You are on page 1of 14

MOTOR NEURON

DISESASE

Dr. Moch. Bahrudin, Sp.S


Gangguan Traktus Piramidalis
memberikan kelumpuhan tipe UMN
yang ditandai :

 parese/paralisis
 spastis
 Hipertoni
 hiperrefleksi
 klonus
 refleks patologis positif
 tak ada atrofi
Gangguan pada LMN ditandai :

 Lumpuh / Parese
 Arefleksi
 Tak ada refleks patologis
 Atrofi
POLA
Kelainan Traktus Piramidalis setinggi :

 Hemisfer : hemiparesi tipika

 Setinggi batang otak : hemiparese alternans.

 Setinggi medulla spinalis cervicalis : tetraparese

 Setinggi medulla spinalis thorakalis : paraparese


Penyakit neuromuskular sifat kelumpuhanya adalah
LMN (lower motor neuron ). Untuk itu yang pertama kali
kita pikirkan bila kita mencurigai pasien dengan penyakit
neuromuskular adalah memastikan bahwa kelainan pada
pasien tersebut bukan UMN (upper motor neuron).
Untuk memperjelas perbedaan antara lesi LMN dan
UMN dapat dilihat pada table dibawah ini :

UMN LMN
Bentuk kelumpuhan Hemiparesis, Kelemahan pads otot
quadriparesis, paraparesis. tertentu sesuai distribusi
radiks atau pleksus
Atrofi Disuse atrophy (muncul Atrophy akibat denervase
belakangan dan tidak (muncul lebih cepat dan
terlalu jelas) lebih jelas)
Fasikulasi dan fibrilasi +
Refleks fisiologis Meningkat Menurun atau hilang
Klonus +
Tonus Hipertonus Hipotonus
Refleks patologis +
Untuk membedakan secara klinis masing-masing jenis
penyakit neuromuscular seperti tersebut diatas dapat dilihat
ciri-ciri klinis pada masing-masing gangguan seperti : Kornu
anterior, radiks, saraf perifer, myoneural junction, dan otot
sebagai berikut :

Kornu radiks Saraf Myoneural otot


anterior tepi junction

Kelumpuhan + + + + +
Atrofi ++ + + + +
Ganguan - + ++ - -
sensibilitas

Nyeri - + + - + (kecuali polio)


Unilateral - (kecuali + (kecuali + - -
polio) GBS)

Bilateral ++ (kecuali - + - +
polio)

Fasikulasi ++ - - - +
CPK Meningkat - - - - ++
Selain cirri – ciri diatas sebaiknya dianamnesa dan
diperiksa lebih teliti lebih teliti mengenai penyakit
pasien dengan cara :
1. Menanyakan ada tidaknya riwayat trauma baik pada
ekstremitas, leher maupun pinggang.
2. memastikan pola kelemahannya.
Kelainan miogen, kelemahan lebih dominan di proximal.
Sedangkan kelainan neurogen seperti polineneuropati di distal.
3. Memeriksa gangguan sensorik
Mintalah pasien untuk melokalisasi gejala sensorik yang
dirasakannya.
POLA SENSORIK
4. Menanyakan pada pasien apakah pasien merasakan
kedutan otot (fasikulasi) dan kram?
Gejala ini sering dijumpai pada kelainan motor
neuron dan kelainan miogen.
5. Memstikan adanya nyeri
Nyeri mungkin berhubungan dengan kelainan
struktur muskuloskeletal seperti HNP, trauma pleksus.
Atau mungkin juga kelainan neuropatik.
6. Mencari gangguan otonom?
Gangguan BAB dan BAK, gangguan penglihatan,
impotensi, anhidrosis, ortostatik dizziness.