You are on page 1of 55

CASE REPORT

PEMBIMBING : DR. TIKTO, SP.A

MARSASMITA
Identitas
Nama : An. A.D
Tanggal lahir : 01/12/2013
Usia : 4 tahun 2 bulan
Jenis Kelamin : laki-laki
Alamat : Sampung Kidul 06/01 Sampung
Tanggal masuk : 27 Februari 2018
No. RM : 0963xx
Identitas Orang Tua

Ayah Ibu
Nama Bp. W Ibu N
Usia 41 tahun 40 tahun
Pekerjaan - Bidan
KELUHAN UTAMA
Sesak Napas + Batuk
RPS
2 HSMRS pasien merasa tidak SMRS pasien
enak badan. Batuk (+) berdahak, mengalami sesak
pilek (+), demam (-), mual dan napas, gelisah, bicara
muntah disangkal oleh pasien. masih jelas, lebih
1 HSMRS pasien kemudian senang duduk
mengalami sesak napas utamanya daripada berbaring,

HMRS
2HSMRS

malam hari,batuk (+), pilek (+), suara mengi terdengar,


demam (-), kemudian oleh ibunya batuk (+), pilek (+),
diberikan nebulizer namun tidak demam (-).
ada perbaikan. Pasien sebelumnya
n. memiliki riwayat Asma
sejak usia 3 tahun.
Memberat dalam 3
bulan terakhir. Dan
ibunya mengaku dalam
seminggu terakhir ini
sudah mengalami
serangan ke 2x nya.
RPD

 Riwayat sakit serupa (+) sejak usia 3 tahun, dan sering mengalami
kambuh sejak 3 bulan terkahir.
 Riwayat Tumbuh Kembang Baik
 Riwayat Imunisasi Baik
 Riwayat makanan baik
 Riwayat alergi (+) (debu)
RPK
• Riwayat sesak napas dikeluarga (-)
• Riwayat alergi(-)
Riwayat Anc

 Pasien merupakan anak ketiga dari ibu P3A0, umur 40 tahun. Rutin kontrol kehamilan
di bidan. Keluhan mual dan muntah berlebihan saat hamil (-), tekanan darah saat
hamil normal, tidak pernah mengonsumsi obat-obatan selain vitamin dan tablet Fe
yang diberikan bidan. Riwayat mondok selama hamil (-).
Riwayat Natal Care
 Persalinan secara normal ditolong oleh bidan. Usia kehamilan dikatakan cukup bulan. Lahir
langsung menangis, berat badan saat lahir 3000 gram, panjang badan ibu tidak ingat. Riwayat
kuning (-). BB pulang tidak ingat
Riwayat pnc
 Pasien rutin diperiksakan ke posyandu setiap 1 bulan sekali.
Riwayat Makanan
 Sejak lahir – 6 bulan : ASI ( 10-12 kali perhari, 15 menit )

 6 bulan – 1 tahun : ASI + bubur


Riwayat Perkembangan dan Kepandaian

Bicara Sosial
• Dapat berbahasa Indonesia dan daerah dengan • Memiliki banyak teman
lancar
IMMUNISASI

Nama vaksin Usia frekuensi


BCG 1 bulan 1x
Hep B 0, 2, 3, 4 bulan 4x
DPT 2, 3, 4 bulan 3x
Polio 1, 2, 3, 4 bulan 4x
Campak 9 bulan, 18 bulan, 7 3x
tahun
LINGKUNGAN dan Sosio ekonomi

Pasien berasal dari menengah keatas. Tinggal di satu rumah bersama kedua orang tua dan kedua kakaknya.
Anamnesis Sistem
- Thermoregulasi : demam (-)
- CNS : Kejang (-), nyeri kepala (-)
- CVS : jantung berdebar-debar (-)
- Respiratory : batuk (+) berdahak, pilek (+), hidung mampet (-), sesak
(+), napas cuping hidung (+), mengi (+)
- GIT : Mual (-) Muntah (-) Diare (-) nyeri perut (-)
- GUT : BAK normal
- Integumen : edema (-), kuning (-)
Kesimpulan batu, pilek, sesak, napas cuping hidung, mengi
Pemeriksaan fisik 27/02/2018
 Kesan umum : CM, gelisah dan tampak sesak, gizi baik
 Tanda Vital
 Tekanan darah :-
 Nadi : 100kali/menit, kuat, reguler
 Respirasi : 34 kali/menit, thoracoabdominal
 Suhu : 36.8derajat celcius
 SpO2 : 97%
Status Gizi dan antropometri
• BB : 20 Kg
Pemeriksaan fisik
Kepala Mata cowong -, air mata +, mukosa bibi lembab, CA -/- SI –, mukosa faring
hiperemi (+), nasal discharge (+), nafas cuping hidung (+)

Leher Limfonodi tidak teraba, JVP tidak meningkat

Thoraks Simetris, retraksi (+) inter costa


Pulmo vesikular +/+ normal, wheezing +/+, ronki -/- cracles -/-
Cor S1 tunggal, S2 split tak konstan, murmur -, gallop –

Abdomen Dintensi (-), BU+N, NT(-)


Hepar tidak teraba
Lien tidak teraba
Cubitan Turgor <2 detik
Ekstremitas Akral hangat, CRT <2 detik, sianosis (-), pucar (-), edema -/-/-/-
Diagnosis KERJA
Asma bronkial serangan berat, derajat persistent sedang
TATA LAKSANA

- Planning
- Monitor KU/VS/BC/
- Edukasi keluarga

- Treatment
 Observasi rawat Inap
 Inf. D5 ½ NS 15 tpm + Drip Aminofilin ½ Amp
 Ij cefotaxim 3 x 500 mg
 Ij Santagesic 3x400 amp
 Ij. Dexametason 3x3/4 amp
 Nebulizer combivent 3xrespul
Follow up
28-2-2018
 S : Batuk (+), demam (-) sesak (+) berkurang

 O : N:96x/m, RR:24x/m, T: 36,5 P:


 Thorax : simetris (+), Retraksi (+/+) minimal Inf. D5 1/2NS 15 tpm
 Pulmo : vesicular (+/+), wheezing (+/+), ronkhi Inj. Cefotaxim 3x500mg
(-/-) Inj. Santagesic 3x400mg
 Cor : S1 dan S2 reguler, pembesaran cor (-) Inj. Metilprednisolon 3x20mg
Nebulizer combivent 1 respul/6 jam
 Abd : BU (+), Nyeri tekan (-)
Inj. Aminofilin 240mg diencerkan dalam D5 48 cc, dengan
 Ekst : Akral Hangat, WPK <2 detik. kecepatan 2cc/jam

 A : Asma Bronkhial Serangan Berat derajat


Persistent Sedang
01-3-2018
 S : sesak (-), batuk (-), demam (-)

 O : N:96x/m, RR:24x/m, Tax: 36,5


 Thorax : simetris (+), Retraksi (-/-)
P : Inj. Cefotaxim 3x500 mg
 Pulmo : vesicular (+/+), wheezing (-/-), ronkhi (-/-) Inj. Inj. Santagesic 3x400mg
 Cor : S1 dan S2 reguler, pembesaran cor (-) Inj. Metilprednisolon 20mg
 Abd : BU (+), Nyeri tekan (-)
 Ekst : Akral Hangat, WPK <2 detik.

 A : asma Bronkhial membaik


PEMBAHASAN
ASMA
 Penyakit saluran respiratory dengan dasar inflamasi kronik yang
mengakibatkan obstruksi dan hiperreaktivitas saluran respiratori
dengan derajat bervariasi
 Manifestasi klinis asma dapat berupa batuk, wheezing, sesak nafas,
dada tertekan yang timbul secara kronik dan atau berulang,
reversible, cenderung memberat pada malam atau dini hari dan
timbul saat ada pencetus
Karakteristik ASMA
 Gejala timbul secara episodik atau berulang
 Timbul bila ada faktor pencetus
 Riwayat alergi pada pasien atau keluarga
 Variabilitas : intensitas gejala bervariasi dari waktu ke waktu, dalam
24 jam. Memberat pada malam hari
 Reversibilitas : gejala membaik secara spontan atau dengan
pemerian obat pereda asma
Px fisik
 Batuk atau sesak berulang
 Wheezing
 Tanda alergi ; allergics shiners atau geographic tongue
Px penunjang
 Peak flow meter
 Gambaran obstruksi saluran respiratori :
 FEV1 rendah (<80% nilai prediksi )
 FEV1/FVC <= 90%

 Uji reversibilitas ( pasca bronkodilator ) : peningkatan FEV1 >12%


 Variabilitas : perbedaan PEFR harian >13%

 Uji provokasi : penurunan FEV1 >20% ATAU pefr >15%

 Skin prick test, eosinofil total darah, igE spesifik


Dx banding
<5 tahun
Klasifikasi
 Berdasarkan umur
 Berdasarkan fenotip
 Berdasarkan kekerapan timbul
 Berdasarkan derajat beratnya serangan
 Berdasarkan derajat kendali
 Berdasarkan keadaan saat ini
Penentuan derajat asma
 Intermitent : episode gejala asma <6x/tahun, jarak antara gejala >6
minggu
 Persisten
 Ringan : episode gejala asma >1x/bulan, <1x/ minggu
 Sedang : episode gejaa asma >1x/minggu, namun tidak setiap hari

 Berat : hampir setiap hari


Tahapan penegakan diagnosis asma
 Diagnosis kerja
 Diagnosis klasifikasi kekerapan
 Diagnosis derajat kendali
TATALAKSANA
 Tujuan :
 aktifitas pasien berjalan normla
 Gejala tidak timbul siang maupun malam hari
 Kebutuhan obat seminimal mungkin dan tidak ada serangan
 Efek samping dicegah atau sesedikit mungkin
Reviewing response and adjusting treatment
 How often should asthma be reviewed?
 1-3 months after treatment started, then every 3-12 months
 During pregnancy, every 4-6 weeks
 After an exacerbation, within 1 week
 Stepping up asthma treatment
 Sustained step-up, for at least 2-3 months if asthma poorly controlled
 Important: first check for common causes (symptoms not due to asthma, incorrect inhaler technique, poor adherence)
 Short-term step-up, for 1-2 weeks, e.g. with viral infection or allergen
 May be initiated by patient with written asthma action plan
 Day-to-day adjustment
 For patients prescribed low-dose ICS/formoterol maintenance and reliever regimen*
 Stepping down asthma treatment
 Consider step-down after good control maintained for 3 months
 Find each patient’s minimum effective dose, that controls both symptoms and exacerbations

*Approved only for low dose beclometasone/formoterol and low dose budesonide/formoterol
GINA 2016
Obat pengendali asma
 Steroid inhalasi
 LABA + steroid asma
 Antileukotrien
 Teofilin lepas lambat
 Anti igE
SERANGAN ASMA
 Episode peningkatan yang progresif perburukan dari gejala batuk,
sesak nafas, wheezing, rasa dada tertekan
PATOFISIOLOGI
TERIMA KASIH
MOHON ASUPAN