You are on page 1of 38

1

Oleh : Dr. Azwar Djauhari MSc


Disampaikan pada :
Kuliah METODE PENELITIAN
Tahun Ajaran 2014 /2015
Program Studi Pendidikan Dokter
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

UNIVERSITAS JAMBI

10/28/2014
2
1. Desain Penelitian
2. Studi Deskriptif
3. Studi Cross Sectional
4. Studi Kasus Kontrol
5. Studi Kohort
6. Studi Eksperimen
7. Uji Klinis.
 Rencana penelitian yang disusun sedemikian
rupa sehingga peneliti dapat memperoleh
jawaban terhadap pertanyaan penelitian.

 Luas ;  mencakup berbagai hal yang


dilakukan peneliti, mulai dari identifikasi
masalah, perumusan hipotesis,
operasionalisasi hipotesis tersebut sampai
analisis data.  Proporsal Penelitian.

 Sempit :  mengacu pada jenis atau macam


penelitian yang dipilih untuk mencapai
tujuan penelitian  sebagai alat dan
pedoman mencapai tujuan
Kegunaan :
1. Sarana bagi penelitian guna memperoleh
jawaban atas pertanyaan penelitian\
2. Alat kontrol pelbagai variabel yg berpengaruh
pada penelitian.
Hal hal yang perlu diingat sebelum menentukan
desain :
1. Intervensi atau observasi.
2. Bila observasi :  sewaktu atau follow up
3. Prospektif atau retrospektif.
Jenis penelitian yang satu tidak lebih baik dari yang
lain, karena jenis penelitian berhubungan erat
dengan tujuan penelitian yang ditentukan.
KLASIFIKASI JENIS PENELITIAN
a. Berdasarkan ruang lingkup :
 Penelitian klinis  Lapangan  
Laboratoris
b. Berdasarkan waktu :
 Peneltian transversal  Penelitian
longitudinal
c. Berdasarkan substansi :
 Penelitian dasar  Penelitian
terapan
KLASIFIKASI DISAIN PENELITIAN
d. Berdasarkan ada tidaknya analisis
hubungan antar variabel :
• Penelitian deskriptif  Penelitian analitik

e. Desain khusus :
• Uji Diagnostik
• Analisis Kesintasan ( survival analysis )
• Meta Analisis
Penelitian deskriptif ????
 Penelitian analitik ?????
PENELITIAN DESKRIPTIF
 Deskripsi mengenai fenomena yang ditemukan
( faktor resiko, dan efek ). Yaitu : apa, berapa,
kapan, dimana tidak bagaimana / mengapa

 Hasil penelitian disajikan apa adanya, peneliti


tidak menganalisis mengapa fenomena itu
terjadi, karena tidak diperlukan hipotesis 
tidak ada uji hipotesis ( uji statistik )
PENELITIAN ANALITIK
 Mencari hubungan atau perbandingan antara
variabel.

 Dilakukan analisis data yang terkumpul  perlu


hipotesis  ada uji hipotesis dan berbagai analisis
statistik lainnya.

 Sering diawali dengan deskripsi subyek penelitian


(apa, berapa, kapan, dimana ) sebelum dilakukan
analisis.( mengapa dan bagaimana )
1. Observasional
a. Studi cross sectional
b. Stdi kasus kontrol
c. Studi kohort
d. Metanalisis

2. Intervensional / Perlakuan
a. Uji Klinis
b. Intervensi / Eksperimen
 Studi deskriptif adalah studi
mengenai jumlah dan distribusi
masalah kesehatan atau paparan
terhadap faktor resiko atau
fenomena , dalam suatu populasi,
dalam hubungannya dengan orang-
orang yang terkena paparan, tempat
kejadian dan waktu terjadinya
keadaan tersebut.
 Melakukan eksplorasi deskriptif
terhadap fenomena kesehatan
masyarakat , baik yang berupa
faktor resiko maupun efek.

 Studi ini menyajikan sedeskriptif


mungkin fenomena tersebut
menurut variabel epidemiologi
( orang, tempat, waktu ) tanpa
mencoba menganalisis bagaimana
dan mengapa fenomena itu terjadi
( hanya apa, siapa, dimana dan
1. Studi angka kematian dan angka
kelahiran pada suatu daerah
tertentu
2. Studi tentang insidensi dan
prevalensi penyakit tertentudi
suatu daerah.
3. Studi tentang gambaran kematian
ibu hamil dan kematian akibat
abortus di Bangladesh
4. Studi tentang gambaran
penderita TBC Genitalia pada
1. Disain : dapat dirancang dalam beberapa
cara , sesuai dengan tujuan studi.

2. Data studi biasanya dikumpulkan :


• Saat waktu tertentu ( cross sectional
study )
• Beberapa waktu tertentu yang
direncanakan
( studi longitudinal )
• Melalui monitoring yang
berkesinambungan
( surveilens )

3. Analisa dan presentasi data studi deskriptif


dapat berupa : tabel, histogram ( bar
chart ), Kurva
Kasus PID dengan exposure terhadap STI atau IUD
pada masa lampau
Exposure ADA TIDAK ADA JUMLAH

STI

IUD
Menggambarkan karakteristik penderita ,agar dibuat hipotesa
sebab akibat yang akan diteliti lebih lanjut.
Pertanyaan :
Bagaimana karakteristik wanita yang mengalami
keguguran menurut karakteristik umur
Distribusi presentase wanita yang keguguran
menurut karakteristik tertentu ( umur )

Umur ( tahun ) Jumlah Persentase


< 18
18 - 19
20 - 24
> 24

Jumlah 100
 Keuntungan :
1. Data relatif mudah didapat
2. Biaya pengumpulan data relatif murah
3. Umumnya data sudah tersedia
4. Masalah etik minimal, karena peneliti
tidak menentukan pelayanan kesehatan
mana yang akan diterima individu.
 Kerugian :
1. Tidak ada grup pembanding, tergantung
studi-studi sebelumnya atau pendapat
ahli apakah hasil studi ini lebih baik atau
lebih buruk.
2. Pernyataan hubungan sebab akibat
harus berhati-hati.
 Disebut juga studi transversal , studi potong
lintang, studi prevalens  paling sering
dilakukan pada penelitian kedokteran dan
kesehatan
 Ialah rancangan studi observasi yang
mempelajari korelasi antara faktor-faktor
resiko ( variabel bebas ) dengan efek
( variabel dependen ) yang berupa penyakit
atau status kesehatan tertentu dengan
pendekatan POINT TIME.
 Faktor resiko dan efek diukur sekaligus pada
 Tiap subjek diobservasi hanya satu kali saja
jadi tidak ada follow up .

 Faktor resiko dan efek diukur menurut


keadaan waktu diobservasi sehingga data
yang diukur adalah prevalensi bukan insidensi
sehingga studi ini disebut juga STUDI
PREVALENSI

 Digunakan untuk mempelajari faktor resiko


yang mempunyai onset yang lama dan lama
POPULASI
(SAMPEL)

FR ( + ) FR ( - )

EFEK (+) EFEK (-) EFEK (+) EFEK (-)


Tabel 2 x 2 hasil pengukuran
Efek
Ya Tidak Jumlah

Ya a b a+ b
Faktor
Resik Tidak c d c+d
o
Jumlah a+c b+d a+b+c+d

RP = a / ( a + b ) : c / ( c+ d )
RP = Ratio Prevalens  apa artinya ???
1. Merumuskan pertanyaan penelitian dan
hipotesis
2. Identifikasi variabel-variabel penelitian
3. Menetapkan Subjek penelitian
4. Melakukan observasi atau pengukuran
variabel-variabel yang merupakan faktor
resiko dan efek sekaligus pada saat yang
sama
5. Melakukan analisis korelasi atau perbedaan
proporsi antar kelompok-kelompok hasil
observasi
 Seorang peneliti ingin mencari hubungan
kebiasaan menggunakan obat nyamuk
semprot dengan batuk kronik berulang
( BKB ) pada anak balita , dengan desain
cross sectional.
 Langkah langkah sbb. 
 Pertanyaan penelitian
• Apakah ada hubungan antara
kebiasaan memakai obat nyamuk
semprot dengan kejadian BKB pada
anak balita ?

 Hipotesis :
• Pemakaian obat nyamuk semprot
ada hubungan dengan kejadian BKB
pada anak balita
 Faktor resiko yang diteliti : penggunaan
obat nyamuk semprot.
 Efek : BKB pada balita
 Faktor resiko yang tidak diteliti : riwayat
asma dalam keluarga, tingkat sosial
ekonomi, jumlah anak, dll.
 Populasi terjangkau : balita pengunjung
poliklinik yang tidak memiliki riwayat asma
dalam keluarga, tingkat sosial ekonomi
tertentu, jumlah anak dalam keluarga
tertentu.

 Sampel : dipilih sejumlah anak balita dengan


perkiraan besar sampel ( misalnya 250 ) .
Cara pemilihan : random sampling dengan
menggunakan tabel bilangan random.
 Faktor resiko : ditanyakan apakah di rumah
subyek biasa menggunakan obat nyamuk
semprot.
 Efek : dengan kriteria tertentu ditetapkan
apakah subyek menderita BKB

ALAT UKUR
Analisis
BKB
Ya Tidak Jumlah

OBAT Ya 30 70 100
NYAMUK
Tidak 15 135 150
BAKAR
Jumlah 45 205 250

RP = 30 / ( 30 + 70 ) : 15 / ( 150 )
RP = 3  apa artinya ???
 Perlu dihitung interval kepercayaan RP ( Confident
Interval PR = CI PR )

 Bila nilai 95% CI PR tersebut diatas nilai 1


( misalnya : 1,6 – 5,6 ), artinya dalam populasi 95%
PR terletak 1,6 – 5,6 dan dapat disimpulkan
penggunaan obat nyamuk semprot memang faktor
resiko terjadinya BKB pada anak balita

 Bila nilai 95% CI PR mencakup angka 1 ( misalnya


0,6 – 6,7 ) maka penggunaan obat nyamuk semprot
belum dapat dikatakan bermakna sebagai faktor
resiko.  disebabkan : 1). Obat nyamuk semprot
memang bukan faktor resiko, atau 2). Jumlah
subyek kurang banyak
 Seorang peneliti ingin mengetahui
hubungan kadar kolesterol, trigliserida,
konsumsi rokok dan usia terhadap tekanan
darah diastolik guru lelaki di Jambi, desain
studi potong lintang.  analisis bagaimana ?

 Bila semua faktor resiko variabel berskala


numerik dan variabel efek juga numerik 
Regresi Multipel
 Bila variabel tergantung ( efek ) berskala
nominal dikotom dan variabel bebas
(faktor resiko ) berskala numerik dan
nominal maka teknik yang dipakai 
Regresi logistik .

 Apabila faktor resiko tidak lebih dari dua


variabel dapat juga digunakan :  analisis
stratifikasi.
Keunggulan :
 Desain yang relatif mudah , murah dan
hasil cepat diperoleh.
 Banyak variabel yang dieksplor/ diteliti
sekaligus
 Jarang terjadi loss follow up ( drop out )
 Dapat dipakai sebagai dasar penelitian
lebih lanjut.( kohort / eksperimen )
Keterbatasan :
• Subjek penelitian yang besar
• Sulit menentukan sebab dan akibat
• Tidak menggambarkan perkembangan
penyakit secara akurat.
• Faktor resiko/ efek kadang sulit diukur secara
akurat
• Tidak valid untuk meramalkan suatu tren /
kasus yang sangat jarang.
• Kesimpulan korelasi faktor resiko dengan efek
paling lemah dibandingkan rancangan lain.
ALHAMDULILLAHIRABBIL’ALAMIN
WASSALAAMU ‘ALAIKUM
WARAKHMATULLAAHI WABAROKAATUH