You are on page 1of 11

SINDROM

KORONER AKUT
Disusun oleh:

Rysa Nus Syifa 1115005


Neri Agustin 1115023
Bogita Karunia Illahi 1115030
Neneng Sayati 1115040
Yuni Wulandari 1115050
Anggie Hardianingsih 1115061
Aisyah Nurfaidah Alifiani 1115068
Eka Tawabawati 1115081
DEFINISI

Sindroma Koroner Akut (SKA)

Kumpulan gejala klinik yang ditandai dengan nyeri dada dan


penurunan aliran darah ke jantung, biasanya disebabkan oleh plak
aterosklerotik (Svarovskaia et al, 2004, dalam Nurulita, Bahrun, Arif,
2011).
Trombus tidak
Faktor atau
oklusif pada
keadaan
plak yang
pencetus
sudah ada

Obstruksi
Inflamasi dinamik
dan/atau
infeksi
Let’s Move On! (spasme
koroner atau
Don’t worry. We surely support you.
vasokonstriksi)

ETIOLOGI Obstruksi
mekanik yang
progresif
MANIFESTASI

NYERI DADA YANG BERLANJUT


• Seperti terbakar, sesak, tertekan atau nyeri
• Nyeri gigi, nyeri pada rahang atau siku, gangguan pencernaan
• Rasa sakit menjalar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau bahu
• Mual, muntah, sesak napas, diaphoresis, lemas, pusing dan palpitasi

DINGIN & PUCAT


Kulit teraba lembap frekuensi jantung dan pernapasan
dapat meningkat.

STIMULASI SARAF SIMPATIS


Tanda dan gejala yang disebabkan oleh stimulasi sistem
saraf simpatis kemungkinan muncul hanya dalam beberapa
saat atau kemungkinan menetap
SKA  manifestasi akut dari plak ateroma pembuluh darah

PATOFISIOLOGI koroner yang koyak atau pecah  perubahan komposisi plak dan
penipisan tudung fibrus  menutupi plak  diikuti proses
agregasi trombosit dan aktivasi jalur koagulasi  Terbentuklah
trombus yang kaya trombosit (white thrombus)  menyumbat
liang pembuluh darah koroner, baik secara total maupun parsial
 mikroemboli yang menyumbat pembuluh koroner yang lebih
distal.

Berkurangnya aliran darah koroner  iskemia miokardium 


Pasokan oksigen yang berhenti selama kurang-lebih 20 menit 
miokardium  nekrosis (infark miokard)  Obstruksi subtotal
yang disertai vasokonstriksi yang dinamis  iskemia dan
nekrosis jaringan otot jantung (miokard)
KLASIFIKASI

Infark miokard dengan Angina Pektoris


elevasi segmen ST Infark miokard dengan tidak stabil
non elevasi segmen ST
FAKTOR RESIKO
Obesitas
Merokok Hiperlipidemia

Hipertensi Depresi

Diabetes Melitus
CRP

(Santoso, Setiawan, 2005)


PENATALAKSANAAN

ANTI ISKEMIK
ANTI TROMBOTIK
Nitrat mengurangi gejala angina dengan
1 venodilatasi & kebutuhan oksigen dengan
mengurangi darah yang kembali melalui vena
4 Tujuan pemberian antitrombotik termasuk juga
antiplatelet & antikoagulan untuk mencegah efek
ke jantung, sehingga mengurangi preload dan lebih lanjut dari oklusi parsial yang ada di trombus
stress atau pajanan ke dinding jantung intrakoroner
ANTAGONIS KANAL KALIUM ANTIPLATELET
2 Antagonis kanal kalsium seperti verapamil &
diltiazem mengurangi gejala dengan
5 Aspirin harus diberikan segera kepada
pasien dengan gejala Sindroma Koroner
mengurangi frekuensi denyut jantung serta
Akut tanpa kontraindikasi
kontraktilitas melalui efek vasodilatasi
FIBRINOLITIK
ANTIKOAGULAN
Obat fibrinolitik ini bekerja dengan
3 Unfractioned heparin bekerja berikatan
dengan antitrombin yang meningkatkan
6 mempercepat lisisnya oklusi dari trombus
potensi plasma protein sangat baik pada lumen intrakoroner, sehingga mengembalikan
proses inaktivasi pembentukan pembekuan aliran darah dan membatasi kerusakan otot
trombin. jantung
PENATALAKSANAAN

• Tirah baring
• Pemberian oksigen segera saturai O2 arteri <95% atau mengalami distress respirasi.
• Pemberian oksigen dapat diberikan pada semua pasien SKA dalam 6 jam pertama, tanpa
pertimbangan saturasi O2 Arteri
• Aspirin 160-320 mg
• Penghambat reseptor ADP (adenosine disphosphate)
• Ticagrelor yang dianjurkan adalah 180 mg
• Dosis awal clopidogrel 300 mg
• Nitrogliserin tablet sublingual bagi pasien nyeri dada.
• Morfin sulfat 1-5 mg intravena dapat diulang setiap 10-30 menit,
(Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia. 2015)
PROGNOSIS

SKA

Pasien dengan Sindroma Koroner Akut dapat memiliki prognosis


yang berbeda. Pada pasien Sindroma Koroner Akut dengan
peningkatan konsentrasi troponin terdapat peningkatan
mortalitas pada hari ke 30 atau 6 bulan. Adanya elevasi dari
segmen ST merupakan prediktor kuat untuk menentukan
prognosis (Scottish, 2013).
That’s all. Thank you! 
Any Questions?