You are on page 1of 45

Jurnal Laporan Kasus:

Restorasi Atraumatik Akibat Impaksi Makanan


Vertikal dengan Kontak Terbuka Menggunakan
Bantuan Flowable Resin Komposit dari Kawat
Cerclage Tegangan Rendah.

Case report Journal:


Atraumatic Restoration of Vertical Food Impaction
with an Open Contact Using Flowable Composite
Resin Aided by Cerclage Wire Under Tension
Published by: NCBI.com / 2016 August 7
Oleh : Kelompok 1

Syahru Ramadhan
Putri Humaira Nanda Ibrahim
Raudha Ananda
Intan Mastura
Dwi Septiani
ABSTRAK

Perawatan impaksi makanan vertikal dengan kontak


terbuka, peneliti mengembangkan ukuran terapi
sederhana, atraumatik, dan ekonomis. Alasan ilmiah
teknik terapeutik ini adalah untuk mengembalikan
kontak proksimal yang utuh dan tegas dengan lokasi
yang tepat dan membentuk hubungan untuk
mencegah pendesakan makanan yang kuat pada
bagian interproksimal, yang berfungsi untuk
melindungi papilla interdental menggunakan resin
komposit flowable dengan bantuan kawat cerclage
tegangan rendah untuk membuat kembali area
kontak.
PENDAHULUAN
Impaksi makanan diklasifikasikan menjadi vertikal dan
horizontal.

Impaksi makanan horizontal :


ditandai dengan tekanan lateral dari bibir, pipi, dan lidah,
memaksa sisa makanan dan serat masuk ke dalam
interproksimal gingiva -> terjadi resesi gingiva yang disebabkan
oleh semua jenis penyakit periodontal.

Impaksi horizontal lebih dapat ditoleransi dibandingkan dengan


impaksi makanan vertikal karena sisa makanan dapat dengan
mudah dihilangkan menggunakan benang gigi atau tusuk gigi
dalam arah gingivoocclusal, memberikan bantuan sesaat.
PENYEBAB IMPAKSI MAKANAN VERTIKAL

1. Hilangnya kontak proksimal (kontak terbuka)

2. Gaya oklusal yang menyebabkan migrasi gigi,


karies proksimal, dan restorasi yang tidak tepat,
seperti ekstraksi molar ketiga rahang atas
menyebabkan pergeseran gigi yang berdekatan
secara bertahap, sehingga menciptakan kontak
proksimal terbuka antara molar pertama dan kedua
gigi rahang atas, gigi yang berdekatan bergeser
untuk menggantikan gigi yang hilang.
AKIBAT IMPAKSI MAKANAN VERTIKAL
1. Kedalaman probing lebih dalam dan kehilangan
perlekatan klinis secara interproksimal daripada
yang terkait dengan marginal ridge yang tidak
rata.

2. Sering mengakibatkan gingivitis papilla akut dan


abses gingiva

2. Pengobatan impaksi makanan vertikal yang


disebabkan oleh kontak terbuka sering relay
pada penggunaan protesa tetap termasuk inlay,
onlay, crown, dan splint sesuai dengan
penyebab impaksi makanan
PERAWATAN

Perawatan biasanya mencakup pembentukan


marginal ridge dan pembentukan grooves, kontur
permukaan fasial dan lingual dengan oklusal
adjusment, atau perataan tinggi oklusal marginal
ridges, serta pembentukan dengan pengurangan
bagian fossa sampai ke fossa dangkal, fossa
berbentuk piring dan groove untuk memfasilitasi
jalan keluar makanan (menciptakan jalan keluar alur
makanan yang berdekatan dengan marginal ridge).
Kriteria Inklusi Pasien

1. Pasien dewasa, yang menderita impaksi makanan vertikal karena kontak


terbuka (yang didefinisikan sebagai lintasan dari unwaxed dental floss melalui
daerah interproksimal) dimasukkan dalam penelitian.

2. Semua pasien memiliki setidaknya satu area kontak terbuka antara premolar
kedua dan molar pertama atau antara gigi molar pertama dan molar kedua gigi
posterior.

3. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan setuju untuk berpartisipasi dalam
durasi 6 bulan penelitian menandatangani informed consent.

4. Impaksi makanan melibatkan gigi antara gigi alami dan gigi alami, gigi alami
dan prostesa, prostesa keramik berbasis silika dan prostesa keramik berbasis
silika, atau prostesa keramik berbasis silika dan prostetik material lainnya.
Kriteria Ekslusi

Kasus-kasus kehilangan gigi atau impaksi


makanan melibatkan gigi antara prostesa
logam dan prostesa logam, prostesa logam
dan prostesa aluminium / zirkonium
keramik , dan prostesa aluminium /
zirkonium keramik dan prostesa aluminium
/ zirkonium keramik prostesa dikecualikan.
Prosedur Langkah-Langkah
1. Langkah Awal

• Menghilangkan Penyebab Terbukti Lain dari Impaksi


Makanan

• Sebelum prosedur, penyebab jelas dari impaksi makanan


vertikal harus dihilangkan atau dibebaskan melalui
grinding, seperti memperbesar bukal dan lingual
embrasure, menciptakan food escape yang berdekatan
dengan marginal ridge, meratakan tinggi oklusal marginal
ridge, dan plunger cusp.

• Area kontak harus dievaluasi secara menyeluruh


berdasarkan tightness, lokasi, lebar, dan tingginya.
2. Memilih Kawat Stainless untuk Ketegangan di sekitar Area
Kontak
• Kawat yang dipilih adalah 0,2 mm, 0,25 mm, atau 0,3 mm kawat
stainless, atau double-twist 0,2 mm atau 0,25 mm, kawat yang
sering digunakan di klinik ortodontik, sesuai dengan jarak
mesiodistal dari area kontak (Gambar 1). Kawat double-twist 0,2
mm atau 0,25 mm dan kawat 0,3 mm dilunakkan dengan heat
treatment untuk mengurangi kekakuannya (rigidity).
Gambar 1
Gambar 2
• Memilih kawat stainless untuk tegangan di sekitar bidang
kontak.
• (A) Mengevaluasi bidang kontak. Benang gigi yang tidak
dipotong melewati daerah interproksimal tanpa resistensi
(kontak terbuka).
• (b) Kawat yang dipilih melewati emborasi gingiva dari
permukaan bukal ke permukaan lingual.
• (c) Kedua ujung kawat mengelilingi area kontak dan
menyeberang di sepanjang lekukan bukal-lingual oklusal.
• (d) Dua tang hemostatik dijepit ke kedua ujung kawat untuk
menegakkan tegangan tarik bukal-lingual, yang dapat
memisahkan gigi dengan tepat.
3. Pengikatan Asam pada Area Kontak di bawah
tegangan dengan Kawat Cerclage H,

gel P04 (20% atau 37,5%) diaplikasikan di sekitar


area kontak dari kontak gigi alami atau gigi alami
dan kontak mahkota buatan (Gambar 3 ). Pita
tegangan kemudian ditegakkan dengan kawat
cerclage dengan meremas agen asam ke dalam area
kontak selama 20 detik (Gambar 3 (b) dan 3 (c)).
Akhirnya, agen asam benar-benar dibilas dengan air
(Gambar 3 (d)).
Gambar 3
• Pengikisan asam pada area kontak di bawah tegangan
dengan kawat cerclage.
• (a) Menerapkan 20%) atau 37,5% gel H3PO4 di sekitar
area kontak. ((B),
• (c) Band ketegangan ditegakkan dengan kawat cerclage
dengan menekan agen asam ke dalam area kontak
selama 20 detik.
• (d) Membilas agen asam secara menyeluruh dengan
air.
• Untuk kontak antara prostesis keramik berbasis silika,
kami menggunakan 10% HF gel untuk mengetsa area
kontak selama 60 detik
4. Menerapkan Resin Komposit yang Diaktifkan atau
Semen Resin Komposit untuk Membangun
Kembali Area Kontak di bawah Ketegangan Stres
dengan Kawat Cerclage.

Resin primer dan / atau resin diaplikasikan pada


permukaan etsa mengikuti instruksi produsen
(Gambar 4 (a)). Resin komposit flowable (Tetric® N-
Flow, Ivoclar Vivadent AG, Schaan, Liechtenstein)
atau semen resin komposit (ParaCore®, COLTENE,
Coltène / Whaledent AG, Altstätten, Swiss)
• Kemudian disuntikkan di sekitar area kontak
(Angka 4 (b) dan 4 (c)), menegakkan pita
ketegangan dengan kawat cerclage seperti
dijelaskan di atas selama sekitar 30 detik untuk
menekan pasta resin komposit ke bidang kontak
(Gambar 4 (D)). Tegangan tarik kemudian lega,
dan kembali dundancy dihapus segera dengan
probe titik (Gambar 4 (e)). Restorasi
dipolimerisasikan dengan light curing dari semua
aspek: permukaan oklusal, bukal, dan lingual
(Gambar 4 (0).
Gambar 4
• Menerapkan resin komposit flowable atau semen resin
komposit untuk membangun kembali area kontak di bawah
tegangan tegangan dengan kawat cerclage.
• (A) Menerapkan primer dan resin obligasi ke permukaan
tergores.
• ((B), (c)) Menyuntikkan resin komposit flowable atau semen
resin komposit di sekitar bidang kontak.
• (d) Menegakkan pita tegangan dengan kawat cerclage
selama sekitar 30 detik untuk menekan pasta resin
komposit ke bidang kontak.
• (e) Menghilangkan tegangan tarik dan melepas redundansi
segera dengan probe titik. (Light curing dari semua aspek)
5. Penyesuaian Oklusal, Pemolesan,
dan Finish dari Restorasi

Untuk
menghilangkan
Tujuan
seluruh hambatan
oklusal
1
•Prapemolesan

2
•Pemolesan Definitif

3
•Restorasi Akhir
Gambar 5

Penyesuaian Oklusal, Pemolesan, Restorasi Akhir


Gambar 6

a. Evaluasi area kontak dengan benang gigi yang tidak


di-wax
b. Memilih kawat antikarat untuk tekanan di sekitar
area kontak
c. Gunakan gel HF 10% untuk mengetsa sekitar area
kontak terbuka
d. Aplikasikan resin primer dan bond untuk
permukaan yang dietsa
e. Injeksi resin komposit jenis flowable atau semen di
sekitar area kontak dan lakukan penyinaran
f. Lakukan penyesuaian oklusal, pemolesan, dan
restorasi akhir.
Gambar 7

Hasil diagnosis menggunakan sinar X pada area kontak


interproksimal
(a) Sebelum perawatan
(b) Sesudah perawatan
Kasus yang Khas
• Wanita berusia 65 tahun mengeluh karena impaksi
- makanan pada gigi mandibula kanan selama 6 bulan.

• Pemeriksaan rongga mulut


-
• Gigi 46 pernah direstorasi dengan crown berbahan porcelain-fused-to-metal,
dan gigi 45 direstorasi dengan menggunakan inlay berbahan logam di distal-
oklusal. Papilla gingiva di antara gigi 45 dan 46 menyusut. Benang gigi yang
dapat dengan mudah melewati area interproksimal  area kontak yang
- terbuka. Area kontak yang terbuka dietsa dengan gel HF 10% dan
direkonstruksi
Hasil
• Tiga belas pasien, usia 46 sampai dengan 47 tahun, menderita
- impaksi makanan vertikal, dipilih.

• Enam belas area kontak terbuka di antara gigi P1 dan M1, atau antara gigi
M1 dan M2 gigi-gigi posterior, dirawat mengikuti prosedur.  setelah 6
- bulan, pasien diperiksa dengan mengunakan benang gigi.

• Dua dari pasien tidak bisa kembali , tapi tidak mengalami komplikasi
• Kasus-kasus yang lain merasa puas dengan perawatan, tidak ada
komplikasi
• Pada satu pasien, impaksi makanan kembali terjadi sekitar 2 bulan setelah
- bedah
• Pada kasus lain, impaksi makanan kembali terjadi 1 minggu setelah
bedah.
(Diskusi)
Kunci Ideal dari Strategi

Teknik ini bertujuan  Prosedur menggunakan resin


merestorasi kontak proksimal komposit yang flowable atau
yang utuh dan kuat dengan semen resin komposit dengan
lokasi yang tepat & membentuk bantuan dari kawat cerclage di
suatu hubungan  mencegah bawah tekanan untuk
terdesaknya makanan dengan membangun kembali area
kuat di area interproksimal kontak.
Petunjuk untuk Memperoleh Teknik yang Sukses:

Seleksi Kasus

• Gigi yang goyang jelas merupakan suatu kontraindikasi


-

• Jarak mesiodistal yang lebih besar dari area kontak


mengindikasikan teknik yang lebih sulit
-

• Pada pasien dengan impaksi makanan habitual pada area


kontak antara molar pertama dan kedua rahang atas
- (tanpa molar ketiga) , hasilnya masih dipertanyakan.
Catatan :

Karena sistem perlekatan resin memiliki


kekuatan perlekatan yang terbatas pada logam
atau aluminium/keramik zirkonia, prosedur ini
tidak direkomendasikan untuk digunakan pada
situasi di mana impaksi mekanan melibatkan
gigi di antara protesa logam dan protesa logam,
protesa logam dan protesa aluminium atau
zirkonia, protesa aluminium/keramik zirkonia
dan protesa aluminium/keramik zirkonia.
Langkah Kunci Teknik
Agar teknik tersebut berhasil, tegangan tarik harus
dihasilkan melalui kawat cerclage untuk
memisahkan bidang kontak dan menekan agen
asam dan pasta dari resin komposit ke bidang
kontak.

Langkah ini juga dilakukan untuk menghilangkan


agen etsa asam dari area kontak sehingga
pembilasan air yang cukup juga diperlukan.
Jika tidak, teknik ini tidak akan berhasil.
Langkah Kunci Teknik
Akhirnya, sebelum terjadinya setting pada resin,
tegangan ketegangan harus dibebaskan. Jika tidak,
serta setting resin dilakukan di bawah tegangan
tarik dengan kawat cerclage, gigi akan
menghasilkan gaya lateral mesiodistal setelah resin
setting.

Hal ini akan mengakibatkan trauma pada ligamen


periodontal dan migrasi gigi yang akhirnya akan
mengakibatkan kontak proksimal menjadi tidak
stabil.
Langkah Kunci Teknik
Kontak proksimal yang baik penting agar gigi dapat
berfungsi dengan baik pula. Beberapa teknik untuk
meningkatkan kualitas kontak proksimal telah
dikembangkan untuk restorasi resin komposit
langsung Kelas II

seperti sistem matriks seksional yang


dikombinasikan dengan cincin pemisahan (Palodent)
dan sistem matriks melingkar dalam kombinasi
dengan retainer (Tofflemire).
Langkah Kunci Teknik

Penggunaan sistem matriks seksional akan


mendapat kontak proksimal yang lebih rapat
daripada penggunaan sistem matriks
sirkumferensial.

Dalam penelitian ini, teknik yang disebutkan di atas


tidak dapat digunakan dalam kasus klinis ini karena
jarak mesiodistal dari area kontak sangat kecil.
Keuntungan & Kerugian Teknik

Keuntungan dari teknik ini adalah sangat


sederhana, atraumatik, dan ekonomis. Hasilnya
cepat dan pasien merasa puas.

Bahkan jika prosedur gagal, dapat dilakukan


berulang kali tanpa trauma pada jaringan gigi yang
sehat.
Keuntungan & Kerugian Teknik
Biasanya, gigi yang berdekatan, seperti gigi yang
berdekatan antara gigi alami dengan gigi alami dan
prostesis keramik berbasis silika dengan prostesis
keramik berbasis silika, akan saling terhubung satu
sama lain setelah melakukan metode ini.

Setelah restorasi, benang gigi tidak dapat digunakan


pada situasi ini. Sikat gigi interdental dapat menjadi
kandidat untuk perawatan kebersihan interdental.
Namun, kami dapat memodifikasi teknik ini dengan
menerapkan sedikit petroleum jelly pada satu sisi strip
tipis dan meneruskannya melalui area kontak.
Langkah Kunci Teknik
Di sisi lain, untuk viskositas rendahnya, komposit
yang dapat mengalir / flowable atau semen resin
dipilih untuk restorasi. Kedua material memiliki
kandungan filler yang relatif rendah sehingga
membuat mereka sensitif terhadap keausan dan
fraktur.

Sambungan perekat di antara gigi akan


menghasilkan tekanan saat gigi dibebani dan
menyebabkan fraktur yang tidak terkontrol. Itu
adalah salah satu alasan utama kegagalan metode
dan membatasi umur panjang kesuksesan.
Langkah Kunci Teknik

Masalah lain adalah bahwa bentuk kawat akan


meninggalkan bekas pada komposit dan
mungkin meningkatkan retensi makanan.

Ini dapat ditingkatkan dengan finishing halus dan


memoles restorasi.
Kesimpulan

Teknik yang diusulkan merupakan ukuran terapi


sederhana, atraumatik, dan ekonomis yang
menggunakan resin komposit flowable atau semen
resin komposit untuk mengembalikan impaksi
makanan vertikal dengan bantuan kawat cerclage di
bawah tekanan tegangan.

Sebagai tindakan tambahan untuk mengobati


impaksi makanan vertikal, teknik ini berguna untuk
kasus klinis yang menantang.
TERIMAKASIH 