You are on page 1of 15

ASUHAN KEPERAWATAN

PALIATIF DENGAN PPOK


(PENYAKIT PARU
OBSTRUKSI KRONIS)

Kelompok 3
DEFNISIPERAWATAN
PALIATIF
Perawatan paliatif adalah bentuk perawatan medis dan
kenyamanan pasien yang mengontrol intensitas penyakit atau
memperlambat kemajuannya, apakah ada atau tidak ada
harapan untuk sembuh. Perawatan paliatif tidak bertujuan
untuk menyediakan obat dan juga tidak sebaliknya
perkembangan penyakit
TAHAP BERDUKA PADA
PALIATF CARE

Denial ( pengingkaran )

Anger ( Marah )

Bergaining ( tawar-menawar )

Depetion ( depresi )

Acceptance ( penerimaan)
TIPE-TIPE PERJALANAN
MENJELANG KEMATIAN
Kematian yang pasti dengan waktu yang diketahui,

Kematian yang pasti dengan waktu tidak bisa


diketahui

Kematian yang belum pasti, kemungkinan sembuh


belum pasti

Kemungkinan mati dan sembuh yang tidak tentu.


DEFINSI PPOK

 PPOK adalah penyakit paru kronik dengan karakteristik adanya


hambatan aliran udara di saluran pernafasan yang bersifat progresif
GOLD, 2009).
ETOLOGI

 Kebiasaan merokok

 Polusi Udara

 Paparan Debu, asap

 Gas-gas kimiawi akibat kerja

 Riwayat infeki saluran nafas

 Bersifat genetik yakni definisi a-l anti tripsin


WOC
PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIC
 Pengukuran fungsi paru
 Analisa gas darah
 Pemeriksaan Laboratorium
 Pemeriksaan Sputum
 Pemeriksaan Radiologi Thorax foto (AP dan Lateral)
 Pemeriksaan Bronkhogram
 EKG
ASUHAN KEPERAWATAN
TEORITIS
PENGKAJIAN

Pengkajian merupakan tahap awal dari proses


keperawatan. Tahap awal pengkajian terdiri atas :
pengumpulan data, analisa data, rumusan masalah,
diagnosa, data yang dikumpulkan dibedakan menjadi data
subjektif dan data objektif ( Doenges M E, Moorhouse
M F, Geissler A C,(2012).
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan sekresi yang kental dan
berlebihan diakibatkan oleh produksi sekret.
 Pola nafas tidak efektif berhubungan ketidakadekuatan ventilasi udara.
 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia, agitasi fisik
berlebihan sekunder terhadap gangguan dipolar.
 Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan
kebutuhan aktivitas.
 Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi.
 Ansietas berhubungan dengan kesukaran bernafas dan takut asfiksia.
 Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakitnya.
PERENCANAAN

Rencana keperawatan adalah memprioritaskan diagnose keperawatan,


menentukan hasil akhir keperawatan klien, mengidentifikasikan
tindakan keperawatan dan klien yang sesuai dan rasional ilmiahnya,
menetapkan rencana asuhan keperawatan. Tahap awal perencanaan
adalah prioritas masalah.Prioritas masalah berdasarkan mengancam
jiwa pasien, tahap kedua adalah rencana prioritas (Deden Darmawan,
2012).
IMPLEMENTASI

Implementasi merupakan pelaksanaan rencana keperawatan


oleh perawat terhadap pasien. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam pelaksanaan rencana keperawatan
diantaranya :Intervensi dilaksanakan sesuai dengan rencana
setelah dilakukan validasi ; ketrampilan interpersonal, teknikal
dan intelektual dilakukan dengan cermat dan efisien pada
situasi yang tepat, keamanan fisik dan psikologis klien
dilindungi serta dokumentasi intervensi dan respon pasien.
EVALUASI
Evaluasi merupakan langkah terakhir dalam proses keperawatan,
dimana evaluasi dilakukan berdasarkan respon pasien terhadap
tindakan yang diberikan, Doenges M.E, Moorhouse M.F, Geissler
A.C, (2012
SEKIAN DAN TERIMA
KASIH