You are on page 1of 37

Oleh : Ns.Anna Kurnia, M.

Kep
Pasien

Tim
Perawatan
Paliatif
Keluarga
Rawat
jalan

Rawat
Inap Kunjungan dilakukan untuk
memantau dan memberikan
Rawat solusi atas masalah yang
Rumah dialami pasien atau
(homeCare) keluarganya, bukan hanya
masalah medis, tetapi juga
masalah psikis, sosial dan
spirituan
Kemampuan klinis perawat kepada pasien

Kemampuan untuk mendengarkan dan tetap


hadir dalam menghadapi masalah keperawatan

Komunikasi pada tingkat yang sangat pribadi


dengan pasien dan keluarga

Perawat yang mempunyai keinginan tulus untuk


membantu pasien dan keluarga mengatasi
masalah sampai pada tahap menghadapi
kematian
Memberikan asuhan
keperawatan pada pasien
paliatif untuk membantu
pasien menjalani sisa
hidupnya dalam keadaan
seoptimal mungkin
Pelayanan
Kesehatan

Praktek Pasien dan Proses Keperawatan


Keperawatan keluarga

Etika Keperawatan
1. Fisik – gejala atau keluhan fisik seperti
nyeri, batuk, sesak nafas, letih, demam dan
lain-lain
2. Psikologis – khawatir, takut, sedih, marah
3. Sosial – kebutuhan keluarga, isu makanan,
pekerjaan, tempat tinggal dan hubungan
interpersonal
4. Spiritual – pertanyaan tentang arti
kehidupan dan kematian, kebutuhan untuk
damai.
1. Dapat menerapkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikan
asuhan keperawatan.
2. Menetapkan prioritas asuhan keperawatan, mengelola waktu secara
efektif dan saran-saran untuk meningkatkan kualitas hidup.
3. Sebagai nara sumber / konselor / educator bagi pasien, keluarga dan
komunitas dalam menghadapi perubahan kesehatan,
ketidakmampuan dan kematian.
4. Sebagai komunikator yang terapeutik dan pendengar yang baik
dalam memberikan dukungan (care support) dan perhatian.
5. Membantu pasien tetap independen sesuai kemampuan mereka
sehingga kenyamanan terpenuhi, serta meningkatkan mutu hidup
(care giver)
Membentuk team untuk menghadapi beragam pasien
1 dan masalah-masalah keluarga.

Tujuan dari team ini adalah mengobati, merawat,


2 memberikan penyuluhan sosial dan pelayanan lainnya
dan bekerja sama dengan Departemen Kesehatan,
Swasta(LSM), relawan, dll

Perubahan dari pengobatan aktif ke pengobatan


3 Palliative tidak terjadi dalam waktu yang singkat.

Perawatan Palliative sangat berhasil ketika masih pada


4 fase dini, mendapat dukungan dari lingkungannya yaitu
keluarga dan adanya team yang membangkitkan
kesadarannya.
 Nyeri / Pain (kronis)
 Lemas/Fatique/weakness
 Sesak nafas/dyspnea
 Buang air terus menerus/presisten diarrhea
 Inkontinensia urin
 Rasa mual/Nausea dan vomiting
 Defisit perawatan diri (oral care, bathing, dll)
 Pencegahan ulkus dekubitus
 Susah tidur/insomnia
 Kecemasan
Upaya Keterangan
Suasana Tenang Duduk tenang dan ciptakan suasana tenang

Masase Meliputi tepukan, gosok, dan pijitan pada otot

Musik Dapat menciptakan suasana yang tidak asing pada pasien dengan
mendengarkan musik yang biasa di senangi seperti di rumah
Kompres hangat Kompres hangat pada tempat nyeri dengan kantong panas / pemanas listrik

Kompres dingin Kompres dingin dengan kantong es.


Hati-hati: pastikan kantong es tidak bocor dan terbungkus untuk menjaga
kenyamanan, sensasi dingin tanpa menimbulkan kerusakan kulit karena
dingin. Batasi setiap 10 menit ganti lokasi. Bila kulit memucat hentikan
Mandi Berendam di air hangat

Vibrasi Dengan alat vibrator. Dapat digunakan untuk menstimuli kulit dan jaringan
otot
Produk Mentol Gosokkan pada kulit.
Hati-hati jangan dikenakan pada kulit yang luka atau radang, dalam memilih
produk, karena beberapa jenis ada yang mengandung salisilat (senyawa
Asuhan Keperawatan
kimia seperti aspirin) yang mungkin kontraindikasi untuk pasien tertentu.11
1. Identifikasi Jejaring Perawatan Paliatif : Kelompok organisasi
yang saling bekerjasama untuk memberikan askep yang
memadai. Perlu renpra yang lebih optimal untuk mencapai
kesehatan prima.
Manfaat untuk :
 Informasi askep terkini, akurat dan terpercaya

 merupakan forum tukar pendapat dan pengembangan


gagasan,
 memberikan dukungan dan memperluas basis dukungan

 menyatukan sumber daya untuk tujuan bersama yaitu


kesejahteraan pasien
 mengobati, merawat dan memberikan penyuluhan sosial
dan pelayanan lainnya.
 Bekerja sama dengan DepKes, Swasta (LSM), Relawan,
Pemuka Agama dll
 Perawatan paliatif dimulai apabila pengobatan secara medis tidak lagi efektif,
karena organ organ vital dalam tubuh pasien sudah mengalami kegagalan atau
pasien dan keluarga mengatakan tidak lagi melanjutkan terapi
 Akontabilitas. Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap
keputusan dan tindakan keperawatan serta mengenal batas peran dan fungsi
perawat dalam bertindak
 Berdasarkan Kode Etik Keperawatan dan Budaya
 Menghormati hak ” privacy ” pasien terhadap askep dan yankes bagi dirinya.
Menghormati nilai, kebiasaan, keyakinan dan kepercayaan / agama serta budaya.
 Legal. Pelaksanaan askep sesuai dengan peraturan perundang – undangan
keperawatan, kebijakan lokal dan nasional serta mengenal tindakan yang tidak
sesuai dengan hukum yang berlaku dan terkait dengan kode etik profesi /
keperawatan.
 Penanganan gejala dengan obat-obatan dan
atau intervensi non farmakologis.

 Adanya gangguan psikososial yang


bersumber pada kondisi penyakit pasien,
kepribadian, perkembangan dan latar
belakang kehidupan pribadi pasien,
keluarga, budaya, agama dan sebagainya.
 Perawat harus memahami apa yang dialami klien dengan kondisi terminal
 Tujuannya untuk dapat menyiapkan dukungan dan bantuan bagi pasien sehingga pada saat-saat terakhir dalam
hidup bisa bermakna dan akhirnya dapat meninggal dengan tenang dan damai
 Masalah yang dialami pasien paliatif, seperti : nyeri, sesak nafas, penurunan berat badan, gangguan aktivitas,
gangguan psikologis dan spiritual
 Kebutuhan pasien kompleks dan prioritas sehingga masalah keperawatan harus tepat
 Data yang dikumpulkan melalui wawancara, pengumpulan riwayat kesehatan, pengkajian fisik, pemeriksaan
laboratorium dan data penunjang serta data dasar subjektif dan objektif.
 Cara mengidentifikasi, memfokuskan dan mengatasi kebutuhan spesifik pasien serta respon terhadap masalah
aktual dan resiko tinggi.
1. Oksigenasi : respirasi irreguler, cepat atau lambat, sirkulasi perifer
menurun, tekanan darah menurun, hipoksia, akumulasi sekret, nadi
irreguler, dll
2. Nutrisi dan Cairan : asupan cairan dan makanan menurun, peristaltik
menurun, distensi abdomen, kehilangan BB, bibir kering dan pecah-pecah,
lidah kering, mual, muntah, dehidrasi terjadi karena asupan cairan
menurun
 Masalah yang terjadi pada pasien paliatif sangat kompleks seperti nyeri, tidak dapat
memenuhi kebutuhan diri sendiri, adanya luka kanker, mobilitas dan sampai pada masalah
pada kenyataan yang harus dihadapi pasien yaitu proses kematian dan masalah terhadap
keluarga yang akan ditinggalkanya. Pasien dan keluarga terkadang tidak dapat menerima
keadaan yang harus dihadapi sehingga mencoba mencari pengobatan alternatif sebagai
upaya lain karena tidak ada lagi pengobatan medis yang dapat dilakukan pada pasien.
 Gangguan rasa nyaman
 Nyeri akut / kronis
 Distress spiritual
 Mual  Dukacita
 Kerusakan integritas jaringan  Ansietas kematian
 Kerusakan membran mukosa oral
 Risiko cedera  Keputusasaan
 Risiko jatuh  Harga diri rendah kronik
 Defisit perawatan diri
 Hambatan mobilitas fisik  Isolasi sosial
 Gangguan pola tidur  Ketakutan
 Gangguan menelan
 Konstipasi

Biologis (fisiologis) Psikologis – Sosial - Spiritual


 Kriteria hasil merupakan pernyataan yang menggambarkan prilaku pasien atau
keluarga yang dapat diukur, yang menunjukkan status yang diinginkan
(berubah atau dapat dipertahankan) setelah tindakan keperawatan pada pasien
paliatif diberikan.
 Peran perawat dimulai dengan penilaian dan terus melalui pengembangan
rencana perawatan dan pelaksanaannya
 Selama proses ini, perawat memberikan pendidikan dan nasihat kepada keluarga
pasien dan anggota tim lainnya
 Exercise therapy  Body image enhacement
 Positioning  Coping enhacement
 Pain management  Enviomental management
 Caregiver support
 Medication management  Support system enhacement
 Nutrition management  Teaching : disease process
 Sleep enhacement  Anxiety reduction
 Fluid management  Emotional support
 Fluid monitoring  Calming technique
 Decision-making support
 Fall prevention  Dying care
 Nausea management  Spiritual support
 Bowel management  Family support
 Enteral tube feeding  Music therapy
 Constipation management  Assertiveness training

Biologis (fisiologis) Psikologis – Sosial - Spiritual


 Implementasi keperawatan merupakan tindakan keperawatan diberikan
untuk membantu pasien dalam mencapai hasil yang diharapkan.
 Mengembangkan pemantauan hasil yang memastikan manajemen nyeri baik
 Memberikan kontrol nyeri yang optimal, memahami frekuensi, hambatan, penilaian
dan perawatan digunakan untuk membantu mengatasi nyeri pasien
 Evaluasi keperawatan merupakan hasil yang diharapkan setelah tindakan keperawatan
diberikan pada pasien paliatif dan membuat catatan perkembangan keperawatan yang
berisi kejadian atau respon serta interaksi yang terjadi pada pasien maupun keluarga.
 Kepastian kesiapan akses keluarga dan paliatif 24 jam (on call 24 hours)
 Koordinator menyiapkan jadwal kunjungan (kontrak waktu)
 Kesiapan fasilitas yang dibutuhkan dan kedaruratan di rumah
 Kemudahan akses rujukan ke RS
1. Tim paliatif meninjau dan mengkaji pasien
2. Lengkapi data (rekam medis, data penunjang)
3. Permasalahan pasien saat ini
4. Kebutuhan yang diperlukan untuk di Rumah
5. Komunikasi dengan pasien dan keluarga
6. Proses transfer dari RS ke Rumah pasien
7. Diskusi tim paliatif
 Mempersiapkan kebutuhan pasien dan keluarga (pengetahuan pasien, keluarga,
care giver untuk perawatan dirumah)
 Menyiapkan pencatatan dan pengkajian untuk dirumah
 Menentukan tim paliatif yang dibutuhkan
 Informasi pada pasien dan keluarga saat pulang dan setelah sampai di rumah
 Koordinasi dengan perawat home care bila ada
 Setelah dirumah, atur kondisi dan posisi yang nyaman untuk pasien
 Kenyamanan
 Privasi
 Keakraban (kekeluargaan)
 Keamanan
 Mengurangi fokus pada penyakitnya
 Otonomi
 Dekat dengan keluarga dan teman
 Memungkinkan keterlibatan keluarga dalam perawatan
 Ny. S (70tahun) menderita Ca. Mamae mengalami kelemahan, nyeri, sesak
dan mengeluarkan sekret. Sebelumnya dirawat di RS dikarenakan kondisinya
yang tidak menunjukkan perbaikan secara signifikan. Pasien Ny.S saat ini
dipersiapkan untuk pulang dan dirawat dirumah oleh seorang care giver.
 Ca. Mamae?
 Kelemahan?
 Nyeri?
 Sesak?
 Mengeluarkan sekret?
 Care giver?
 Mengapa terjadi nyeri?
 Mengapa pasien mengalami kelemahan?
 Mengapa pasien mengeluhkan sesak?
 Bagaimana mekanismenya hingga pasien mengeluarkan sekret?
 Siapa care giver?
 Apa peran care giver?
 dll
 Bagaimana mengkaji pasien dengan Ca mamae?
 Bagaimana mengkaji nyeri pada pasien kanker?
 Bagaimana mengkaji kelemahan dan sesak pada pasien kanker?
 Bagaimana mengatasi nyeri, kelemahan, sesak dan keluaran sekret pada pasien
Ca mamae?
 Diagnosa keperawatan apa yang muncul pada pasien tersebut?
 dll
 Menjelaskan Ca mamae
 Menjelaskan keluhan – keluhan pada Ca mamae
 Mengidentifikasi peran care giver
 Menjelaskan cara mengatasi keluhan-keluhan pada pasien Ca mamae melalui 5
tahapan proses keperawatan
 dll
7. Sintesis (mendiskusikan
hasil belajar mandiri)
 Konsul dari medis (dokter primer), koordinator (perawat) meninjau dan
mengkaji ke rawat inap untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan yang
diperlukan untuk pulang
 Komunikasi dengan pasien dan keluarga
 Diskusi tim paliatif
 Koordinator melanjutkan askep :
gangguan rasa nyaman : nyeri
gangguan pola nafas / ketidakefektifan bersihan jalan nafas
kelemahan fisik
1. Mengontrol rasa nyeri
obat seperti morfin, fentanyl, dll. Pemberiannya sesuai dengan tingkat toleransi nyeri
yang dirasakan pasien.
2. Membebaskan jalan nafas
untuk pasien dengan kesadaran penuh, posisi fowler akan lebih baik dan pengeluaran
sekresi lendir perlu dilakukan untuk membebaskan jalan nafas
3. Mobilisasi
apabila kondisinya memungkinkan, pasien dapat dibantu untuk mobilisasi, seperti :
turun dari tempat tidur, ganti posisi untuk mencegah dekubitus dan dilakukan secara
periodik, jika diperlukan dapat menggunakan alat/fisioterapis
 Jika kondisi memburuk, perawat harus intens melakukan askep dan komunikasi dengan
keluarga dan membantu mengatasi masalah
 Persiapan menghadapi hal yang terjadi pada pasien
 Pendampingan keluarga sampai ajal
 Pendampingan setelah masa berduka dan sharing dengan keluarga sampai keluarga
kembali hidup normal tanpa kesedihan di tinggal orang yang dicintai.
 Askep paliatif pada pasien dan keluarga dengan tepat hingga kualitas hidup terbaik sampai
masa akhir
 Pendekatan meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga melalui pencegahan dan
menghilangkan penderitaan melalui pengkajian awal, penilaian dan masalah lain, fisik,
psikososial, dan spiritual secara tepat.