You are on page 1of 24

Asuhan

Keperawatan pada
Anak dengan
Urolithiasis
Fauziah Rudhiati, M.Kep., Ns.Sp.Kep.An

Disampaikan dalam Seminar & Workshop Nasional “Kidney Stone and


Pediatric Nursing Care, Yogyakarta 10 November 2017
PENDAHULUAN
• Insiden urolithiasis pada anak meningkat 6%-10% dalam 20
thn terakhir di Amerika. Terbanyak terjadi di usia 15-19 tahun
dan lebih beresiko pada remaja putri (Batvia & Tasian, 2016)
• Insiden di Tunisia 0,4 kasus/1000 kunjungan anak di RS
(Bouthor, 2016)
Proses Pembentukan Urolithiasis

Meningkatnya calcium,
oxalate, dan uric acid

supersaturasi,
Menurun atau menurunnya
meningkatnya PH inhibitor (sitrat, Kristalisai
fosfat, abnormal
glycosaminoglicans) Batu
dan meningkatnya
promotor (calcium,
Menurunnya volume oxalate, fosfat, uric
cairan, sitrat, dan acid)
magnesium
Nurse as Care
Giver Pengkajian

Evaluasi dan Nursing Masalah


dokumentasi keperawatan
process

intervensi
PENGKAJIAN
• Identifikasi faktor resiko penyebab urolithiasis
• Pengkajian tanda dan gejala khas
• Evaluasi metabolisme untuk menyingkirkan kemungkinan
terjadinya underlying desease
• Pemeriksaan diagnostik
Penyebab Urolithiasis Pada Anak (2,3)

1. Gangguan metabolik
2. Riwayat keluarga mengidap uolithiasis
3. urophaty
4. Infeksi saluran kemih yang berulang
5. Trauma pada spinal
6. Penyakit neurologi

2. Miah, T., and D., Kamat. 2017. Pediatric Nephrolitiasis: A Review. Pediatric Annals, vol 46:6
3. Bouthor, et al. 2016. Surgical treatment of urolithiasis ini children: experience of a pediatric surgery departement in Tunisia.
Med.surg.urol, 5:172 doi 10.4172/21689857
Manifestasi Klinis
Bayi(4) Anak (2)
• Letargi • Nyeri pada costovertebral
• Poor feeding • Dysuria
• Mual • Hematuria
• muntah • pyuria
• Suhu tubuh meningkat
• Iritabilitas

2. Miah, T., and D., Kamat. 2017. Pediatric Nephrolitiasis: A Review. Pediatric Annals, vol 46:6
4. Naseri MM. Urolithiasis in the first 2 months of life. Iran J Kidney Dis. 2015;9:379-385.
Pemeriksaan Diagnostik
1. Pemeriksaan awal menggunakan X-Ray
kidney-ureter-bladder (KUB) film
2. Computed Tomography (CT) merupakan
pemeriksaan Gold Standar
3. USG merupakan pemeriksaan pertama
pada kasus urolithiasis pada anak(3)
4. Urinalisis: warna kuning atau coklat tua,
mengandung darah samar (RBC, WBC),
mengandung kristal (uric acid, calcium,
oxalate), PH urine < 5 (membentuk batu
sistin dan uric acid), jika >7.5
(membentuk batu magnesium, struvite,
fosfat, calsium fosfat)
5. Kultur urine didapatkan temuan infeksi
saluran kemih

3. Bouthor, et al. 2016. Surgical treatment of urolithiasis ini children: experience of


a
pediatric surgery departement in Tunisia. Med.surg.urol, 5:172 doi 10.4172/21689857
Masalah keperawatan
Pre & Post Op Nyeri akut
Gg. Pola Eliminasi
Gg. Nutrisi
Resiko Infeksi
Defisit Pengetahuan
Intervensi keperawatan
Pre dan Manajemen Nyeri
Post Op
Manajemen Pencegahan Infeksi

Discharge Planning dan Pendidikan Kesehatan


Faktor yang Mempengaruhi Nyeri
Pada Anak(5)
• Jenis Kelamin beberapa literatur menyatakan bahwa
perempuan lebih sensitif terhadap nyeri

• Usia anak yang lebih muda lebih reaktif terhadap nyeri


dibandingkan dengan anak yang usianya lebih tua

• Waktu memberikan informasi tentang prosedur dan


mengajarkan mekanisme koping yang tepat sebelum dilaksanakan
tindakan terbukti dapat meningkatkan ambang batas nyeri anak

5. Martin, s & Cohen, L.L. 2012. Psychological approaches to pediatric pain relief. Advances in
Pengkajian Nyeri Pada Anak
Sebuah instrumen pengkajian nyeri yang ideal harus sensitif dan bebas
dari bias, memiliki konsistensi internal, reliabilitas yang baik dan
konstruksi yang baik, mudah dimengerti dan dapat digunakan oleh
semua anak dan dapat diterapkan pada berbagai jenis tipe nyeri di
semua setting klinik (6)

6. Stinson JN, Kavanagh T, Yamada J, Gill N, Stevens B. Systematic review of the psychometric properties, interpretability and
feasibility of self-report pain intensity measures for use in clinical trials in children and adolescents. Pain. 2006;125:143-157.
doi:10.1016/j.pain.2006.05.006.
Instrumen Nyeri Akut Pada Anak
Instrumen Nyeri Post Operative
pada Anak
Manajemen Nyeri Non
Farmakologi (7)

• Merujuk pada intervensi nyeri yang tidak melibatkan terapi


medikasi
• Target: fisik, spiritual, pikiran dan interaksi sosial
• Memiliki efek samping yang sedikit

7. Pain Assesment and Management Initiative, (PAMI), 2016


Tujuan Terapi Menurunkan

Nyeri Non
rasa takut

Farmakologi (8)
Mengurangi
stres dan
kecemasan

Mengurangi
nyeri dan
memenuhi
kebutuhan
kontrol diri
pada pasien

8. Kavuma, D. 2017. Non-Pharmacological Pain Management in PPC. Mildmay: Uganda


Dasar Pemilihan Terapi
• Usia
• Level Perkembangan
• Pengalaman terhadap nyeri dan riwayat medikasi
• Tingkat nyeri
Manajemen Nyeri Non
Farmakologi Pada Anak
• Heat/cold therapy
• Relaxation techniques (breathing exercise)
• Distraction (active and passive)
• Guided imagery
• Comfort positions
• Training and coaching
• Aromatherapy
• Empathy from healthcare provider
Manajemen Nyeri Non
Farmakologi
Pada Anak
• Physical therapy
• Hypnosis
• Psychotherapy / Counselling
• Music Therapy
• Massage
• Acupunture
• Spinal cord stimulation
• Play, etc.
Manajemen Pemberian Nutrisi
• Meningkatkan Fluid untuk membantu pengeluaran batu,
kecuali jika pasien muntah
• Batu kalsium : menurunkan asupan protein dan sodium,
meningkatkan asupan fluid
• Batu uric : menurunkan asupan purin, alkalikan urin,
meningkatkan asupan cairan
• Oxalate : mengurangi konsumsi bayam, strawberry, coklat, teh
dan kacang-kacangan
Manajemen Pencegahan Infeksi
• Identifikasi resiko terpapar infeksi
• Hand hyegene dalam 5 moment
• Lakukan teknik septik dan aseptik dengan benar
• Melakukan perawatan luka dengan teknik steril
• Kolaborasi pemberian profilaksis
Cuci tangan

The hospital setting is a good


setting for communication about
personal hygiene such as
informing visitors and the
general public about hygiene
rules such as washing hands
Discharge Planning
• Orientasikan Keluarga dalam setiap rencana perawatan anak
• Libatkan seluruh komponen petugas pelayanan kesehatan
(dokter, perawat, ahli gizi, farmasi, administrasi, laboratorium)
• Libatkan keluarga dalam setiap pengambilan keputusan
• Informasikan semua tatalaksana yang akan dilakukan pada
anak khususnya tindakan pembedahan
• Bina kemandirian keluarga selama perawatan di RS dan
yakinkan bahwa keluarga telah memahami cara perawatan
anak di rumah
• Terima Kasih