You are on page 1of 24

PANDUAN PELAKSANAAN

SURVEI MAWAS DIRI


DALAM MENUJU DESA SIAGA

SEKSI PROMOSI KESEHATAN

SUBDIN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA

DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR


SURVEI MAWAS DIRI-SMD

• Merupakan suatu pengenalan lingkungan sendiri, baik situasi


maupun masalahnya,

• Masyarakat sendiri yang mengumpulkan data tentang


daerah & masalah yang mereka hadapi

• Bila sudah didapatkan gambaran masalah lakukan analisa


masalah untuk menetapkan masalah mana dulu yang akan
dikerjakan dengan mengacu kriteria sbb :

• Angkat satu masalah dulu agar tidak menjadi beban dan ini
disepakati pada forum masyarakat desa
TUJUAN SMD

1. Untuk memperoleh gambaran tentang


permasalahan, khususnya masalah Kesehatan
yang ada, sehingga timbul kesadaran masyarakat
untuk mengambil tindakan-tindakan yang
diperlukan dalam mengatasi masalah.

2. Menyusun Rencana operasional yang kongkrit


untuk penanggulangan masalah yg ditemukan,

3. Untuk menilai sampai sejauh mana usaha


pemecahan masalah yg sedang dilaksanakan,
atau telah berhasil memecahkan masalah yg ada.
UNTUK MENGANALISA SUATU
MASALAH KESEHATAN

Ditinjau dari 3 aspek :


1. sifat masalah
a. apakah sering muncul dan terjadi KLB
b. seberapa cepat menyebabkan kematia
2. luasnya masalah
a. apakah dapat meluas keseluruh pelosok
b. apakah menyerang semua golongan umur
3. epidemiologi : manusianya, penyebab,
lingkungan
APA SAJA YANG DIAMATI PADA SMD OLEH
MASYARAKAT

YANG DI SMD BERPATOKAN PADA FAKTOR


EPIDEMIOLOGINYA / LINGKARAN TIMBULNYA
MASALAH YAITU :

1. PERILAKU MANUSIA

2. PERILAKU PENYEBAB

3. LINGKUNGAN SEKITAR MASALAH TERJADI


Siapa pelaksananya?

• Kader

• Tokoh masyarakat di desa

• Anggota forum masyarakat desa

• masyarakat
Bagaimana melaksanakan SMD ?

1. Pengamatan langsung, observasi partisipatif,

2. Dengan bertanyajawab/interview,

3. Wawancara mendalam,

4. DKT/FGD
Langkah-langkah SMD
1. Persiapan
a) Menyusun daftar pertanyaan,
• Berdasarkan prioritas mslh yg ditemui di desa, dari data
yang ada di Puskesmas
• Dipergunakan utk memandu pengumpulan data
• Pertanyaan harus jelas,
• Pertanyaan harus singkat & padat,
• Pertanyaan tdk bersifat mempengaruhi responden
• Kombinasi pertanyaan terbuka, tertutup dan menjaring

b) Menyusun lembar observasi (pengamatan)


Utk mengobservasi rumah, halaman rumah, lingkungan
sekitarnya,

c) Menentukan Kriteria responden, termasuk cakupan


wilayah & jumlah K.K
2. Pelaksanaan:
• Pelaksanaan interview/wawancara thdp. Responden
• Pengamatan thdp rumah-tangga & lingkungan

3. Pengolahan data
setelah data dikumpulkan selanjutnya :
- direkap menghitung jumlah data yang sama
- menganalisahasil rekapan
- menyimpulkan hasil analisa
- menyusun penyajian
4.Tindak lanjut
• Meninjau kembali pelaksanaan SMD,
• Menyusun laporan SMD, sbg bahan utk
MMD
• Ada 3 macam cara penyajian data:
- Secara Tekstular (mempergunakan
kalimat)
- Secara Tabular (menggunakan tabel)
- Secara Grafikal ( menggunakan
grafik)
CONTOH APA SAJA YANG
HARUS DIAMATI PADA SMD

MASALAH KESEHATAN YANG


TERJADI
FLU BURUNG
Apa yang harus diamati oleh masyarakat (ini bahan
membuat daftar pertanyaan
1. Manusia
 bagaimana cara dia membersihkan kandang apakah
menggunakan APD
 Setelah membersihkan kandang bagaimana pakaian
yang digunakan
 Berapa kali dia membersihkan kandang
 Apakah melakukan vaksinasi
 Bila ada ayam mati dikemanakan
 Cara memelihara ternak
2. Lingkungan
keberadaan kandang dengan hunian/rumah
kebersihan kandang
kotoran binatang
DEMAM BERDARAH
Apa yang harus diamati oleh masyarakat
1. Manusia
 Apa melakukan pengurasan setiap seminggu sekali
 mengganti air di pot berapa kali dalam seminggu
 menutup setiap tempat penampungan air
 tidak menggantung pakaian di rumah
 membersihkan got – got air
 mengubur barang – barang bekas

2. nyamuk
dimana yang disenangi tempat perindukannya
dimana yang disenangi tempat bersarangnya
Lingkungan
 Sistim pembuangan limbah rumah tangga
 Pengelolaan barang – barang bekas ruamah tangga

DIARE
Apa yang harus diamati oleh masyarakat
1. Manusia
 Apa melakukan bab di jamban
 sumber air bersih
 menutup makanan
 memasak air sebelum dikonsumsi
 mencuci tangan sebelum makan
 pengelolaan sampah
 Mencuci tangan dg sabun setelah bab
2. Lingkungan
 pembuangan limbah rumah tangga
 sumber air minum bebas dari pencemaran
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
1. Pengertian
– Pertemuan seluruh warga Desa utk membahas
masalah-masalah(terutama yg erat kaitannya
dgn kemungkinan KLB, Kegawat-daruratan &
Bencana) yg ada di desa untuk merencanakan
penanggulanggannya
– Topik yg dibahas fokus kepada hasil SMD yg
telah diperoleh,
2. Tujuan :
– Agar masy.mengenal mslh Kes.yg dihadapi&
dirasakan diwilayahnya
– Agar masy. sepakat utk bersama-sama
menanggulangi
– Tersusunnya rencana kerja utk Penanggulangan
yg disepakati bersama
3. Peserta,
– Para kader pelaksana SMD
– Kepala Desa & perangkat Desa
– Tokoh Masy setempat formal & non-Formal
– PKK
– Karang Taruna, Saka bakti Husadha
– PMR
– Beberapa KK yg di SMD
– Pimpinan Puskesas & staf
– Sektor tkt.Kecamatan
– Ketua Organisasi Masy (NU,Muhammadiyah,
Peremp uan, pemuda, Partai)
4. Tempat penyelenggaraan,
– sebaiknya yg menentukan masyarakat sendiri,
– boleh diusulkan di Balai Desa, tetapi hendaknya
dilaksanakan diwilayah/desa dimana SMD
dilaksanakan,
– usahakan tempatnya cukup tenang, tidak
terganggu oleh keributan/gangguan suara, agar
peserta bisa mendengar & memusatkan
perhatian dengan baik,
– cukup ventilasi udara & cahaya
5. Pola penyelenggaraan
a) Susunan tempat duduk :
– Sebaiknya berbentuk lingkaran(round table),
stiap peserta bisa saling memandang
– Pimpinan pertemuan duduk sederetan,setara
dan berada diantara para peserta, tidak
memisah atau duduk dikursi istemewa
– Duduk tidak harus selalu dikursi, boleh juga
dilantai diatas tikar/karpet/matras
b) Suasana MMD:
– Ciptakan suasana kekeluargaan yg akrab
– Jangan cipatakan suasana formal dengan meja
yg ditata seperti dimeja persidangan.

c) Waktu :
– Mulai dan selesai tepat waktu, sesuai dgn
rencana & jadwal ,jangan sampai peserta
menunggu, sedapat mungkin tidak terlalu lama

– Yg mengundang hadir terlebih dahulu, jangan


terlambat!
d) Peran Ketua MMD:
– Mengarahkan pembicaraan agar jangan
menyimpang dari arah yg ditetapkan.
– Menjadi penengah jika terjadi perselisihan
pendapat dlm pembicaraan.
– Seperti polisi lalu-lintas, mengatur lalu-lintas
pembicaraan diantara sesama peserta
– Ketua harus selalu berusaha memotivasi setiap
peserta untuk mengeluarkan pendapatnya
– Ketua jangan terlalu banyak berbicara, ketua
sebaiknya lebih banyak memandu,
– Ketua harus sabar, tidak emosional bila ada hal-hal
yg menjengkel kan,
– Ketua harus jeli, cerdik, & segera bisa
menangkap apa yg dimaksud oleh peserta,

– Setiap pendapat harus dihargai, jangan


memaksakan kehendak utk disetujui, semua
keputusan harus berdasrkan musyawarah,
bukan paksaan,

– Ketua harus selalu memantau kepada bahasa


tubuh, ekspresi, gerak-gerik peserta, apakah
mereka kelihatan bosan/jengkel mendengarkan
, bila perlu diselingi dgn gurauan utk
mencairkan suasana

– Bila ada hal-hal tehnis yg kurang jelas,


terutama ttg masalah/info yg berkaitan dgn
kesehatan, dpt meminta kejelasan &
penjelasan dari Pimpinan dokter
Puskesmas/stafnya.
6. Langkah-langkah Penyelenggaraan MMD,
a) Persiapan:
• Kader menyiapkan hasil analisis yg ditulis dlm
lembar balik
• Kader membantu Ka.Des menyimpulkan
acara, tata ruangan & perlengkapan,
• Kader memotivasi/mengajak para
TOMA,TOGA, pimpinan Ormas yg ada didesa
utk hadir dlm MMD, agar dpt membantu
memcahkan masalah bersama-sama
• Mengajak kader-kader di desa tsb.yg lainnya
utk ikut hadir,
b) Proses
c) Tindak lanjut,
Kader membantu Kades menyebarkan hasil
Musyawarah ttg Rencana Kerja
Penanggulangan masalah & membantu
menindak-lanjuti utk kegiatan-kegiatan
selanjutnya, seperti mencari calon kader
baru, pelatihan kader & pelaksanaan
kegiatan
Tindak lanjut Rencana Kerja hasil MMD

1. Latihan Kader

2. Melaksanakan kegiatan masyarakat


dibidang kesehatan

3. Memantau/memonitor hasil kegiatan

4. Memotivasi warga agar kegiatan dibidang


kes dapat dikembangkan baik lokasinya
maupun jenis kegiatannya