You are on page 1of 36

NEUROANATOMI

MEDULLA SPINALIS
Disusun Oleh:
Omar Indratno
1765050203

Pembimbing:
dr. Marijanty Learny, Sp.S

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Saraf


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia
Periode 1 April – 4 May 2019
Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu - Jakarta Selatan
8 segmen serviks;
12 segmen toraks;
5 segmen lumbar;
5 segmen sakral;
1 segmen coccygeal

radices anterior (motorik),


radices posterior (sensorik).

dewasa  berakhir setinggi pinggir


bawah vertebra L1
anak kecil,  berakhir setinggi pinggir
atas vertebra L3
1. Substantia Grisea “H”
• columnae grisea anteriores
• columnae grisea posteriores
• columnae grisea lateralis
2. Substantia Alba
• Columna anterior
• columnae lateralis
• columna posterior
Tractus Ascendens
• neuron tingkat pertama
• neuron tingkat ke-2
• neuron tingkat ke-3

• Jaras Nyeri dan Suhu


• Jaras Raba dan Tekanan Ringan
• Diskriminasi Raba , sensasi Getar
dan Sensasi Sadar Otot Sendi
• Jaras Sensasi otot Sendi ke
Cerebellum
• Jaras Asendens lainnya
Jaras Nyeri dan Suhu

• Tractus Spinothalamicus Lateralis


• Lemnicus Spinalis
Jaras Raba dan Tekanan
Ringan (Kasar)

• Tractus Spinothalamicus Anterior


• Lemnicus Spinalis
Diskminasi Raba, Sensasi
getar, dan Sensasi sadar
Otot Sendi

• Fasciculus Gracialis dan Cuneatus


• Lemnicus Medialis
Jaras Sensasi
Otot Sendi ke
Cerebellum

• Tractus Spinocerebellaris
Posterior
• Tractus Spinocerebellaris
Anterior
Jaras Asendens
Lainnya

• Tractus Spinotectalis
• Tractus Spinorecticularis
• Tractus Spinoolivaris
Traktus Desendens
Medulla Spinalis
• neuron tingkat pertama
• neuron tingkat ke-2
• neuron tingkat ke-3
• Tractus Corticospinalis
• Tractus Reticulospinales
• Tractus tectospinalis
• Tractus Rubrospinalis
• Tractus Vestibulospianlis
• Tractus Olivospinalis
Tractus Corticospinalis
• gerakan volunter tertentu,
terlatih terutama pada bagian
distal ekstremitas.
• gerakan cepat yang tangkas, dan
gerakan volunter dasar yang
sederhana.
Tractus Reticospinales

• mempengaruhi gerakan volunter


dan aktifitas refleks
• mengatur aliran simpatis dan
aliran parasimpatis
Tractus tectospinalis
• gerakan refleks postural
sebagai respons terhadap
stimulus visual
• berhubungan dengan neuron
simpatis di columna grisea
lateralis
• mengurus refleks dilatasi
pupil sebagai respons
terhadap situasi gelap.
Tractus Rubrospinalis
• memfasilitasi aktivitas otot
fleksor
• menghabat aktivitas otot
ekstensor atau antigravitasi
Tractus Vestibulospinalis

• memfasilitasi aktivitas otot


ekstensor
• menghambat aktivitas otot
fleksor untuk menjaga
keseimbangan
Tractus Olivospinalis

• tractus ini diragukan


keberadaannya.
Serabut Otonomi Desendens
• berhubungan dengan pengendalian aktivitas otonomik terletak
didalam cortex cerebri, hypothalamus, corpus amygdaloideum,
dan formatio reticularis

Tractus intersegmentalis
• membuat interkoneksi neuron di berbagai tingkat segmental,
• untuk refleks spinal intersegmental
Lengkung Refleks
• Lengkung refleks monosinaptik terdiri dari: organ reseptor,
neuron aferen, neuron efektor, dan organ efektor.
• Hukum persarafan timbal balik
“Refleks fleksor dan ekstensor ekstremitas yang sama tidak
dapat berkontraksi secara simultan”
Persarafan Segmental Kulit
Persarafan Segmental Otot
Vaskularisasi Medulla Spinalis

• Arteri Medulla Spinalis


2 arteri spinalis posterior, dan
1 arteri spinalis anterior
Arteri Spinalis Segmentalis
• Vena Medulla Spinalis
Meningen Medulla
Spinalis

• Duramater
• Arachnoideamater
• Piamater
CATATAN KLINIS MEDULLA SPINALIS
Tabes Dorsalis
Sifilis, menyebabkan kerusakan tertentu pada serabut saraf ditempat masuknya radix
posterior kedalam medulla spinalis, (thoracica bagian bawah dan lumbosacralis)

• Nyeri menusuk yang sangat hebat di ekstremitas inferior


• Parestesia dengan rasa baal pada ekstremitas inferior
• Hipersensitivitas kulit terhadap rasa raba, panas, dan dingin
• Hilangnya sensasi kulit dibagian truncus dan ekstremitas inferior, dan hilangnya
kesadaran akan rasa penuh pada vesica urinaria
• Kehilangan apresiasi postur / gerakan pasif ekstremitas (terutama tungkai)
• Hilangnya sensasi nyeri dalam
• Hilangnya sensasi nyeri pada kulit didaerah tertentu dari tubuh
• Ataksia tungkai bawah
• Hipotonia
• Hilangnya refleks tendon
Lesi Upper Motor Neuron
Lesi Tractus corticospinalis Lesi Tractus Desendens
(Tractus Pyramidales) (Tractus Ekstrapyramidales)
• Terdapat tanda babinski • Paralisis berat dengan sedikit / tidak
• Tidak ada refleks abdominalis ada atrofi otot
superficialis • Spastisitas / hipertonus otot
• Tidak ada refleks cremaster (ekstremitas inferior dipertahankan
• Terdapat kehilangan penampilan posisi ekstensi, dan ekstremitas
gerakan terlatih halus superior dalam posisi fleksi)
• Peningkatan refleks otot dalam serta
klonus
• Reaksi pisau-lipat
Lesi Lower Motor Neuron
• Paralisis flasid otot yang dipersarafi
• Atrofi otot yang dipersarafi
• Hilangnya refleks otot yang dipersarafi
• Fasikulasi otot (kedutan otot)
• Kontraktur otot (pemendekan otot)
Kompresi kronik pada Medulla Spinalis
• Nyeri lokal pada vertebrae yang terlibat / nyeri menjalar
sepanjang distribusi 1 / beberapa radix nervi spinalis
• Nyeri bertambah hebat bila batuk, bersin, dan waktu berbaring
• paralisis parsial / total pada otot, kehilangan tonus dan masa
otot.
• kelemahan otot, peningkatan tonus otot (spastisitas),
peningkatan refleks tendon dibawah tingkat lesi dan respon
ekstensor plantar
• Derajat kehilangan sensorik.
Spinalis Shock Sindrome
• berlangsung kurang dari 24 jam, tetapi dapat menetap selama
1-4 mingu
• Menimbulkan gangguan sensorik dan paralisis flasid
• hipotensi berat
• pemeriksaan aktivitas refleks sfingter anae
Tidak adanya refleks spingter anal menunjukkan adanya syok
spinal
Sindrom Transeksi Total Medulla Spinalis
• Paralisis LMN bilateral dan atrofi otot pada segmen lesi
• Paralisis spastis bilateral dibawah tingkat lesi, tanda babinski
bilateral, kehilangan refleks abdominalis superficialis dan
refleks cremaster
• Hilangnya semua sensasi bilateral dibawah tingkat lesi.
Kehilangan sensasi suhu dan raba ringan
• Fungsi vesica urinaria dan usus besar tidak berada dibawah
kendali volunter
Sindrom Medulla Anterior
• Paralisis LMN bilateral dan atrofi otot pada segmen lesi
• Paralisis spastis bilateral dibawah tingkat lesi
• Hilangnya sensasi nyeri, suhu, dan raba ringan bilateral
dibawah tingkat lesi
• Terdapat diskriminasi taktil dan getar serta sensasi
propioseptif,
Sindrom Medulla Sentral
• Paralisis LMN bilateral dan atrofi otot pada segmen lesi
• Paralisis spastis bilateral dibawah tingkat lesi dengan
karakteristik sacral “sparing”
• Hilangnya sensasi nyeri, suhu, raba ringan, dan tekanan
dibawah tingkat lesi dengan ciri khas sacral “sparing”.

• Sparing bagian bawah tubuh dapat dibuktikan dengan: adanya


sensasi perianal; tunus sfingter anae baik; dan mampu sedikit
menggerakkan jari-jari kaki
Sindrom Brown-Sequard /
hemiseksi Medulla Spinalis
• Paralisis LMN ipsilateral dan atrofi otot di segmen lesi
• Paralisis spastis ipsilateral dibawah tingkat lesi, tanda babinski
ipsilateral, kehilangan refleks abdominalis superficialis dan refleks
cremaster
• Pita anestesi kulit ipsilateral pada segmen lesi
• Hilangnya diskriminasi taktil dan getar serta sensasi propioseptif
ipsilateral dibawah tingkat lesi
• Hilangnya sensasi nyeri dan suhu kontralateral dibawah tingkat lesi
• Hilangnya sensasi taktil inkomplit pada sisi kontralateral
Siringomielia
• Hilangnya sensasi nyeri dan suhu pada dermata ke-2 sisi tubuh
yang berhubungan dengan segmen medulla spinalis yang terkena.
• mengeluhkan luka terbakar yang tidak disengaja pada jari
• Diskriminasi taktil, sensasi getar, dan sensasi propioseptif normal
• Terdapat kelemahan LMN pada otot kecil tangan, timbul bilateral
• Terjadi paralisis spastik bilateral pada ke-2 tungkai, disertai
peningkatan refleks tendon dalam dan tanda babinski positif
Oklusi Arteri spinalis anterior
• Hilangnya Fungsi motorik (paraplegia) dibawah tingkat lesi
• Termoanestesia dan anelgesia bilateral di bawah tingkat lesi
• Kelemahan otot-otot ekstremitas
• Hilangnya kendali terhadap kandung kemih dan rectum
• Sensasi posisi, getar, dan raba ringan normal
TERIMAKASIH