You are on page 1of 27

Bed-Side Teaching 1

Dermatitis Atopik
Titus Haryanto Chau (1415157)

Pembimbing : Feilicia Henrica, dr., Sp.KK


Identitas Pasien

 Nama (Inisial) : Ny. S


 Umur : 26 tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Kota Tempat Tinggal : Kota Bandung
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Suku Bangsa : Sunda
 Pendidikan : SMA
 Agama : Islam
 Status Pernikahan : Menikah
Anamnesis
 Keluhan Utama : Bruntus-bruntus kemerahan yang
terasa gatal pada kedua lengan bawah dan kedua
kaki
 Anamnesis Khusus :
Sejak 1 minggu yang lalu, pasien mengeluhkan
bruntus-bruntus yang timbul mendadak pada kedua
lengan bawah dan kedua kaki. Bruntus awalnya timbul
hanya di lengan bawah dalam jumlah sedikit lalu
kemudian mulai bertambah banyak dan muncul juga
di kedua kaki. Keluhan dirasakan semakin bertambah
sehingga pasien memutuskan untuk datang berobat
ke poliklinik kulit dan kelamin RS Immanuel.
Anamnesis

Pasien juga merasa gatal pada tempat timbul


bruntus. Gatal dirasakan terus-menerus sepanjang
hari, tidak bertambah berat saat berkeringat, tidak
diperngaruhi aktivitas, cuaca, maupun saat
mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.
Pasien menyangkal adanya kulit yang bersisik,
gelembung berisi cairan maupun nanah, maupun
adanya bruntus baru saat ini.
Anamnesis

Pasien memiliki kebiasaan menggunakan pakaian


yang menutupi lengan dan kaki. Pasien mengaku mandi
teratur, 2 kali sehari, dengan menggunakan sabun
“Oilum”. Pasien juga terbiasa menggunakan lotion
pelembab “Marina” setiap harinya pada tempat timbul
bruntus.
Pasien mengatakan saat ini tidak ada pikiran yang
membebani maupun merasa sedang stres. Pasien
menyangkal adanya kontak dengan bahan-bahan kimia
atau yang mengiritasi pada daerah yang timbul bruntus.
Anamnesis

 RPD :
Pasien memiliki riwayat eksim sebelumnya, namun
sudah lama tidak kambuh lagi dan pasien lupa
penyebab eksim sebelumnya
1 bulan yang lalu pasien terkena cacar air dan sudah
berobat sampai sembuh di poliklinik kulit dan kelamin
RS Immanuel
Pasien menyangkal memiliki riwayat kencing manis
maupun darah tinggi
 RPK : Tidak ada anggota keluarga yang sakit
seperti ini
Anamnesis

 R. Alergi : Pasien menyangkal adanya riwayat alergi


makanan maupun obat. Pasien juga menyangkal
adanya riwayat penyakit asma, bersin-bersin atau pilek
saat cuaca dingin atau di pagi hari, maupun riwayat
kaligata sebelumnya
 Usaha berobat : Pasien mengatakan bahwa belum
ada berobat dan menyangkal mengoleskan obat
ataupun hal lainnya pada tempat timbulnya bruntus
kecuali lotion pelembab yang rutin digunakan setiap
harinya
Pemeriksaan Fisik

 Berat Badan : 40 kg
 Tinggi Badan: 150 cm
 Status Gizi : Underwight (BMI : 17,78 kg/m2)

 Tanda Vital
 Tekanan Darah : 120Τ80 mmHg
 Nadi : 92 x/menit, reguler, equal, isi cukup
 Respirasi : 22 x/menit, tipe torakoabdominal
 Suhu : 36,7 °C
Pemeriksaan Fisik

 Kepala : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, sekret THT -/-, faring
hiperemis (-), tonsil T1/T1, gigi berlubang (-)
 Leher : KGB tidak teraba membesar, trakea letak sentral, retraksi
suprasternal (-)
 Thorax : bentuk dan pergerakan simetris, retraksi intercostal -/-
 Pulmo: VBS kiri = kanan, Ronkhi -/-, Wheezing -/-
 Cor : BJ S1, S2 murni, reguler, murmur (-)
 Abdomen: Datar, soepel, BU (+) normal, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak
teraba membesar
 Ext : Akral hangat, CRT < 2”, akrosianosis (-),
 Kulit : Lihat status dermatologikus
Pemeriksaan Fisik – Status Dermatologikus

 Lokasi : 𝑎Τ𝑟 𝑎𝑛𝑡𝑒𝑏𝑟𝑎𝑐ℎ𝑖𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑎Τ𝑟 𝑐𝑟𝑢𝑠


 Distribusi : Regional, bilateral simetris
 Jumlah : Multipel
 Penyebaran : Tersebar, Diskret, sebagian konfluens
 Susunan : Tersebar
 Bentuk : Ireguler
 Ukuran : Punctata - Numular
 Batas : Tegas
 Permukaan : Kasar
 Sifat : Kering
 Efloresensi : Makula Eritema, papul dan plak eritem, serta skuama halus
Pemeriksaan Penunjang

 Tidak Dilakukan
Resume

 Keluhan Utama :
Seorang perempuan, berusia 26 tahun, kesan sakit ringan, gizi
kurang, datang ke poliklinik kulit dan kelamin RS Immanuel dengan
keluhan papul 𝑎Τ𝑟 antebrachii dextra et. sinistra dan 𝑎Τ𝑟 crus dextra et.
sinistra.

 Anamnesis khusus :
Pada anamnesis lebih lanjut didapatkan bahwa papul mulai
timbul sejak 1 minggu yang lalu dan disertai dengan pruritus 𝑎Τ𝑟
antebrachii dextra et. sinistra dan 𝑎Τ𝑟 crus dextra et. sinistra. Papul
awalnya timbul hanya 𝑎Τ𝑟 antebrachii dextra et. sinistra dan kemudian
dirasakan bertambah banyak sehingga pasien datang berobat.
Resume

 RPD : Pasien pernah menderita dermatitis


 RPK : (-)
 R. Alergi : (-)
 Usaha Berobat : (-)

 Pemeriksaan Fisik
 Status Generalis : Dalam batas normal
Resume

 Status Dermatologikus :
Didapatkan lesi 𝑎Τ𝑟 antebrachii dextra et. sinistra dan 𝑎Τ𝑟 crus
dextra et. sinistra dengan distribusi regional bilateral simetris,
berjumlah multipel, tersebar diskret dan sebagian konfluens,
berbentuk ireguler, berukuran punctata - numular, berbatas tegas,
permukaannya kasar, bersifat kering, dengan efloresensi yang
didapatkan adalah makula eritem, papul dan plak eritem, serta
skuama halus
Diagnosis

 Diagnosis Banding
 Dermatitis Atopik
 Dermatitis Kontak Alergi

 Diagnosis Kerja
 Dermatitis Atopik
Usul Pemeriksaan

 Skin-Prick Test
 Patch Test
Penatalaksanaan

 Non-Medikamentosa
 Edukasi pasien mengenai penyakit dermatitis atopik
 Hindari terkena bahan yang mengiritasi
 Jaga selalu kebersihan kulit
 Gunakan sabun dengan pH netral
 Gunakan pelembab secara rutin
 Catat segala makanan, minuman, kondisi lingkungan. atau
aktivitas yang diduga memicu keluhan atau bruntus berulang
Penatalaksanaan

 Medikamentosa
 Topikal : Krim racikan yang berisi :
o Krim Mometason Furoate 0,1%
o Krim Urea 10%
o Asam Salisilat 2%
dengan total berat 10 gram (dipakai 2x/hari setelah mandi)

 Sistemik
o Ceitirizine Tablet 10 mg  1x/hari, 1 tablet, sebelum tidur
Prognosis

Quo ad Vitam : ad Bonam


Quo ad Functionam : ad Bonam
Quo ad Sanationam : Dubia