You are on page 1of 14

ABSES OTAK

PENDAHULUAN

Abses otak adalah kumpulan nanah yang terbungkus


oleh suatu kapsul dalam jaringan otak yang disebabkan
karena infeksi bakteri atau jamur. Abses otak biasanya
akibat komplikasi dari suatu infeksi, trauma atau tindak
pembedahan. Keadaan-keadaan ini jarang terjadi,
namun demikian insiden terjadinya abses otak sangat
tinggi pada penderita yang mengalami gangguan
kekebalan tubuh (seperti penderita HIV positive atau
orang yang menerima transplantasi organ). Disebut juga
Cerebral abscess; CNS abscess
EPIDEMIOLOGI

Angka kejadian yang sebenarnya dari


abses otak tidak diketahui. Laki-laki lebih
sering dari pada perempuan dengan
perbandingan 2:1.
ETIOLOGI
Berbagai mikroorganisme dapat ditemukan pada abses otak, yaitu

1. bakteri

Bakteri yang tersering adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus


anaerob, Streptococcusbeta hemolyticus, Streptococcus alpha
hemolyticus, E. coli dan Baeteroides. Abses oleh Staphylococcus
biasanya berkembang dari perjalanan otitis media atau fraktur kranii. Bila
infeksi berasal dari sinus paranasalis penyebabnya adalah Streptococcus
aerob dan anaerob, Staphylococcus dan Haemophilus influenzae. Abses
oleh Streptococcus dan Pneumococcus sering merupakan komplikasi
infeksi paru. Abses pada penderita jantung bawaan sianotik umumnya
oleh Streptococcus anaerob.
2. Jamur
Jamur penyebab abses otak antara lain Nocardia
asteroides, Cladosporium trichoides dan spesies
Candida dan Aspergillus.
3. Parasit
Walaupun jarang, Entamuba histolitica,suatu parasit
amuba usus dapat menimbulkan abses otak secara
hematogen.Kira-kira 6¬2% abses otak disebabkan oleh
flora campuran, kurang lebih 25% abses otak adalah
kriptogenik (tidak diketahui sebabnya).
PATOFISIOLOGI

Abses otak pada umumnya berkembang dari invasi oleh


infeksi lokal, penyebaran bersifat hematogenesis atau
trauma. Akan tetapi berdasarkan dalam suatu penelitian,
sebanyak 63% dari kasus tidak memiliki infeksi
pencetus. Pada kasus infeksi kepala dan leher abses
otak terjadi sebagai akibat dari infiltrasi lokal suatu
bakteri. Abses berkembang dari infeksi lokal apabila
tidak dirawat. Selanjutnya lokasi abses sering
dihubungkan dari lokasi infeksi primernya
Secara histologi proses pembentukan abses
otak dibagi dalam 4 fase dalam waktu 2
minggu untuk terbentuknya kapsul abses
1. Early cerebritis (hari 1-3)
2. Late cerebritis ( hari 4-9)
3. Early capsule formation (hari 10-13)
4. Late capsule formation (hari 14 atau
lebih)
GEJALA
MUAL

PERUBAHAN
KEPRIBADIAN MUNTAH

GEJALA

RASA
KEJANG NGANTUK

SAKIT
KEPALA
PEMERIKSAAN RADIOLOGI
TANPA KONTRAS
(FOTOPLAS)

KONVENSIONAL
DENGAN
KONTRAS
(POSITIF /
NEGATIF)
CT SCANNIG

PEMERIKSAAN
RADIOLOGI

MRI

RADIOISOTOP
PENGOBATAN

Kebanyakan abses otak berhubungan dengan


higiene mulut yang buruk, infeksi sinus yang
kompleks atau gangguan sistem kekebalan
tubuh. Oleh karena itu, pencegahan yang
terbaik adalah menjaga dan membersihkan
rongga mulut dan gigi yang baik serta secara
teratur mengunjungi dokter gigi. Infeksi sinus
diobati dengan dekongestan dan antibiotika
yang tepat.
Target terapi adalah :

1.Menghilangkan proses infeksi dengan


operasi (aspirasi ataupun eksisi) dan
antibiotika.
2.Mengurangi efek massa akibat nekrosis
jaringan otak dan edema otak di
sekitarnya. Serial CT scan dikerjakan
untuk menilai hasil terapi. Enhancement
akan menghilang dalam 3 - 4 bulan, tetapi
bisa hingga 8 bulan.
Ada 2 pendekatan yang dilakukan
dalam terapi abses otak, yaitu:

1. Antibiotika untuk mengobati infeksi. Jika diketahui infeksi


yang terjadi disebabkan oleh bakteri yang spesifik, maka
diberikan antibiotika yang sensitif terhadap bakteri
tersebut, paling tidak antibiotika berspektrum luas untuk
membunuh lebih banyak kuman penyakit. Antibiotik
seperti penisilin, nafsilin, metronidazol, dan
sefalosporin.Paling sedikit antibiotika diberikan sebanyak
6 hingga 8 minggu untuk meyakinkan bahwa infeksi
telah terkontrol.
2) Aspirasi atau pembedahan untuk mengangkat jaringan abses.
Jaringan abses diangkat atau cairan nanah dialirkan keluar
tergantung pada ukuran dan lokasi abses tersebut. Jika lokasi

abses mudah dicapai dan kerusakan saraf yang ditimbulkan tidak


terlalu membahayakan maka abses diangkat dengan tindakan
pembedahan. Pada kasus lainnya, abses dialirkan keluar baik
dengan insisi (irisan) langsung atau dengan pembedahan yaitu
memasukkan jarum ke lokasi abses dan cairan nanah diaspirasi
(disedot) keluar. Jarum ditempatkan pada daerah abses oleh ahli
bedah saraf dengan bantuan neurografi stereotaktik, yaitu suatu
tehnik pencitraan radiologi. Keberhasilan pengobatan dilakukan
dengan menggunakan MRI scan atau CT scan untuk menilai
keadaan otak dan abses tersebut. CT scan atau MRI dilakukan
tiap 2 minggu. Antikonvulsan diberikan untuk mengatasi kejang
dan penggunaannya dapat diteruskan hingga abses telah berhasil
diobati