerasan seksual. Setelah mengetahui kejadian tersebut keluarga Nn. Y pun
melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Setelah kejadian tersebut, kondisi Nn. Y
sekarang menjadi wajah terlihat murung, sedih dan depresi, takut pada setiap
laki-laki yang baru ia kenal, mengalami mimpi buruk dan sulit tidur karena selalu
terbayang-bayang wajah pelaku. Setelah tersebut klien menjadi pendiam, sulit
berinterkasi dengan orang lain serta bila teringat kejadian tersebut Nn. Y tiba-
tiba marah, gelisah, cemas dan takut akan kejadian tersebut terulang kembali
pada dirinya. Karena tidak ingin Nn. Y semakin parah, 1 bulan setelah kejadian
tersebut, keluarga merujuk Nn. Y ke RSJ terdekat. (RR=28x/menit,
HR=90x/menit, T=36,70C)
1. Pengkajian PTSD
▪ Identitas klien
▪ Nama : Nn. Y
▪ Umur : 18 tahun
▪ Agama : Islam
▪ Pendidikan : SMA
▪ Pekerjaan : Mahasiswa
▪ Suku/ bangsa : Jawa/ Indonesia
▪ Diagnosa medis : PTSD
▪ Alamat : Surabaya
2. Aktivitas Tidur
 Klien mengatakan mengalami mimpi buruk dan sulit tidur karena
terbayang-bayang wajah pelaku dan kejadian tersebut.

3. Sirkulasi
 Klien mengatakan ia merasa cemas dengan lingkungan
baru yang belum ia kenal. HR=90x/menit
4. Integritas Ego
 Klien mengatakan ia takut pada setiap laki-laki yang baru ia
kenal maupun yang sudah ia kenal. Setelah 1 bulan pasca
kejadian klien mengatakan masih merasa gelisah dan takut
karena masih mengingat kejadian tersebut. Wajah klien pun
terlihat murung, sedih dan depresi

5. Neurosensori
 Klien mengatakan takut pada laki-laki dan bila mengingat
kejadian tersebut klien mulai gelisah dan cemas. Klien terlihat
murung dan depresi.
6. Seksualitas
▪ Klien mengalami kekerasan seksual

7. Pernapasan
▪ Pernapasan klien termasuk cepat yaitu 28 x/menit

8. Keamanan
▪ Klien tidak mengalami marah dan perilaku kekerasan terhadap
lingkungan maupun gagasan tentang bunuh diri. Klien hanya
mengalami takut, cemas dan gelisah.
9. Interaksi Sosial
▪ Klien menjadi pendiam, sulit berinterkasi dengan orang lain
setelah kejadian tersebut.
Analisa Data
Data Etiologi Diagnosa
Data subyektif: Peristiwa traumatik Sindrom pasca trauma
 Klien mengatakan mengalami ↓ berhubungan dengan ancaman
mimpi buruk dan sulit tidur Gangguan diri (individu) serius pada diri sendiri
 Klien mengatakan merasa ↓
gelisah dan takut bila Ketakutan, ketidakberdayaan,
mengingat kejadian tersebut dan trauma tersendiri

Data obyektif: Post trauma stress disorder
RR=28x/menit, N=90x/menit (PTSD)
 Klien terlihat murung dan
depresi
 Klien menjadi pendiam dan
sulit berinteraksi dengan
orang lain
Intervensi Keperawatan
Diagnosa Tujuan dan Kriteria NIC
Hasil
Sindrom pasca trauma NOC: Mandiri:
berhubungan dengan • Pengurangan
ancaman serius pada diri a. Kemampuan untuk kecemasan
sendiri mengekpresikan • Peningkataan koping
Konseling:
emosi • Fasilitasi perasaan
b. Kemampuan untuk bersalah
• Peningkatan
mengontrol aktivitas kecakapan hidup
c. Kehidupan spiritual Manajemen alam
perasaan:
d. Pilihan kesepakatan • Terapi relaksasi
akan perawatan • Peningkatan
keamanan
kesehatan
Cont.
Diagnosa Tujuan dan Kriteria NIC
Hasil
Sindrom pasca trauma Kriteria Hasil: Peningkatan sistem
berhubungan dengan • Tingkat kecemasan dukungan:
ancaman serius pada diri • Kontrol kecemasan • Manajemen
sendiri diri lingkungan
• Status kenyamanan: • Relaksasi otot
psikospiritual progresif
• Tingkat depresi • Orientasi realita
• Kontrol diri terhadap • Peningkatan tidur
depresi • Peningkatan
sosialisasi
• Dukungan kelompok
• Terapi kelompok