You are on page 1of 14

Arterial Content

Oxygen Delivery and Oxygen


Consumption
Delivery Oxygen (DO2)
• DO2 adalah sejumlah oksigen yang dikirimkan ke jaringan per
menit. Dalam kondisi istirahat dengan distribusi normal curah
jantung (Cardiac Output) dapat memenuhi kebutuhan oksigen
total jaringan (VO2) secara adekuat dan memastikan bahwa
metabolisme aerobik dipertahankan.
• DO2 biasanya dinyatakan dalam ml min-1 yang merupakan
produk dari total aliran darah atau cardiac output (CO) dan
kandungan oksigen darah arteri (Cao2).

DO2 = CO x Cao2
• Berikut rumus untuk menghitung jumlah Cao2 :

Cao2 = (k1 x Hb x SaO2) + (k2 x PaO2)

• Dari rumus tersebut dapat dilihat Cao2 sangat bergantung dengan


hemoglobin dan Saturasi oksigen arteri dan tekanan parsial oksigen pada
arteri.
• Pada keadaan sehat, >98% oksigen terikat pada Hb. Kapasitas oksigen yang
terikat dengan Hb diwakili oleh k1 kadang-kadang disebut sebagai
konstanta Hüfner.
• Dalam teori, setiap gram Hb mengikat 1.39 ml oksigen. Dalam praktinya,
bentuk abnormal dari Hb seperti karboksihemoglobin dan methemoglobin
dapat mengurangi kapasitas oksigen yang terikat dengan Hb menjadi 1.31
ml/g. Kelarutan oksigen dalam plasma ditentukan oleh koefisien kelarutan
oksigen pada suhu tubuh (k2; 0.23 ml/l/kPa ) dan tekanan parsial oksigen
arteri (PaO2).
Oxygen Consumption (VO2)
• VO2 adalah jumlah volume oksigen yang dikonsumsi oleh jaringan per
menit.
• Pengukuran VO2 kadang-kadang digunakan untuk mengakses kecukupan
dari DO2. Diasumsukan bahwa jika DO2 tidak memadai maka VO2 menjadi
supply-dependent. VO2 dapat diukur secara langsung dari konsentrasi
oksigen inspirasi dan ekspirasi campuran serta volume ekspirasi permenit
atau berasal dari curah jantung (CO) dan kandungan oksigen arteri dan
vena.
• Perhitungan dari curah jantung dan kandungan perbedaan arterial-mixed
venous oxygen mudah dan dapat dilakukan dengan menggunakan kateter
arteri pulmonal. Berikut The reverse/inverse Fick principle :

VO2 = CO x (Cao2 - Cvo2)


• Cvo2 merupakan kandungan oksigen dalam darah vena yang menyerupai darah arteri kecuali

saturasi oksigen pada Hb dan tekanan parsial oksigennya diukur dari darah vena. Sehingga

dirumuskan dalam persamaan berikut :

Cvo2 = (k1 x Hb x SvO2) + (k2 x PvO2)

• Rasio antara jumlah oksigen yang dikonsumsi (VO2) dengan pengiriman oksigen (DO2)

menggambarkan fraksi oksigen yang diambil oleh jaringan kemudian terkirim sampai ke

mikrosirkulasi yang disebut sebagai rasio ekstraksi oksigen (OER).

OER = VO2 / DO2

• OER normal 0.2 – 0.3, menunjukan bahwa hanya 20-30% dari oksigen yang dikirim (DO2) yang

digunakan. Cadangan kapasitas ini memungkinkan tubuh untuk mengatasi DO2 yang menurun

tanpa mengganggu respirasi secara aerobik dan VO2 pada awalnya. OER bervariasi antar

organ. Jantung memiliki OER yang tinggi (~0.6) sehingga secara khusus sensitif terhadap

reduksi atau pengurangan pengiriman oksigen di arteri koronaria.


Hubungan antara pengiriman dan konsumsi oksigen
Kurva Disosiasi
• Kurva disosiasai oksigen adalah kurva yang
menggambarkan hubungan antara saturasi oksigen atau
kejenuhan hemoglobin terhadap oksigen dengan tekanan
parsial oksigen pada ekuilibrium yaitu pada keadaan suhu
37oC, pH 7.40 dan Pco2 40 mmHg.
• Kurva Disosiasi Oksigen yang berbentuk sigmoid ini
secara fisiologis menguntungkan karena bagian puncak
kurva yang mendatar memungkinkan jumlah oksigen
arteri tetap tinggi dan stabil walaupun terjadi perubahan
tekanan parsial oksigen. Sebaliknya bagian tengah dari
kurva yang terlihat curam memungkinkan penglepasan
oksigen dengan mudah pada perubahan tekanan parsial
oksigen yang kecil.
• Kurva oksihemoglobin tergeser kekanan apbila pH darah
menurun atau PC02 meningkat. Dalam keadaan ini pada P02
tertantu afinitas hemoglobin terhadap oksigen berkurang
sehingga oksigen dapat ditranspor oleh darah berkurang.
Pergaseran kurva sedikit kekanan akan membantu pelepasan
oksigen kejaringan-jaringan. Pergeseran ini dikenal dengan
nama Efek bohr.
• Sebaliknya, penigkatan pH darah (alkalosis) atau penurunan
PCO2, suhu, dan 2,3- DPG akan menyebabkan pergeseran kurva
disosiasi oksihomoglobin kekiri. Pergeseran kekiri menyebabkan
peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen. Akibatnya
uptake oksigen dalam paru-paru meningkat apabila terjadi
pergaseran kekiri, tetapi pelepasan oksigen ke jaringan-jaringan
terganggu.
Efek Bohr
 Efek Bohr ialah pengaruh Karbon dioksida terhadap kurva
oksigen terlarut dari darah. Pergeseran kurva ke sebelah
kanan berarti suatu pengurangan dalam afinitas dari
hemoglobin untuk oksigen.
 Efek Bohr ialah sifat dari hemoglobin yang pertama kali
digambarkan oleh psikologis Denmark Christian Bohr pada
1904, yang menyatakan bahwa dalam persentasi karbon
dioksida, keafinitasan oksigen untuk pigmen respirasi
disosiasi, yaitu hemoglobin; karena efek bohr, peningkatan
level karbon dioksida dalam darah atau penunrunan pH
menyebabkan hemoglobin bergabung dengan oksigen
dengan afinitas lemah.