You are on page 1of 20

OLEH

Dr. Dianita Indriani

Puskesmas Kebun Handil


2018
 Syok merupakan gangguan sistem sirkulasi yang
disebabkan oleh ketidakseimbangan antara volume
darah dengan lumen pembuluh darah sehingga
perfusi dan oksigenasi ke jaringan tidak adekuat.
ANAFILATIK

SYOK
Anafilatik, kenapa harus tahu?

Bisa jadi fatal / kematian


Tak bisa diprediksi, tiba tiba
Dapat terjadi dimana saja
Kejadian makin sering
Aspek medik legal
 Penting mengenal gejalanyaa
 Kenali dan hindarkan pencetusnya
 Tahu tindakan emergensi yang harus dilakukan
 Penatalaksanaan cepat dan tepat
Syok Anafilatik adalah
Gejala timbul beberapa
suatu keadaan yang
detik – menit setelah
dipicu oleh respon
penderita terpapar
hipersensivitas
oleh alergen atau
generalisata yang
faktor pencetus non
diperantarai oleh igE,
alergen seperti zat
menyebabkan
kimia, obat atau
vasodilatasi sistemik dan
kegiatan jasmani
peningkatan
permeabilitas vascular
Penyebabnya..

 obat – obatan (antibiotik golongan B-lactam, insulin,


streptokinase)
 makanan (telur, kacang-kanganan, dan ikan laut)
 protein (antitoksin tetanus, transfusi darah)
 bisa biantang
 Lateks
TANDA DAN GEJALA SYOK ANAFILATIK

 Denyu nadi yang


lemah dan cepat
 keberadaan bintil bintil
di bawah kulit
 kulit kemerahan
 lidah bengkak
 kesulitan bernafas
 mual dan muntah
 pusing
 suara nafas
wheezing/mengi
 penyempitan jalan
nafas
 menderita urtikaria
 kematian karena edema laring, Gagal
nafas, Syok dan cardiac arrest.

 kerusakan otak permanen karena syok


dan gangguan cardiovaskuler.

 urtikaria dan angioedema menetap


sampai beberapa bulan, myocard infark,
aborsi dan gagal ginjal.
1.Hentikan pemberian 2. Baringkan penderita dengan
obat / antigen posisi tungkai lebih
penyebab tinggi dari kepala

Secara IM Pada Otot deltoideus


dengan dosis 0,3-0,5 ml
Anak (0,01 ml/kgbb) diulang tiap 5
mnit pada tempat suntikan atau
3. Berikan Adrenalin 1 : 1000 sengatan dapat diberikan 0,1-0,3 ml .
( 1 mg/ml ) Pemberian adrenalin IV apabila
terjadi tidak ada respon pada
pemberian secara IM. Atau terjadi
kegagalan sirkulasi dan syok,
dengan dosis (dewasa) : 0,5 ml
adrenalin 1: 1000 ml diencerkan
dalam 10 ml larutan garam faali dan
diberikan selama 10 menit
4. Bebaskan jalan napas dan
awasi vital sign ( Tensi, Nadi,
Respirasi )sampai syok teratasi

5. Pasang infus dengan larutan


Glukosa faali bila tekanan darah
systole kurang dari 100 mmHg

6. Pemberian oksigen 5-10 L/menit

7. Bila diperlukan rujuk pasien ke


RSU terdekat dengan pengawasan
tenaga medis
 Oksigen
 epinefrin IM 0,3-0,5 mg (1:1000) diulang tiap
15-20 menit bila perbaikan (-)
 epinefrin IV untuk syok Anafilatik yang
berat (1:1000) 0,1 mg/kg IV
 Monitoring ketat dosis epinefrin
 infus cairan (agresif), kristaloid isotonik .
RL dan normal saline bila hipotensi tidak
respon dengan epinefrin (1-2 L bahkan
sampai 4 L)
Anafilaksis dapat
berulang

Pemicu perlu di ketahui

Pencegahan jangka
panjang harus dilakukan
Langkah-langkah Pencegahan

Cegah reaksi ulang


Anamnesa penyakit alergi
Identifikasi dan hindari alergen atau
penyebab lain.
Skin test untuk obat injeksi
Encerkan obat injeksi
Catat atau tanyakan Px obt yg
menyebabkan alergi
Bila mungkin gunakan obat secara
peroral saja.
Observasi penderita selama 30 menit
setelah pemberian obat yang berisiko
tinggi.
1. Adakah indikasi memberikan obat
2. Adakah riwayat alergi obat sebelumnya
3. Apakah pasien mempunyai risiko alergi obat
4. Apakah obat tsb perlu diuji kulit dulu
5. Adakah pengobatan pencegahan untuk mengurangi
reaksi alergi