You are on page 1of 26

ATOM dan RADIASI

Liena Sofiana, S.KM, M.Sc


FISIKA ATOM DAN RADIASI
• Atom adalah:
→ bagian terkecil suatu elemen yang mengambil
bagian dalam suatu reaksi kimia
→ Suatu partikel netral
→ Tdk mengandung kelebihan muatan listrik positif
maupun negatif (muatan listrik + dan – harus
seimbang)
Model-Model Atom
1. Model atom Thomson
Atom bagaikan bola yang mengandung muatan +
tersebar secara merata di seluruh volume bola,
elektron yg bermuatan – berkeliaran didalam bola
yg bermuatan +.

2. Model atom Rutherford


Bagian luar suatu atom dibatasi oleh elektron,
sedangkan bagian tengah terdapat inti bermuatan
+, sehingga ada gaya tarik antara inti dan elektron
3. Model atom Niels Bohr
Hampir sama dengan model Ruthreford, hanya saja berbeda
dalam hal gerakan dan lintasan elektron. Menyatakan
bahwa:
 Elektron dlm gerakanya mengelilingi inti hanya mungkin
apabila memiliki momentum sudut sbesar: L = nh
n : bilangan kuantum dasar 1,2,3,4 dst
h : konstanta Planck 6,626x10¹⁴ Js

 Elektron dpt berpindah dari lintasan satu ke lainnya


sambil memancarkan/menyerap energi berupa
gelombang elektro magnetik sebesar
∆E = hf
∆E : perbedaan energi antara kedua lintasan
f : frekuensi gelombang elektromagnetik yang
dipancarkan atau diserap
Inti Atom dan Radioaktivitas
• Rutherford  inti atom terdiri dari proton (muatan +) saja, shg
ada ketidakcocokan dengan berat atom. Karena berat atom
akan mjd kira2 setengah dari berat atom yg diamati

Sehingga…..

• Para ahli berpendapat  inti atom terdiri dari sejumlah proton


dan neutron. Jumlah proton (Z) sama dengan jumlah elektron
mengelilingi inti. Jika jumlah neutron dinyatakan dengan N,
maka seluruh nucleon (inti) dpt dinyatakan sbb:
A = Z+N
RADIOAKTIF
• Inti radioaktif : unsur inti atom yang mempunyai sifat
memancarkan sinar alfa, beta atau gamma.
1. Sinar Alfa
– Merupakan partikel yg dipancarkan oleh inti
yg terjadi dari 4 macam nucleon, yaitu 2
proton 2 neutron.
– Mempunyai daya tembus yg sangat kecil
sehingga pemakaiannya sangat terbatas dlm
radioterapi
2. Sinar Beta
– Merupakan partikel yg dilepas/terbentuk pd
suatu nucleon inti
– Partikel beta dpt berupa elektron bermuatan
negatif, bermuatan positif atau elektron cuptur
(penangkap elektron)
– Sinar beta menyebabkan atom yg dilaluinya
mengalami kenaikan tingkat energi (pengion)
3. Sinar Gamma
– Merupakan hasil disintegrasi inti atom.
– Inti atom yg mengalami disintegrasi dg memancarkan
sinar alfa akan terbentuk inti baru dg memiliki energi
yg agak tinggi.
– Sinar gamma = sinar-X
4. Sinar-X
– Merupakan sinar katoda & termasuk gelombang
elektomagnetik.
– Karakteristik sinar-X:
a. Menghitamkan plat potret (film)
b. Mengionisasi gas
c. Menembus berbagai zat
d. Merusak jaringan
IONISASI DAN JENIS RADIASI
IONISASI
• Energi radiasi dpt mengeluarkan elektron dr inti atom,
sisa atom menjadi muatan positif  ion positif
• Elektron yg dikeluarkan itu dpt tinggal bebas atau
mengikat atom netral lainnya dan membentuk ion
negatif.

• Peristiwa pembentukan ion positif & negatif 


IONISASI
• Melalui proses ionisasi, jaringan tubuh akan mengalami
kelainan /kerusakan pd sel2 tubuh.
• Ionisasi di udara dpt dijadikan sbg dasar sistem
pengukuran dosis radiasi
JENIS RADIASI
• Tidak semua radiasi dapat menimbulkan radiasi
• Berdasarkan ada tidaknya ionisasi, radiasi terbagi dlm:
1. Radiasi yang tdk menimbulkan ionisasi, jenis
gelombang atau sinar nya adalah:
a) Sinar ungu ultra
b) Sinar merah ultra
c) Gelombang ultrasonik

biasanya dipakai pd bagian/unit pusat


rehabilitasi & tdk digunakan di bagian
radioterapi, kecuali gelombang ultrasonik
dipakai di unit rontgen untuk tujuan diagnostik
2. Radiasi yang dapat menimbulkan ionisasi:
a) Sinar alfa
b) Sinar beta
c) Sinar gamma
d) Sinar-X
e) Proton
Energi Radiasi
• Radiasi mempunyai energi
• Pertukaran antara energi radiasi dan materi tdk terjadi
secara kontinyu, melainkan berlangsung melalui satuan
energi yang disebut kwantum.
• Kwantum energi radiasi (E) suatu gelombang
elektromagnetik (sinar gamma & X) sama dgn konstanta
dikalikan dgn frekuensi radiasi
E = h x f  f = C/panjang gelombang

h= 6,6210ˉ²⁷
C= 310¹⁰
RADIASI PENGION TERHADAP SISTEM
BIOLOGIK

• Radiasi Pengion  radiasi sinar-X atau sinar


gamma.
• Untuk mengetahui efek radiasi pengion perlu
mengetahui beberapa satuan yg digunakan
dlm radiasi.
Satuan Dosis dalam Radiasi Pengion
• Pada awalnya dosis yg digunakan adalah dosis
arithema, yaitu  banyaknya radiasi sinar-X
yang menyebabkan kulit kemerahan.
• Satuannya adalah roentgen (R)  Satuan dari
banyaknya radiasi.
• Roentgen (R) adalah banyaknya radiasi sinar-X
atau sinar gamma yg menimbulkan ionisasi di
udara pada 0,001293 gram udara sebanyak
satu-satuan muatan elektrostatis.
• Radiasi sinar-X atau gamma yang mengenai suatu areal
tertentu dikenal dgn nama satuan rap (roentgen area product).
1 rap sama dgn radiasi 100 R pada setiap cm²
jadi 1 rap = 100 Rcm²

• 1 rad  sbg dosis penyerapan energi radiasi sebanyak 100


erg bagi setiap gram benda/jaringan
1 rad = 100 erg/g = 0,01 Joule/Kg jaringan

• Gray (Gy)  sbg dosis SI yaitu 1 Gy sbg dosis radiasi apa


saja yang menyebabkan penyerapan energi 1 joule pada 1
Kg zat penyerap
1 Gy = 1 J/Kg = 10⁷ erg/Kg = 100 rad
Satuan yang menekankan pada efek
biologis dari pada radiasi pengion:
1. RBE (Relative Biological Fffectiveness)
– Adalah perbandingan dosis sinar-X 250 KV dengan dosis radiasi lain
yang memberikan efek biologis yang sama.
– Misal efek biologis dari 100 rad suatu radiasi sama dengan 300 rad
250 KV sinar-X
Maka REB suatu radiasi adalah 3

2. REM (Rad Equivalent Man)


– Menyatakan banyaknya ekuivalen dosis, yaitu sebagai radfactor
kualitas dari radiasi, sedangkan faktor kualitas berkaitan dengan
RBE, maka :
Dosis dalam REM = dosis dalam radRBE
– Satuan REM dipakai dalam proteksi radiasi, RBE pada radioterapi
EFEK BIOLOGIS YANG TIMBUL OLEH
RADIASI PENGION
• Akibat dari radiasi pengion  efek biologis
• Efek biologis dibagi mjd 2 yaitu efek somatis dan efek
genetic.
• Pembagian ini berdasarkan atas kerusakan sel jaringan
yg ditimbulkan oleh radiasi pangion tsb.

• Di dalam sel akan terjadi 2 efek yang merusak, yaitu


efek ionisasi dan efek biokomia
• Efek ionisasi  pada sel2 terionisasi akan
memancarkan elektron pd struktur ikatan kimia dg
akibat terpecahnya molekul2 dari sel sehingga terjadi
kerusakan sel.
• Efek biokimia  karena jaringan sebagian
besar terdiri dari air, radiasi pengion akan
menyebabkan molekul2 air terpecah menjadi
ion H⁺ dan OH yang sangat mudah mengalami
reaksi kimia.
Berikut adalah beberapa kelainan pada tubuh
akibat radiasi pengion (efek somatic) :

1. Kulit  timbul dermatitis akut, dermatitis


khronika dan dermatitis akut
2. Mata  timbul konjungtivitis dan keratitis. Lensa
mata sangat radiosensitive, shg penyinaran 400-
500 rad dpt menimbulkan katarak.
3. Alat kelamin  dosis 600 rad menimbulkan
sterilisasi (testis lebih sensitive dibanding ovum).
Dosis rendah dpt menimbulkan mutasi gen &
kelainan pada keturunan. Pada wanita hamil
terjadi kematian janin atau kelainan.
4. Paru-paru  batuk, sesak nafas, nyeri dada
5. Tulang  gangguan pertumbuhan tulang dan
osteoporosis
6. Saraf  myelitis dan degenerasi jaringan
otak
7. Penyakit radiasi  demam, rasa lemah,
kurang nafsu makan, nausea (mual), nyeri
kepala dan mencret
8. Efek genetic  terjadi mutasi gen
diperkirakan pada dosis 25-150 REM
TERAPI RADIASI
• Prinsip dasar terapi radiasi “ menimbulkan kerusakan pd
jaringan tumor sebesar mungkin, dengan kerusakan seminimal
mungkin pd jaringan normal di sekitar tumor”.

• Dalam melakukan terapi radiasi, perlu diperhatikan faktor2


sbb:
1. Jenis radiasi = sinar X voltage, uranium dsb
2. Jenis sel nya = sel-sel embrional atau bukan
3. Lingkungan sel = apakah terjamin adanya penyaluran
darah disekitar sel tsb atau tidak
4. RBE = RBE sangat tinggi (>1) mempunyai kemampuan
mematikan sel lebih besar.
1. Perencanaan Terapi Radiasi
a. Menetapkan letak dan luas tumor
 Dapat diraba atau di foto roentgen terlebih dahulu
agar benar dalam penyinaran.
 Klasifikasi radio terapi:
1) Terapi voltage rendah : 50 KV Daerah kulit
2) Terapi voltage menengah : 100-140 KV
3) Terapi voltage tinggi : 200-400 KV  dibawah kulit
4) Terapi super voltage : >> 1000 KV  jauh dibawah kulit
(ovarium dll).
b. Teknik penyinaran dan distribusi dosis
c. Toleransi jaringan sehat
2. Metode Radioterapi
1. Radioterapi jarak jauh  menggunakan sinar
X dengan super voltage, dimana sumber
radiasi berada diluar tubuh
2. Radioterapi jarak dekat
3. Penggunaan radioisotope  mengikuti
peredaran darah (kanker thyroid)
Tindakan/usaha yang diperlukan untuk
mencegah radiasi terhadap petugas :

1. Penderita harus tinggal dalam satu ruangan khusus


2. Perawat jangan terlalu lama berdekatan dengan
sumber radiasi
3. Pada waktu membersihkan penderita, jangan terlalu
dekat dengan sumber radiasi
4. Mengenakan pakaian pelindung
5. Kotoran penderita harus ditampung pada suatu
tempat dan dibuang pada tempat ttt