You are on page 1of 25

CVP (CENTRAL VENOUS PRESSURE)

LUKMANNUL HAKIM, Ns.M.Kep


RUANG INTENSIF RSUD ULIN BANJARMASIN
CVP (Central Venous Pressure)
 Pengukuran tekanan darah di atrium kanan dan
digunakan dalam situasi klinis untuk
menggambarkan status cairan. (Brooker, 2008:
262)
 Pengukuran tekanan vena central adalah tekanan
di dalam Atrium kanan dan dalam vena –vena
besar di toraks. Merupakan gambaran tekanan
pengisian ventrikel kanan dan menunjukan sisi
kanan jantung dalam mengatur beban cairan.
(Smeltzer,2001:747)
CVP (Central Venous Pressure)

 Tekanan darah di sistem vena


pusat yang memiliki prioritas
untuk pengisian darah ke
atrium kanan.
 Menggambarkan tekanan di
atrium kanan atau vena cava.
 Alat / kateter yang dipasang
u/ mengukur CVP
 Nilai normal CVP 3-8 cmH2O
atau 2-6 mmHg.(Gardner &
Woods).
 Nilai normal CVP adalah
 4-10 mmHg (Sutanto,2004)
CVP (Central Venous Pressure)

 Indikator yang baik u/ mengetahui


kemampuan atrium kanan&ventrikel
kanan dalam memompa darah.
 Kegagalan jantung kanan
(hipovolemia) pasien mendapatkan
cairan 250-500 ml, hal ini
mengakibatkan peningkatan CVP.
 Nilai CVP meningkat : kelebihan
cairan. Menurun : kekurangan
cairan.
 CVP dapat diukur dengan
menggunakan transducer (mmHg)
atau dengan manometer (cmH2O).
CVP (Central Venous Pressure)

Dengan Transducer
CVP (Central Venous Pressure)

Dengan Manometer
CVP (Central Venous Pressure)
Cont…Dengan Manometer….
CVP (Central Venous Pressure)

Perubahan CVP (∆CVP) Peningkatan CVP dapat


terjadi jika:
ditentukan dengan:
 Adanya peningkatan
 Perubahan volume volume darah vena atau
darah di dalam vena pengurangan compliance
kava (∆V) dibagi vena.
 Kontraksi otot halus
dengan yang ada di dalam
 Pemenuhan vena vena, hal ini akan
tersebut atau compliance mengakibatkan
peningkatan tonus vena
(Cv), atau dapat ditulis vaskuler dan
rumusnya: mengurangi compliance
 ∆CVP = ∆V / Cv
vena.
CVP (Central Venous Pressure)

Faktor yang meningkatkan CVP Perubahan pada volume (V)


atau compliance (C)
Decreased cardiac output V

Increased blood volume V

Venous constriction C

Changing from standing to supine body posture V

Arterial dilation V

Forced expiration (e.g., Valsalva) C

Muscle contraction (abdominal and limb) V, C


CVP (Central Venous Pressure)

Macam CVP
 Satu lumen

 Dua lumen

 Tiga lumen

Tempat pemasangan kateter:


 Vena jugularis,

 Vena antekubital,

 Vena subklavia,

 Vena femoralis, dan

 Vena brakialis.
Indikasi Pemasangan CVP:

 Pengukuran tekanan vena sentral (CVP)


 Operasi jantung,
 Operasi lain yang banyak perdarahan,
 Pasien yang mendapatkan obat vasoaktif per drip (tetesan) dan
obat inotropik, Trauma mayor,
 Pengambilan darah yang sering, Pemberian cairan IV super cepat
 Pengukuran oksigenasi vena sentral
 Pemberian nutrisi parenteral dan pemberian cairan hipertonik atau
cairan yang mengiritasi yang perlu pengenceran segera dalam
sistem sirkulasi
 Sebagai jalam masuk vena bila semua tempat Iv lainnya telah
lemah
Kontraindikasi Pemasangan CVP:

 Nyeri dan inflamasi pada area penusukan


 Bekuan darah karena tertekuknya kateter

 Perdarahan: ekimosis atau perdarahan besar


bila jarum lepas
 Tromboplebitis

 Microshock

 Disritmia jantung

 Pembedahan leher

 Insersi kawat pacemaker


CVP (Central Venous Pressure)

Komplikasi Pemasangan
CVP :
 Bakterimia

 Emboli udara

 Hematoma lokal

 Pneumotoraks

 Sepsis

 Disritmia

 Tamponade perikard
Peranan Perawat

1. Sebelum Pemasangan 2. Saat Pemasangan


- Siapkan alat untuk - Memelihara alat-alat selalu
penusukan dan alat-alat steril
untuk pemantauan - Memantau tanda dan
- Mempersiapkan pasien; gejala komplikasi yg dpt
memberikan penjelasan, terjadi pada saat
tujuan pemantauan, dan pemasangan spt gg irama
mengatur posisi sesuai dg jantung, perdarahan
daerah pemasangan - Membuat klien merasa
nyaman dan aman selama
prosedur dilakukan
3. Setelah Pemasangan
Mendapatkan nilai yang akurat dengan cara:
1) Melakukan Zero Balance: menentukan titik nol/letak
atrium, yaitu pertemuan antara garis ICS IV dengan
midaksila

2) Zero balance: dilakukan pd setiap pergantian dinas ,


atau gelombang tidak sesuai dg kondisi klien

3) melakukan kalibrasi untuk mengetahui fungsi


monitor/transduser, setiap shift, ragu terhadap
gelombang.
CVP (Central Venous Pressure)

 Mengkorelasikan nilai yg terlihat pada monitor


dengan keadaan klinis klien.
 Mencatat nilai tekanan dan kecenderungan
perubahan hemodinamik.
 Memantau perubahan hemodinamik setelah
pemberian obat-obatan.
 Mencegah terjadi komplikasi & mengetahui
gejala & tanda komplikasi (spt. Emboli udara,
balon pecah, aritmia, kelebihan
cairan,hematom, infeksi,penumotorak, rupture
arteri pulmonalis, & infark pulmonal).
 Memberikan rasa nyaman dan aman pada
klien.
 Memastikan letak alat2 yang terpasang pada
posisi yang tepat dan cara memantau
gelombang tekanan pada monitor dan
melakukan pemeriksaan foto toraks
Daftar Pustaka
Klabunde, Richard E. 2007. Cardiovaskular physiology concept. Diambil pada
tanggal 23 Juli 2010 dari
http://www.cvphysiology.com/Blood%20Pressure/BP020.htm.
Scibd. 2008. Central venous pressure (CVP). Diambil pada tanggal 23 Juli
2010 dari http://www.scribd.com/doc/3438819/CENTRAL-VENOUSE-
PRESSURE-CVP.
Shergill. 2007. Central venous pressure. Diambil pada tanggal 23 Juli 2010
dari http://healthmad.com/nursing/central-venous-pressure/.
Shikan. 2009. Asuhan keperawatan dengan pasien dengan pemasangan cvp.
Diambil pada tanggal 4 juli 2010 dari http://id.shvoong.com/medicine-and-
health/pathology/1917441-asuhan-keperawatan-pada-pasien-dengan/.
>>>>>THANK
YOU>>>>>>>