You are on page 1of 14

MANGGA (MANGIFERA INDICA)

Sekilas Tentang Mangga


• Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri


dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama
ilmiahnya adalah Mangifera indica.
• Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang
struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok
arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai
tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai
tinggi 10-40 m.
• ,mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya
semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula
dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:

• Plantae
Filum:

• Magnoliophyta
Kelas:

• Magnoliopsida
Ordo:

• Sapindales
Famili:

• Anacardiaceae
Genus:

• Mangifera
Spesies:

• M. indica

SePuluh Produsen Mangga Teratas tahun 2007
SUMBER:WIKIPEDIA

Negara Produksi dalam Ton Catatan


India 13.501.000 F
Republik Rakyat Cina 3.752.000 F
Meksiko 2.050.000 F
Thailand 1.800.000 F
Pakistan 1.719.180 F
Indonesia 1.620.000 F
Brasil 1.546.000 F
Filipina 975.000 F
Nigeria 734.000 F
Vietnam 370.000 F
Dunia 33.445.279 A
BUDIDAYA MANGGA SECARA
UMUM
• VARIETAS
Varietas yang bernilai jual tinggi antara lain Gadung 21
atau Arumanis 143. Varietas lainnya adalah Manalagi 69,
Lalijiwo, Chokanan dan Golek 31.

 

• PERSIAPAN LAHAN
Lubang tanam dibuat 1-2 bulan sebelum tanam,ukuran 1
m x 1m x 1 m dan jarak tanam 6 m x 8 m. Dua minggu
sebelum pelaksanaan tanam, tanah galian dimasukkan
kembali ke dalam lubang tanam dengan campur pupuk
kandang dengan perbandingan 1 : 1. Akan lebih optimal
siram SUPERNASA (0,5 sdm / + 5 lt air/pohon).


• PENANAMAN
Penanaman di awal musim hujan. Sebelum bibit ditanam
kantong plastik dilepas. Kedalaman tanam + 15-20 cm
diatas leher akar dan tanah disekitar tanaman ditekan ke
arah tanaman agar tidak roboh. Tanaman diberi naungan
dengan posisi miring ke barat dan selanjutnya dikurangi
sedikit demi sedikit
• PEMUPUKAN
Pupuk Kandang (PK) diberikan 1 kali pada awal musim
hujan. Caranya dibenamkan disekitar pohon selebar tajuk
tanaman atau menggali lubang pada sisi tanaman. Mangga
umur 1 – 5 tahun diberi 30 kg PK, umur 6 – 15 tahun diberi
60 kg PK.
• PENDANGIRAN
Dilakukan 2 kali dalam setahun pada awal dan akhir musim
hujan, dengan membalik tanah (pembumbunan) di sekitar
kaca tanaman agar patogen yang ada dalam tanah mati.


• MULCHING (MULSA)
Pemberian mulsa di akhir musim hujan, menggunakan
jerami / sisa-sisa bekas pangkasan / tanaman sela.

• PENGENDALIAN GULMA
Pengendalian gulma dilakukan minimal 3 kali setahun.
HAMA DAN PENYAKIT

• PENGGEREK CABANG (Rhitydodera simulans)


 Satu persatu daun menguning kemudian rontok. Kerontokan daun
hanya terjadi pada cabang bagian atas, cabang lainnya tampak sehat tidak
ada tanda-tanda daun gugur. Pagi harinya cabang yang terserang patah
bukan karena tiupan angin, ternyata cabang yang patah terdapat bekas
gerekan ulat di dalam jaringan kayu sehingga nampak seperti terowongan.
Hasil pembelahan pada cabang tersebut didapati seekor ulat sedang
menggerek jaringan kayu didalam cabang/ranting.
Itulah perilaku ulat penggerek cabang/ranting yang sedang beraksi
menggerek cabang.

- Ciri-ciri cabang terserang

Terdapat bekas lubang gerekan pada cabang.


Selama ulat menggerek sebelum kerusakan lanjut daun belum berguguran,
setelah gerekan meluas kerontokan daun mulai terjadi ditandai dengan
menguningnya daun terlebih dahulu.
Secara sepintas tidak kelihatan terserang karena cabang nampak mulus,
manakala cabang dipotong dan dilakukan pembelahan terdapat
terowongan didalam jaringan kayu dan terlihat ulat yang sedang
menggerek bagian dalam cabang/ranting. Bekas lubang gerekan terlihat
dari luar dengan ditandai dengan kotoran ulat.

• Pengendalian
 pengendalian yang dilakukan adalah
dengan memotong cabang/ranting yang
terserang dan lakukan pembelahan sampai
ditemukan ulat, selanjutnya ulat
dimusnahkan atau dikoleksi sebagai
spesimen. Apabila jumlah populasi tanaman
banyak (perkebunan yang luas) usaha
pengendalian dapat dilakukan dengan
meng-infus tanaman menggunakan cairan
pestisida atau menggunakan pestisida
secara sistemik dengan cara ditaburkan
disekeliling tanaman seperti layaknya
memupuk, namun alternatif ini dilakukan
apabila populasi serangan melebihi ambang
pengendalian
ANTRAKNOSA

• Antraknosa menyerang ranting dan daun.antraknosa


pada daun membentuk bercak-bercak oval atau tak
teratur berwarna coklat.bercak dapat terjadi pada
ujung daun,tepi daun,atau tengah daun.kalau udara
lembap bercak akan berkembang cepat dan
membentuk nekrosis memanjang.
• Daun yang masih muda,mudah sekali terserang
antraknosa.yang terserang ,tangkai daun berubah
menjadi kering,akhirnya rontok sebelum waktunya
dan meninggalkan bekas luka hitam pada
ranting.gejala terlihat,ujung ranting terjadi nekrosis
berwarna hitam,selanjutnya ujung ranting
mongering dari ujung menuju ke bagian
bawah.daun-daun rontok,ranting tidak berdaun dan
akhirnya menjadi hitam dan kering. Pada tanaman
muda serangan antraknosa membuat tanaman bias
mati kering.pada tanaman dewa serangan itu hanya
membuat ranting dan cabang muda mati kering.
Pengendalian
Serangan antraknosa dapat dicegah dan

dikendalikan dengan perlakuan sbb:


• -setelah panen,buah mangga dicuci bersih,lalu
dikeringkan dengan kain lap yang bersih.
• -kalau pohon terlalu rimbun atau rapat,sebaiknya
daunnya dikurangi dengan pemangkasan.
• -ketahanan pohon mangga dapat ditingkatkan
dengan cara pemupukan yang cukup

PENGGEREK PUCUK(Clumetia transversa)

• Penggerek Pucuk, Tip Borer (Clumetia


transversa)family gelechidae,ordo
Lepidoptera,merusak pucuk mangga yang
masih muda,dan kadang-kadang
menyerang rangkaian bunga, Ulat ini
menggerek pucuk yang masih muda
(flush) dan malai bunga dengan
mengebor/menggerek tunas atau malai
menuju ke bawah. Tunas daun atau malai
bunga menjadi layu, kering akibatnya
rusak dan transportasi unsur hara terhenti
kemudian mati.Serangga dewasa berupa
kupu-kupu bersayap kelabu mengkilat di
bagian muka dan berwarna lebih muda di
• Pengendalian
• kerak atau celah mangga sering dibersihkan
agar jangan dipakai untuk
berkepompong.begitu pula tanah di sekitar
pohon,dijaga kebersihannya.
• secara bilogis dapat menggunakan musuh
alaminya,yaitu sejenis serangga dari genus
chelonus
• secara kimia dapat dikendalikan dengan
insektisida yang mengandung 0,5% timbale
arsenat.penyemprotan dilakukan setiap 3-4
hari sekali selama tiga kali atau menrut
keadaan.
• cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar,
pendangiran untuk mematikan pupa,
penyemprotan dengan insektisida sistemik