You are on page 1of 22

OTOSKLEROSIS

Pembimbing : dr. Fauziah Henny Sp.THT-KL


RSUD PIRNGADI MEDAN
2019
OTOSKLEROSIS

Otosklerosis adalah penyakit primer di kapsul labirin yang ditandai


oleh adanya pusat-pusat pembentukan tulang.

Insiden penyakit ini paling tinggi pada bangsa


kulit putih (8-10%), 1% pada bangsa Jepang dan
1% pada bangsa kulit hitam.

Gejala Klinis diantaranya penurunan pendengaran dan keluhan tinitus


yang dirasakan oleh pasien dan indikasi terapi pemberian medikamentosa
dan tindakan operasi yang dilakukan pada pasien
Anatomi dan Fisiologi Telinga
 Telinga tengah
Telinga Dalam
DEFINISI OTOSKLEROSIS

Penyakit primer di kapsul labirin yang ditandai oleh adanya pusat-pusat


pembentukan. Pada otosklerosis ini kapsul tulang labirin yang mengalami spongiosis
di daerah kaki stapes, sehingga stapes menjadi kaku dan tidak dapat menghantarkan
getaran suara ke labirin dengan baik.
EPIDEMIOLOGI
Insiden penyakit ini paling tinggi pada bangsa kulit putih (8-10%), 1% pada
bangsa Jepang dan 1% pada bangsa kulit hitam.

Penyakit ini lebih jarang pada populasi Negro, hanya 1 % dari specimen.

Distribusi menurut jenis kelamin tidak sama, terdapat 1 diantara 8 wanita


tetapi hanya 1 di antara 15 pria.
ETIOLOGI

GENETIK

VIRUS

HORMONAL
PATOFISIOLOGI
tipe otosklerosis sebagai berikut:
1. Otosklerosis stapedial

Gambar 2.6 Tipe Otosklerosis Stapedial (A) Fokus anterior. (B) Fokus posterior. (C)
Sirkumperensial. (D) tipe biskuit. (E) Obliteratif.
2.Otosklerosis koklear
Otosklerosis koklear melibatkan region sekitar oval window
atau area lain di dalam kapsul otik dan bisa menyebabkan tuli
sensorineural. kemungkinan disebabkan material toksik di
dalam cairan telinga dalam

3Otosklerosis histologi
Tipe otosklerosis ini merupakan gejala sisa dan
tidak dapat menyebabkan tuli konduktif dan tuli
sensorineural
Gejala Klinis
 penurunan pendengaran
 Paracusis willisii
 Tinitus
 Gambaran membrane timpani yang
kemerahan oleh karena terdapat pelebaran
pembuluh darah promontorium
Diagnosis

ANAMNESA

Riwayat Penyakit

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan audiometri
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan Otoskopi
 Pemeriksaan Garpu Tala
 Pemeriksaan Audiometri
 CT SCAN

Gambar 2.13CT Scan temporal potongan aksial


menunjukkan area kapsul otik yang radiolusen

\
Differential Diagnosis
1Osteogenisis Imperfecta
2. Trauma (Mastoidektomi)
3. Tympanosclerosis
Penatalaksanaan

Medikamentosa
 sodium fluoride 30-60 mg
 Alat Bantu Dengar
 Operasi
 Stapedektomi
Stapedektomi merupakan operasi dengan
membuang seluruh footplate.
Piston teflon, merupakan protesis yang paling
sering digunakan saat ini. Hampir 90% pasien
mengalami kemajuan pendengaran setelah
dilakukan operasi dengan stapedektomi.
 Stapedotomi
Pada teknik stapedotomi, dibuat lubang di
footplate, dilakukan hanya untuk tempat
Protesis.
PROGNOSIS
Dua persen dari pasien yang menjalani operasi stapedektomi mengalami
penurunan fungsi pendengaran tipe sensorineural hearing loss.

Penurunan pendengaran setelah stapedektomi diperkirakan muncul


pada rata-rata 3,2 dB dan 9,5 dB per dekade

Penurunan frekuensi tinggi secara lambat dapat terlihat pada follow up jangka
panjang. Satu dari 200 pasien kemungkinan dapat mengalami tuli total.
KESIMPULAN
Otosklerosis adalah penyakit primer di kapsul labirin yang ditandai
oleh adanya pusat-pusat pembentukan tulang

Gejala klinis dari penyakit otosklerosis adalah penurunan pendengaran secara


progresif, biasanya tipe konduktif dan bilateral, paracusis willisii, tinnitus

Penatalaksanaan otosklerosis secara medikamentosa dan operasi. Secara


medikamentosa dengan sodium floride dosis 30-60 mg/hari salama 2
tahun.Penatalaksanaan operasi dengan stapedektomi dan stapedotomi

Dua persen dari pasien yang menjalani operasi stapedektomi mengalami


penurunan fungsi pendengaran tipe sensorineural hearing loss.