You are on page 1of 56

Arthropoda

Team 7 Present
Dewa Fahtiar
Erdya Justica
Mikhael Adianto
Ziagy Aji
Apa itu Arthropoda ?
Berasal dari bahasa Yunani, ἄρθρον (árthron), "ruas, buku,
atau segmen", dan πούς pous (podos), "kaki",
Yang jika disatukan berarti "kaki berbuku-buku“
Berbuku – buku ?
Bukan ! Maksud berbuku-buku disini, adalah ciri khusus
dari hewan Artropoda, ialah memiliki segmen, khususnya
pada kaki, yang tampak tersusun atas batang-batang atau
ruas-ruas yang sekilas terlihat seperti susunan buku.
Hewan Arthropoda, juga biasa dikenal sebagai hewan beruas.
Segmen berbuku-buku
Karakteristik Umum
Arthropoda
1. Mempunyai 3 bagian tubuh utama yakni tubuh bersegmen (ruas), rangka luar
(eksoskeleton) keras, dan ekor.
2. Tubuh yang terdiri dari caput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut) yang
bersegmen-segmen.
3. Tubuh terbungkus kutikula sebagai kerangka luar yang terbuat dari zat protein dan
zat kitin.
4. Memiliki ukuran tubuh yang beragam.
5. Bentuk tubuh simteris bilateral.
6. Sifat hidup arthropoda adalah parasit, hetertropik, dan hidup dengan bebas.
7. Memiliki alat pernapasan yang berupa trakea, insang, dan paru-paru (berbuku).
8. Bereproduksi secara aseksual dan seksual.
9. Alat pencernaan yang sempurna atau lengkap mulai adri mulut, kerongkongan,
usus, dan anus.
10. Arthropoda hidup di air tawar, darat, laut, dan udara.
11. Sistem peredaran darah arthropoda adalah terbuka dengan darah yang tidak
mengandung hemoglobin melainkan hemosianin.
12. Berdarah Dingin
Struktur Tubuh Arthropoda
Tubuh Arthropoda terdiri atas segmen-segmen dengan jumlah yang
bervariasi. Segmen-segmen tubuhnya dapat dibedakan menjadi bagian
kepala (kaput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Tubuh Arthropoda
terbungkus oleh kutikula atau suatu kerangka luar (eksoskeleton) dan
zat kitin. Eksoskeleton tidak dapat tumbuh membesar, sehingga
sewaktu-waktu Arthropoda harus melepaskan eksoskeletonnya yang
lama dan menyekresi eksoskeleton baru yang lebih besar sesuai dengan
ukuran tubuhnya. Proses pelepasan eksoskeleton pada Arthropoda
disebut molting atau ekdisis. Molting memerlukan energi yang sangat
besar. Pada masa molting, hewan bersembunyi, tidak makan, dan
rentan terhadap pemangsa.
Sistem pencernaan makanan Arthropoda lengkap, mulai dan mulut,
esofagus, lambung, usus, dan anus. Sistem peredaran darah terbuka,
terdiri atas jantung, arteri pendek, dan sinus. Sinus merupakan ruangan
yang mengelilingi jaringan dan organ. Kumpulan sinus disebut hemosol.
Cairan darah pada Arthropoda disebut hemolimfa. Arthropoda
bernapas dengan insang, sistem trakea, paru-paru buku, atau
permukaan tubuhnya. Sistem trakea terdiri atas saluran udara yang
bercabang-cabang. Pertukaran udara terjadi melalui lubang-lubang
respirasi pada setiap segmen tubuh yang disebut spirakel atau stigma.
Alat ekskresi berupa tubulus Malpighi atau kelenjar ekskresi. Sistem
saraf berupa sistem saraf tangga tali yang dilengkapi dengan ganglia
atau otak. Organ sensori Arthropoda berkembang baik, yaitu mata
untuk penglihatan, antena untuk sentuhan dan penciuman, dan
reseptor olfaktori sebagai indra penciuman.
Klasifikasi dan Contoh
Kelas-kelas pada Arthropoda
Arthropoda merupakan Filum terbesar yang memiliki 4 Kelas :
CRUSTACEA
(Golongan Udang)

ARACHNIDA
(Golongan Kalajengking dan Laba-laba)

MYRIAPODA
(Golongan Luing)

INSECTA
(Golongan Serangga)

Silakan dipilih, ini nanti buanyak :v


Crustacea
• Ciri-ciri:
1. Hidup di perairan
2. Tubuh terdiri atas sefalotoraks (kepala & dada menyatu) dan
abdomen.
3. Memiliki 5 pasang kaki pada sefalotoraks dan 5 pasang kaki renang
pada abdomen, berfungsi untuk berenang, merangkak dan
menempel di dasar perairan.
4. Memiliki antena, maksiliped (untuk menyaring makanan dan
menghantarkannya ke mulut) dan sepasang seliped (untuk mencari
makan dan melindungi diri).
Peranan Crustacea
Menguntungkan:
• Crustacea dimanfaatkan manusia sebagai sumber protein. Contoh:
Udang, lobster, kepiting.
• Sebagai sumber makanan dan zooplankton bagi ikan di ekosistem
perairan. Contoh: Branchiopoda, Ostracoda, Copepoda.
Merugikan:
• Merusak kapal. Contoh: Isopoda.
• Parasit pada ikan. Contoh: Cirripedia, Copepoda.
• Merusak sawah. Contoh: Ketam.
Anggota Crustacea
• Crustacea memiliki 2 subkelas dan 7 ordo. Yaitu:
Entomostraca (Udang Mikroskopis).
1. Branchiopoda
2. Ostracoda
3. Copepoda
4. Cirripedia
Malacostraca (Udang Makroskopis).
1. Isopoda
2. Stomatopoda
3. Decapoda
Ordo Branchiopoda
• Ciri-ciri:
1. Tubuh transparan dan pucat.
2. Bergerak menggunakan antena.
3. Hidup di air laut dan tawar sebagai zooplankton.
• Contoh:

Daphnia pulex Asselus aquaticus


Ordo Ostracoda
• Ciri-ciri:
1. Hidup di air laut dan tawar
2. Bergerak menggunakan antena
3. Mempunyai 2 pasang lengan renang.
• Contoh:

Aboilia sp. Cypris candida


Ordo Copepoda
• Ciri-ciri:
1. Hidup di air laut dan air tawar
2. Bersifat parasit pada hewan lain
• Contoh:

Lernea cyprinaceae Argulus indicus


Ordo Cirripedia
• Ciri-ciri:
1. Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram.
2. Cara hidup melekat pada benda lain atau mengapung di laut.
3. Bersifat parasit.
• Contoh:

Sacculina carcini Barnacle


Ordo Isopoda
• Ciri-ciri:
1. Hidup di air dan darat
2. Tubuh pipih dorsoventral
3. Mampu menggerek kayu
• Contoh:

Inicus asellus Bathynomus giganteus


Ordo Stomatopoda
• Ciri-ciri:
1. Hidup di laut
2. Mempunyai cangkang luar dari karapaks
3. Bentuk tubuh mirip belalang sembah
4. Berwarna mencolok
• Contoh:

Odontodactylus scyllarus Squilla empusa


(Udang sembah)
Ordo Decapoda
• Ciri-ciri:
1. Hidup di air tawar dan laut.
2. Mempunyai karapaks yang melindungi sefalotoraks dan
insang.
3. Mempunyai lima pasang kaki pada dada.
• Contoh:

Birgus latro Portunus sexdentatus


(Ketam kenari) (Kepiting)
Arachnida
• Ciri-ciri:
1. Tubuh terdiri dari sefalorokas dan abdomen yang tidak beruas-ruas.
2. Bagian kepala terdapat sepasang kalisera (untuk merobek dan
melumpuhkan mangsa) dan sepasang padipalpus (sebagai alat
indra, tangan, atau alat kopulasi).
3. Empat pasang kaki di sefalotoraks.
4. Memiliki mata sederhana berjumlah 8.
5. Termasuk karnivora.
Peranan Arachnida
Menguntungkan:
• Pengendali populasi hama.
Merugikan:
• Mengakibatkan penyakit kudis pada binatang ternak. Contoh:
Psoroptes equi.
• Mengakibatkan kudis pada anjing dan kucing. Contoh: Ododectes dan
Cynotis.
Anggota Arachnida
• Arachnida memiliki 3 ordo. Yaitu:
1. Scorpionida
2. Arachnoida
3. Acarina
Ordo Scorpionida
• Ciri-ciri:
1. Termasuk predator.
2. Pedipalpus berbentuk capit besar, kalisera kecil.
3. Pada posterior dari segmen terakhir atau ekor terdapat
alat untuk menyengat dan bagian yang
menggelembung terdapat racun penyengat.
• Contoh:

Heterometrus longimanus Buthus afer


(Kalajengking perut besar) (Ketonggeng)
Ordo Arachnoida
• Ciri-ciri:
1. Hidup soliter.
2. Pada abdomen terdapat alat penghasil benang untuk
membentuk jaring disebut spineret.
3. Mempunyai 3 jenis benang. Yaitu: benang menjerat
mangsa, benang keperluan kopulasi dan menyelubungi
telur.
• Contoh:

Mygale lasiodora Heteropoda venatoria


(Tarantula) (Laba-laba pemburu)
Ordo Acarina
• Ciri-ciri:
1. Bersifat parasit.
2. Tubuh tidak berbuku.
3. Segmentasi pada abdomen tidak tampak.
4. Abdomen menyatu dengan sefalotoraks.
• Contoh:

Boophilus annulatus Dermacentor andersoni


(Caplak sapi) (Caplak penular Riketsia)
Myriapoda
• Ciri-ciri:
1. Terdiri atas sefala dan abdomen saja.
2. Setiap ruas abdomen terdapat satu pasang kaki atau dua pasang
kaki
3. Banyak ditemukan di daerah tropis, terutama darat.
4. Tinggal di tempat yang mengandung banyak sampah, seperti kebun
dan bebatuan.
Anggota Myriapoda
• Myriapoda memiliki 2 ordo saja, yaitu:
1. Chilopoda
2. Diplopoda
• Ciri-ciri:
Ordo Chilopoda
1. Tubuh pipih ke arah dorsoventral dan beruas-ruas.
2. Setiap ruas memiliki sepasang kaki.
3. Ruas paling belakang memiliki sepsasanag taring bisa (maksiliped)
berfungsi membunuh mangsa.
4. Kepala terdapat antena, mulut dan mata.
5. Termasuk karnivora dan memangsa hewan kecil seperti Insecta, Mollusca,
dan cacing.
• Contoh:

Scolopendra marsitans Scutigera coleoptrata


(Lipan)
Ordo Diplopoda
• Ciri-ciri
1. Memiliki 2 pasang kaki di setiap ruas.
2. Termasuk herbivora.
3. Memiliki kemampuan mengurai bahan organik menjadi
humus.
• Contoh:

Glomeris marginata Polyxenus fasciculatus


Insecta
• Ciri-ciri:
1. Disebut heksapoda (memiliki 6 kaki).
2. Tubuh memiliki sefala, toraks, dan abdomen.
3. Kepala memiliki sepasang mata majemuk (faset), mata tunggal (ocelus),
sepasang antena dan 3 pasang mulut.
4. Pada mulut terdapat rahang depan (maksila), rahang belakang
(mandibula), bibir atas (labrum) dan bibir bawah (labium).
5. Pada toraks terdiri atas 3 ruas: protoraks, mesotoraks dan metatoraks.
6. Memiliki rangka luar dari zat kitin.
7. Memiliki 1 atau 2 pasang sayap atau bahkan tidak memiliki sayap.
Jenis Mulut Serangga
Peranan Insecta
Menguntungkan:
• Bahan obat obatan tradisional seperti madu yang dihassilkan lebah madu.
Contoh insecta madu : Apis cerana, Apis melifera, dan Apis indica.
• Bahan pembuat benang sutra. Contoh: Bombyx mori.
• Membantu proses penyerbukan tumbuhan. Contoh: kupu-kupu.
• Predator terhadap hama tanaman pertanian.
• Membantu penguraian sampah organik.
• Dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Contoh: belalang.
Merugikan:
• Parasit pada manusia. Contoh: kutu kepala.
• Pembawa berbagai bibit penyakit. Contoh: nyamuk.
• Hama dan perusak tanaman budi daya. Contoh: kumbang.
• Merusak bahan bangunan. Contoh: rayap.
Anggota Insecta
Berdasarkan ada tidaknya sayap dan keadaan sayap, Insecta dibagi menjadi 2
subkelas, yaitu:
1. Apterigota (tidak bersayap)
2. Pterigota (bersayap)
Berdasarkan asal-usul sayap dan bentuk metamorfosis, Insecta dibagi jadi 2
subkelas, yaitu:
1. Eksopterigota (Sayap dari tonjolan luar dinding tubuh) termasuk
Hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna).
• Odonata, Isoptera, Orthoptera, Hemiptrea, Homoptera
2. Endopterigota (Sayap terbentuk saat masih di kepompong) termasuk
Holometabola (metamorfosis sempurna).
• Siphonoptera, Thysanura, Neoroptera, Lepidoptera, Diptera, Hymenoptera
• Ciri-ciri:
Ordo Odonata
1. Sayap membran 2 pasang.
2. Tipe mulut pengunyah/penggigit.
3. Memiliki mata majemuk.
4. Larva hidup di air.
5. Karnivora.
• Contoh:

Libellula quadrimaculata Calopteryx maculata


(Capung besi) (Capung)
• Ciri-ciri:
Ordo Isoptera
1. Punya 2 pasang sayap tipis ukuran sama.
2. Sayap terlepas setelah kawin.
3. Tipe mulut penggigit.
4. Mata majemuk.
5. Membentuk koloni besar dan pemakan kayu.
• Contoh:

Reticulitermes flavipes
(Rayap)
• Ciri-ciri:
Ordo Orthoptera
1. Punya 2 pasang sayap. Sayap depan (tegmina) lebih tebal, sempit,
dan kuat dibanding sayap belakang.
2. Tipe mulut penggigit.
3. Kaki belakang panjang dan kuat untuk meloncat.
4. Jantan mengerik menggunakan tungkai belakang.
5. Betina memiliki ovipositor pendek untuk meletakkan telur.
• Contoh:

Blatta orientalis Bactrocoderma aculiferum


(Kecoa) (Belalang ranting)
Ordo Hemiptera
• Ciri-ciri:
1. Punya 2 pasang sayap.
2. Sayap depan menebal dan menanduk.
3. Sayap belakang tipis seperti selaput.
4. Tipe mulut penusuk dan penghisap.
• Contoh:

Belosyoma indicum Leptocorisa acuta


(Lembung air) (Walang sangit)
• Ciri-ciri:
Ordo Siphonoptera
1. Tidak bersayap (Apterogita).
2. Tipe mulut penusuk dan penghisap.
3. Mata tunggal (ocelus).
4. Tidak memiliki mata faset.
• Contoh:

Pediculus humanus Xenopsylla cheopsis


(Kutu tikus) (Kutu manusia)
Ordo Homoptera
• Ciri-ciri:
1. Punya 2 pasang sayap.
2. Sayap depan belakang berbentuk sama dan transparan.
3. Betina tidak bersayap.
4. Tipe mulut penusuk dan penghisap.
• Contoh:

Nilapervata lugens Nephotetix apicalis


(Wereng coklat) (Wereng hijau)
Ordo Thysanura
• Ciri-ciri:
1. Tidak memiliki sayap.
2. Tubuh berwarna perak.
3. Tipe mulut penggigit.
4. Serangga primitif.
• Contoh:
Lepisma saccharina
(Kutu buku)
Ordo Neoroptera
• Ciri-ciri:
1. Punya 2 pasang sayap.
2. Urat sayap berbentuk jala.
3. Mulut tipe penggigit.
• Contoh:

Myrmeleon sp.
(Undur-undur)
Ordo Lepidoptera
• Ciri-ciri:
1. Punya 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.
2. Mulut tipe penghisap.
3. Mempunyai belalai yang dapat dijulurkan (probosis).
4. Memiliki 2 subordo: Rhopalocera (kupu-kupu siang)
dan Heterocera (kupu-kupu malam).
• Contoh:

Bombyx mori Hidari irava


(Kupu ulat sutra) (Hama kelapa)
Ordo Diptera
• Ciri-ciri:
1. Punya sepasang sayap depan dan sayap belakang yang berubah menjadi
alat keseimbangan (halter).
2. Mulut tipe penjilat dan penghisap.
• Contoh:

Anopheles sp. Musca domestica


(Nyamuk malaria) (Lalat)
Ordo Hymenoptera
• Ciri-ciri:
1. Punya 2 pasang sayap berupa selaput tipis.
2. Tipe mulut penggigit.
• Contoh:

Paraponera clavata Apis indica


(Semut peluru) (Lebah madu)