You are on page 1of 41

Bab

10
Atom dan Radioaktivitas

A. Perkembangan Teori Atom

B. Struktur Inti

C. Reaksi Inti dan Energi Nuklir

D. Radioaktivitas

E. Teknologi Nuklir

F. Proteksi Radiasi

BUKU SISWA Aktif dan Kreatif Belajar Fisika 3 untuk SMA/MA Kelas X
Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam
Para arkeologi dapat menentukan umur suatu fosil. Menurut pengetahuan
Anda, metode apa yang digunakan para ahli arkeologi untuk menentukan
umur fosil tersebut? Coba diskusikan secara berkelompok mengenai
permasalahan tersebut. Kemudian, kemukakan hasilnya pada guru Anda.
A. Perkembangan Teori Atom

1. Teori Atom Dalton


Pada 1803, John Dalton mengemukakan
teorinya, yaitu sebagai berikut.
a. Atom merupakan bagian terkecil suatu zat yang
tidak dapat dibagi-bagi. Atom tidak dapat
dimusnahkan dan diciptakan.
b. Setiap unsur memiliki sifat unik yang sama dengan sifat atom penyusunnya. Misalnya,
atom unsur aluminium berbeda dengan atom unsur besi.
c. Dua atom atau lebih yang berasal dari unsur-unsur berlainan dapat bersenyawa
membentuk molekul. Misalnya, atom-atom hidrogen (H) dan oksigen (O) bersenyawa
membentuk sebuah molekul air (H2O).
d. Dalam suatu senyawa, atom-atom setiap unsur bergabung membentuk senyawa dengan
perbandingan tertentu dan sederhana. Misalnya, atom karbon (C) dan atom oksigen (O)
bersenyawa membentuk molekul CO dan CO2.
Kelemahan lain dari teori atom yang dikemukakan oleh John Dalton tersebut adalah tidak dapat
menjelaskan sifat kelistrikan pada atom. Kelemahan teori ini muncul bersamaan dengan
ditemukannya elektron oleh J. J. Thomson
2. Teori Atom Thomson
Thomson mula-mula menganggap atom seperti suatu bola yang bermuatan positif dan
dibubuhi dengan elektron yang secukupnya sehingga muatan listriknya netral model
tersebut mirip roti kismis.

Dalam model tersebut muatan positif dari atom


terdistribusi secara merata pada bola yang berjari-jari
1010 m. Sedangkan elektron-elektron tadi terdistribusi
pada kulit-kulit lingkaran dengan jari-jari lebih kecil.

Model tersebut tidak dapat menerangkan hamburan partikel


alpha dalam percobaan Rutherford.

3. Teori Atom Rutherford


Pada 1911, Ernest Rutherford (1871–1937)
dibantu oleh asistennya Geiger dan Marsden,
mengadakan suatu percobaan untuk menguji
kebenaran model atom Thomson, yaitu
percobaan hamburan partikel alfa.
Berdasarkan percobaannya Rutherford menyusun model atom yang baru,
yaitu sebagai berikut.
a. Atom terdiri atas inti atom yang bermuatan listrik
positif. Inti atom mengandung hampir seluruh
massa atom dan dikelilingi oleh elektron-elektron
bermuatan listrik negatif seperti model tata surya.
b. Atom bermuatan netral karena jumlah muatan inti
(positif ) sama dengan jumlah muatan elektron
yang mengelilinginya (negatif ).
c. Selama mengelilingi inti, gaya sentripetal pada
elektron dibentuk oleh gaya tarik elektrostatik
(gaya Coulomb).
Perbandingan antara jari-jari lintasan elektron dalam mengelilingi inti dan jari-jari inti sekitar
10.000 : 1 sehingga sebagian besar atom merupakan ruang kosong.
teori atom Rutherford tidak dapat menjelaskan spektrum cahaya yang dipancarkan oleh
atom hidrogen. Kelemahan lainnya ialah menurut teori ini gerakan elektron mengelilingi
inti memancarkan gelombang elektromagnetik sehingga energi total elektron akan
berkurang dan jari-jari lintasannya akan mengecil.
Di dalam kenyataannya, elektron-elektron tetap pada orbitnya (tidak pernah masuk ke
dalam inti) dan spektrum atom H merupakan spektrum diskrit.
4. Teori Atom Bohr

Bohr mempostulatkan bahwa elektron-


elektron mengitari inti yang bermuatan positif
pada orbit stasioner tertentu saja, tetapi
elektron dapat melompat dari satu orbit ke
orbit yang lain.
Setiap elektron memiliki energi yang besarnya
tertentu. Elektron pada orbit yang paling dekat
dengan inti memiliki energi paling rendah.
Semakin jauh dari inti, semakin besar energi yang dimiliki elektron. Selama bergerak pada
orbitnya, tidak terjadi pelepasan atau penerimaan energi.
Tingkat energi terendah disebut keadaan dasar dan tingkat energi yang lebih tinggi disebut
keadaan eksitasi. Elektron yang berpindah dari keadaan dasar ke keadaan eksitasi disebut
elektron tereksitasi.
Menurut de Broglie, panjang lintasan elektron sama dengan 2rn = n
bilangan bulat kali suatu panjang gelombang.

Jari-jari lintasan elektron menurut Bohr akan 1


𝑘=
memenuhi persamaan berikut. 4𝜋𝜀0
Elektron yang mengitari inti atom akan mengalami gaya sentripetal yang berasal
dari gaya Couloumb antara elektron dan inti atom.

Panjang gelombang dari lintasan partikel adalah:


Persamaan ini
disebut panjang
gelombang de
Broglie.

Inti gagasana de Broglie adalah bukan hanya elektron yang mengitari inti, melainkan
semua partikel yang bergerak dengan kecepatan tertentu akan disertai oleh
gelombang dengan panjang gelombang yang ditentukan oleh massa dan kecepatan
partikel yang bersangkutan.
Contoh Soal
Tentukan panjang gelombang de broglie benda-benda berikut.
a. Bola dengan massa 0,5 kg bergerak dengan kecepatan 20 ms-1.
b. Orang dengan massa 50 kg yang berlari dengan kecepatan 10 ms-1
c. Elektron yang bergerak dengan energi kinetik 1 eV.
Jawab:
6,63×10−34
a.  = (0,5)(20)
= 6,63 × 10−35 m

6,63×10−34
b.  = = 1,326 × 10−36 m
(0,5)(10)

c. Ek = 1 eV = 1,6 x 10-19 J.

𝑝= 2𝑚𝐸𝑘 = 2 9 × 10−30 1,6 × 10−19 = 1,687 × 10−25 kg.ms-1

ℎ 6,63×10−34
= = = 3,9 × 10−9m
𝑝 1,687×10−25

Latihan Soal
1. Sebutkan model atom menurut pandangan Bohr dan Rutherford.
2. Apa yang dimaksud dengan keadaan dasar, keadaan eksitasi, dan elektron tereksitasi.
3. Sebutkan kelemahan atom Rutherford.
B. Struktur Inti

1. Partikel Penyusun Inti


Pada 1932, James Chadwick (1891–1974)
melakukan eksperimen penembakan berillium
dan boron oleh partikel alfa.

Neutron merupakan partikel yang membangun inti.


Inti atom terdiri atas proton dan neutron.
Kedua partikel penyusun inti ini disebut neukleon. Proton bermuatan positif, sedangkan
neutron tidak bermuatan listrik. Secara keseluruhan, inti atom bermuatan listrik positif.
Jumlah proton yang terkandung dalam inti atom suatu unsur dinyatakan sebagai nomor
atom dan ditulis menggunakan lambang Z. Adapun jumlah nukleon dinyatakan sebagai
nomor massa atom dan ditulis menggunakan lambang A. Jika X menyatakan lambang
suatu unsur, penulisan lambang unsur lengkap dengan nomor atom dan nomor
massanya, yaitu
Nomor massa dengan notasi A suatu unsur adalah bilangan yang menyatakan
banyaknya proton dan neutron di dalam inti atom tersebut.
Nomor atom, dengan notasi Z dari suatu unsur adalah bilangan yang menyatakan
banyaknya proton dalam inti atom.

jumlah neutron (N) di dalam inti dapat


ditentukan, yakni N = A – Z

Unsur-unsur sejenis yang memiliki jumlah neutron berbeda, tetapi jumlah proton
sama disebut isotop.

Unsur-unsur dengan nomor massa sama, tetapi nomor-nomor atom berbeda


dinamakan isobar.

Kerjakan Tugas 10.1 di Buku Siswa


Aktif dan Kreatif Belajar Fisika 3
halaman 199.
2. Bentuk, Ukuran, dan Gaya Inti
Inti dapat berbentuk bola pejal, seperti pada atom-atom hidrogen (H), oksigen (O), kalsium
(Ca), nikel (Ni), stannum (Sn), dan plumbum atau timbel (Pb).
Pada umumnya bentuk inti bulat lonjong, seperti bola rugby.
Dengan anggapan inti berbentuk bola, secara matematis
ukuran jari-jari inti dirumuskan sebagai berikut.

Bersatunya proton dalam inti disebabkan adanya suatu gaya inti yang mengikat proton-
proton yang sama-sama bermuatan positif.
Pada inti atom bekerja tiga jenis gaya, yakni gaya inti, gaya Coulomb, dan gaya gravitasi.

Jika terlalu dekat, akan saling menolak dan jika


jauh, akan saling menarik. Itulah sifat gaya inti.
3. Massa Atom dan Energi Ikat

Lakukan Kegiatan 10.1 dengan benar.

Sebuah atom yang stabil atau netral selalu memiliki massa lebih kecil daripada jumlah
massa partikel pembentuk atom tersebut.
Atom deuterium ( 21𝐻) merupakan salah satu isotop atom hidrogen. Adapun massa
deuterium dibentuk dari massa atom hidrogen ( 11𝐻) ditambah massa neutron, yaitu

mhidrogen + mneutron = mdeuterium

Inti deuterium disebut deutron terdiri atas hidrogen ( 11𝐻) dan neutron ( 01𝑛 ).

Defek massa, yaitu perubahan massa menjadi energi ikat.


Defek massa pada pembentukan nuklida 𝐴𝑍𝑋 adalah sebagai berikut.

m = (Zmp + (A – Z)mn + Zme – m 𝐴𝑍𝑋 ) m = (Zmp + (A – Z)mn) – m 𝐴𝑍𝑋


Energi ikat inti merupakan karakteristik penting suatu inti yang menentukan
kestabilan inti tersebut. Energi ini merupakan pengikat nukleon-nukleon sehingga
nukleon-nukleon termampatkan dalam bentuk inti atom.

E = mc2

Massa 1 sma ekuivalen dengan energi 931,5


E = m  931,5 MeV
MeV. Dengan demikian, akan diperoleh:

Untuk inti 𝐴𝑍𝑋 ,energi ikat pada saat E = [Zmp + (A – Z)mn – m 𝐴𝑍𝑋 ] 931,5 MeV
pembentukan adalah sebagai berikut.

Energi ikat rata-rata per nukleon adalah

Kerjakan Tugas 10.2 dan Tugas 10.3


di Buku Siswa Aktif dan Kreatif
Belajar Fisika 3 halaman 201 dan 203.
Contoh Soal
Atom besi 56
26𝐹𝑒 memiliki massa 55,93949 sma. Tentukan energi ikat intinya.
Penyelesaian:
56Fe memiliki 26 proton dan 30 neutron.
26
m = [26 × mp + 30 × mn] – massa 56
26𝐹𝑒
= [26 × 1,00783 + 30 × 1,00866] sma – 55,93949 sma
= 0,52390 sma
E = m × 931,5 MeV = 0,52390 × 931,5 MeV = 488,02 MeV

Latihan Soal
1. Tentukan jumlah neutron yang terkandung dalam inti atom nitrogen 157𝑁.
2. Inti atom terdiri atas nukleon-nukleon. Mengapa nukleon yang sama-sama
bermuatan positif dapat bergabung sebagai pembentuk inti atom?
3. Tuliskan minimal dua atom yang termasuk isotop dan isobar.

Kerjakan Uji Kompetensi 10.1 di Buku


Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Fisika
3 halaman 203.
C. Reaksi Inti dan Energi Nuklir

1. Reaksi Inti
Reaksi inti adalah interaksi antara partikel penembak (proyektil) yang terdiri atas partikel
elementer, seperti foton, neutrino, dan inti multinukleon dengan suatu inti target.
Orang yang kali pertama melihat reaksi inti adalah Ernest Rutherford. Pada 1919, ia
membombardir inti atom nitrogen ( 147𝑁) dengan sinar  . Reaksi tersebut
menghasilkan isotop oksigen 178𝑂.
Pada reaksi inti berlaku hukum kekekalan nomor
massa dan hukum kekekalan nomor atom.
Pada 1937, James Chadwick melakukan suatu percobaan dan mendapatkan partikel
yang baru kali pertama diketahui dan disebut neutron.
Dalam percobaannya, Chadwick menembakkan partikel alfa pada keping berillium
sehingga menghasilkan neutron dan inti karbon 12.

Pada persamaan reaksi ini juga berlaku hukum


kekekalan nomor massa dan nomor atom.
Pada 1932, Cockroft dan Walton menyatakan bahwa proton yang dipercepat
melalui medan listrik dengan beda potensial 150 kV dapat membelah inti litium
sehingga dihasilkan dua inti helium.
Peristiwa tersebut dapat ditulis dengan
persamaan reaksi sebagai berikut.
Pada reaksi tersebut, berlaku juga hukum
kekekalan nomor massa dan nomor atom.
Pada reaksi inti, berlaku prinsip Kesetaraan Massa-Energi berdasarkan persamaan

1
seperti yang dinyatakan Einstein, yakni E = mc2.

a. Reaksi Fisi
Inti uranium yang ditembak akan menghasilkan
reaksi fisi, dan inti uranium tersebut membelah
menjadi inti barium, kripton, dan 3 buah neutron.
Proses tersebut sebagai proses fisi, yang artinya
pembelahan. Persamaan reaksi pembelahan inti
uranium tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.

Reaksi tersebut dinamakan


reaksi fisi termal (thermal
fision).
92
Adapun uranium 235 𝑈 dapat membelah jika ditembaki neutron cepat yang
berenergi sekitar 1,4 MeV. Reaksi fisi semacam ini disebut fisi cepat (fast
fission).
Pembelahan inti tersebut akan berlangsung
terus-menerus sampai uraniumnya habis.
Peristiwa ini disebut reaksi fisi berantai.
Pembelahan inti yang terus-menerus itu
berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
sehingga jika tidak terkontrol dapat
menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat,
Reaksi fisi berantai misalnya pada bom atom.

b. Reaksi Fusi
Inti ringan dengan nomor massa kurang dari delapan dapat bergabung membentuk
inti yang lebih berat jika memiliki energi yang cukup besar untuk menembus potensial
gaya Coulomb.
Proses ini hanya dapat terjadi pada temperatur
yang sangat tinggi dan disebut reaksi
termonuklir.
Reaksi penggabungan inti tersebut dinamakan
reaksi fusi.
Contoh reaksi fusi adalah reaksi inti yang terjadi di Matahari dan bintang.
Reaksi yang terjadi di Matahari dapat dituliskan sebagai berikut.

a. Pada tahap awal reaksi, proton bergabung dengan proton membentuk deuterium 21𝐻.
1
+ 11𝐻  21𝐻 + 01 + 0,4 MeV
1𝐻
b. Deuterium bergabung dengan proton membentuk inti tritium 32𝐻𝑒.
1
1𝐻 + 21𝐻 31𝐻 +  + 5,5 MeV
c. Inti 3He2 bereaksi menghasilkan inti 4He2.
3
2𝐻𝑒 + 32𝐻𝑒  42𝐻𝑒 + 11𝐻 + 11𝐻 +  + 13,0 MeV
Salah satu pendekatan untuk mengendalikan energi fusi yang dilepaskan adalah dengan
memerangkap plasma reaktif di dalam medan magnetik yang kuat.

Alat pengendali reaksi fusi


rancangan Rusia.
D. Radioaktivitas

1. Penemuan Sinar Radioaktif


Pada 1896, Henry Becquerel (1852–1908) seorang ahli Fisika Prancis mengamati senyawa
uranium yang terdapat pada pelat potret.
Becquerel menyimpulkan bahwa senyawa-senyawa uranium dapat menghasilkan sinar
yang memiliki sifat hampir sama dengan sifat sinar-X, yakni memiliki daya tembus besar
dan dapat menghitamkan pelat potret atau film. Sinar yang dipancarkan senyawa
uranium ini disebut sinar Becquerel.
Tahun 1898, suami istri Piere Curie (1859-1906) dari Prancis dan Marie Curie (1867–1934)
dari Polandia berhasil membuktikan bahwa sinar Becquerel berasal dari atom uranium,
bukan senyawanya.
Mereka juga menemukan bahwa polonium dan radium juga menghasilkan sinar
Becquerel dengan intensitas yang lebih kuat.

Para ahli memutuskan bahwa unsur yang memancarkan radiasi dari dirinya sendiri
disebut unsur radioaktif. Adapun sinar atau partikel yang dipancarkan oleh unsur
radioaktif disebut sinar radioaktif.
2. Sinar-Sinar Radioaktif
Pada penelitian berikutnya pada 1899, Henry Becquerel
mengamati bahwa salah satu sinar yang dipancarkan oleh unsur
radioaktif dapat dibelokkan oleh medan magnetik yang arahnya
sama dengan arah pembelokan sinar katode.
Dari hasil pengukuran, diperoleh partikel negatif ini sama
dengan elektron yang kemudian disebut sinar beta ().

Unsur radioaktif juga dapat memancarkan partikel yang bermuatan positif. Partikel ini
dibelokkan berlawanan arah dengan arah pembelokan sinar beta di dalam medan
magnetik. Partikel ini memiliki daya tembus yang lebih kecil daripada daya tembus sinar
beta. Partikel ini mampu menembus lempengan aluminium yang memiliki ketebalan kurang
dari 0,1 mm. Partikel tersebut adalah partikel .
Unsur radioaktif alam juga memancarkan sinar yang tidak dibelokkan oleh medan
magnetik. Sinar ini tidak bermuatan listrik, memiliki frekuensi lebih besar daripada
frekuensi sinar-X, dan memiliki daya tembus yang sangat kuat. Rutherford menyebutnya
dengan nama sinar gamma ().

Kerjakan Tugas 10.4 di Buku Siswa Aktif


dan Kreatif Belajar Fisika 3 halaman 206.
3. Stabilitas Inti

Inti atom yang dapat memancarkan partikel-partikel atau sinar radioaktif adalah inti
yang tidak stabil.

Grafik ini disebut pita kestabilan inti.

Inti yang tidak stabil memiliki nilai perbandingan neutron


𝑁
dan proton 𝑍 diluar nilai yang ditunjukkan oleh pita
kesetabilan inti, yakni di atas pita kestabilan, di bawah pita
kesetabilan, dan yang memiliki nomor atom lebih besar dari
pada 83 (Z > 83).

a. Inti di Atas Pita Kestabilan


𝑁
Unsur-unsur yang terletak di atas pita kestabilan memiliki harga 𝑍 besar sehingga unsur
tersebut berusaha untuk mengurangi jumlah neutronnya.
Hal ini dapat dilakukan dengan
cara pemancaran sinar  .
b. Inti di Bawah Pita Kestabilan
𝑁
Unsur-unsur yang terletak di bawah pita kestabilan memiliki harga kecil
𝑍
sehingga unsur ini berusaha mengurangi jumlah protonnya.
Pengurangan jumlah proton dilakukan dengan cara pemancaran positron ( 01 ).

4. Peluruhan Unsur Radioaktif


a. Pemancaran Sinar 

A
Pada proses pemancaran sinar a inti induk memancarkan sebuah partikel  ( 24He)
sehingga menghasilkan inti anak dengan nomor massa yang berkurang 4 dan nomor
atom yang berkurang 2, yaitu [ 𝐴−4
𝑧−2Y].

Dengan demikian, inti anak akan menduduki tempat dua nomor di sebelah kiri inti
induk dalam sistem periodik unsur. Sebagai contoh,

Kerjakan Tugas 10.5 di Buku


2400 th
(waktu paruh) Siswa Aktif dan Kreatif Belajar
Fisika 3 halaman 209.
b. Pemancaran Sinar  (0-1 )
Peluruhan yang menghasilkan positron ( 01) akan diikuti oleh neutrino ( ), tetapi
pada peluruhan sinar beta ( −10) akan diikuti oleh anti neutrino (ഥ
), yakni anti artikel
neutrino.
Pada peristiwa pemancaran sinar beta, salah satu neutron dalam inti induk mengalami
transformasi menjadi proton melalui pemancaran elektron (-1) dan anti neutrino (ഥ
).
Jika suatu inti memiliki kelebihan neutron dibandingkan dengan inti yang lebih stabil,
kestabilan akan dicapai melalui perubahan neutron menjadi proton. Proses ini disebut
pemancaran negatif atau pemancaran beta.

Pada pemancaran sinar  , inti induk mengalami kenaikan nomor atom. Dengan
demikian, inti anak yang terbentuk akan berada satu tempat di sebelah kanan inti
induk pada sistem periodik unsur.

Peluruhan beta terjadi pada kebanyakan inti radioaktif alami, inti radioaktif buatan,
maupun inti hasil reaksi fisi.
c. Pemancaran Sinar 
Sinar gamma () merupakan foton yang memiliki energi sangat tinggi.
Sinar  tidak memiliki massa maupun muatan. Oleh karena itu, unsur yang
memancarkan sinar  tidak mengalami perubahan nomor atom maupun
nomor massa.

5. Deret Radioaktif
Setiap deret terdiri atas urutan produk inti anak yang semuanya dapat diturunkan dari

A
inti induk tunggal.
Pada kenyataannya, hanya terdapat empat deret radioaktif yang dapat dijelaskan dari
peluruhan beta () dan peluruhan alfa () yang mereduksi nomor massa sebuah inti
sebesar 4. Adapun keempat deret radioaktif, yaitu sebagai berikut.
a. Deret Thorium: A = 4n
b. Deret Neptunium: A = 4n + 1m Deret peluruhan thorium (A = 4n):
c. Deret Uranium: A = 4n + 2
d. Deret Aktinum: A = 4n + 3
6. Waktu Paruh dan Aktivitas Unsur Radioaktif

Jika N adalah jumlah zat radioaktif pada saat t, jumlah


zat yang meluruh per satuan waktu dapat dinyatakan
oleh persamaan diferensial berikut.
Peluruhan inti radioaktif.
Interval waktu antara jumlah unsur aktif partikel semula
(N0) dan setengah jumlah unsur aktif partikel semula
1
𝑁 adalah 𝑇1 yang disebut pula dengan waktu paruh.
2 0 2

untuk menghitung jumlah unsur yang masih


tersisa (Nt) setelah unsur meluruh selama
waktu t, dapat digunakan persamaan berikut.

Kerjakan Tugas 10.6 di Buku Siswa Aktif dan


Kreatif Belajar Fisika 3 halaman 211.
Berkurangnya massa unsur radioaktif menjadi unsur lain yang stabil selama proses
peluruhan sebanding dengan turunnya aktivitas dan jumlah atom unsur tersebut.
Penurunan aktivitas unsur tersebut
A = A0e–t
dirumuskan sebagai berikut.
Aktivitas suatu unsur radioaktif akan menjadi
sebagai berikut.

7. Serapan Sinar Radioaktif


Untuk menjaga pekerja radiasi dari pancaran radiasi yang dihahilkan oleh unsur-
unsur radioaktif, diperlukan bahan penahan radiasi atau perisai radiasi.
Bahan ini berfungsi untuk menyerap atau melemahkan radiasi.
Jika seberkas sinar radioaktif dilewatkan pada sebuah keping
dengan ketebalan x, intensitas sinar radioaktif tersebut akan
mengalami pelemahan yang memenuhi persamaan

I = I0e–μx
Contoh Soal

Unsur radioaktif X memiliki waktu paruh 3 tahun. Jika massa X mula-mula 400 g, tentukan
harga konstanta peluruhan unsur X.
Jawab:
Diketahui: 𝑇1 = 3 tahun; t = 9 tahun; N0 = 400 gram.
2
0,693 0,693 0,693
𝑇1 = →= = = 0,321 tahun
2  𝑇1 3
2

Latihan Soal

1. Sebutkan ciri-ciri sinar alfa.


2. Jika suatu unsur radioaktif mempunyai waktu paruh T sekon, maka bagian
unsur tersebut yang tinggal sesudah 4T sekon adalah ….
3. Setelah waktu 60 hari, zat radioaktif yang belum berdisintegrasi masih 1/8
bagian dari jumlah asalnya. Waktu paruh zat radioaktif tersebut adalah …
E. Teknologi Nuklir

1. Reaktor Nuklir
Reaktor nuklir adalah tempat terjadinya reaksi pembelahan inti (nuklir) atau dikenal
dengan reaksi fisi berantai yang terkendali.
Berdasarkan fungsinya, reaktor nuklir dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
a. Reaktor penelitian(Riset).
b. Reaktor daya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

a. Reaktor Penelitian
Reaktor penelitian dirancang untuk
menghasilkan neutron dan digunakan untuk
berbagai eksperimen Fisika reaktor,
menghasilkan radioisotop; untuk penelitian
dalam berbagai bidang, terutama fisika, kimia,
dan biologi; untuk menguji dan mengadakan
evaluasi terhadap berbagai komponen nuklir
yang dirancang untuk suatu reaktor daya; serta
untuk pendidikan dan pelatihan seperti
reaktor TRIGA Mark II Bandung, reaktor Kartini
Yogyakarta, dan reaktor RSG (Reaktor Serba
Guna) di Serpong.
b. Reaktor Daya
Tujuan utama reaktor daya adalah membangkitkan energi listrik.
Di samping itu, uap air panas yang dihasilkan sering pula digunakan dalam perindustrian
sebagai kalor proses (process heat) untuk pemanasan gedung dan menawarkan air laut
(desalinasi).
Berdasarkan jenis pendinginnya, terdapat atas empat jenis reaktor, yaitu
sebagai berikut.
1) Reaktor dengan pendingin gas.
2) Reaktor pendingin air ringan (H2O) yang terdiri atas:
a) Reaktor air tekan (PWR)
PWR = Pressurized Water Reactor.
b) Reaktor air didih (BWR)
BWR = Boiling Water Reactor.
3) Reaktor pendingin air berat (D2O).
PHWR = Pressurized Heavy Water
Reactor.
4) Reaktor pendingin logam cair (Na).
LMFBR = Liquid Metal Fast Breeder
Reactor.
Untuk menghitung laju fisi agar dihasilkan
suatu daya tertentu dapat digunakan
persamaan berikut ini.
Energi yang dihasilkan = N energi tiap kali fisi.
Adapun N dapat diperoleh dari persamaan berikut.

2. Bom Nuklir
a. Bom Fisi
Ledakan nuklir terjadi karena pembebasan energi yang sangat besar dan sesaat oleh
pembelahan inti atom.
Bahan bakar Plutonium, sebagaimana Uranium, dapat dimanfaatkan sebagai bahan
bakar reaktor fisi nuklir atau dapat digunakan sebagai materi utama pembuatan bom
fisi nuklir.
Bom fisi memiliki prinsip yang sama dengan pembangkitan energi. Sebuah atom,
misalnya Uranium ataupun Plutonium, dapat membelah (fisi) karena berlangsungnya
reaksi nuklir akan berubah menjadi atom-atom lain yang bersifat radioaktif,
ditambah dengan 2 sampai 3 buah neutron dan pelepasan sejumlah energi.

Massa kritis adalah suatu massa


di mana ledakan dapat terjadi. a. Massa tidak kritis
b. Massa kritis
b. Bom Fusi

Bom nuklir terhebat adalah bom yang bahan bakarnya mudah didapat, yakni Uranium U-238.
Bahan bakar ini hanya dapat diledakkan dengan neutron cepat yang dapat dihasilkan oleh
bom termo fusi.
Skema tiga tingkat bom fisi-fusi-fisi
dengan bahan bakar uranium alam

Teknologi nuklir digunakan untuk kerugian


maupun sebaliknya. Tuhan menganugerahi
manusia akal dan nurani sehingga manusia
bisa memilih mana yang baik dan mana
yang buruk.
3. Radioisotop

a. Pembuatan Radioisotop
Untuk memproduksi radioisotop dalam jumlah banyak, cara yang umum digunakan,
antara lain menggunakan reaksi inti dengan neutron.
Ketika reaktor dioperasikan maka neutron dari fisi digunakan untuk meradiasi bahan
isotop. Unsur-unsur bahan baku isotop yang bereaksi dengan neutron akan menjadi
aktif. Unsur-unsur yang aktif inilah yang disebut dengan nama radioisotop.
Contoh-contoh radioisotop buatan BATAN, yakni 24Na, 32P, 51Cr, 99Tc, dan 131I.

b. Penggunaan Radioisotop
1) Bidang Kedokteran
Dalam bidang kedokteran radioisotop dapat digunakan
untuk diagnosis kanker, diagnosis fungsi kerja jantung,
pengendalian hormon gondok.

2) Bidang Industri
Dalam bidang industri, radioisotop digunakan untuk
memenuhi material dan pengolahan bahan mentah
menjadi kurang jadi seperti vulkanisme lateks alam,
pembuatan kayu plastik, dan pelapisan permukaan kayu.
F. Proteksi Radiasi
Proteksi Radiasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi pengaruh radiasi
yang merusak akibat paparan radiasi. Adapun untuk menjaga pekerja radiasi dari
pancaran radiasi yang dihasilkan oleh unsur-unsur radioaktif, diperlukan bahan
penahan radiasi atau perisai radiasi. Jumlah penahan radiasi yang diperlukan
bergantung pada jenis aktivitas dan laju dosis.
1. Penahan Radiasi untuk partikel alfa
Partikel Alfa ditemukan oleh Antoine Henri Bacquerel . Terdiri atas dua proton dan dua
neutron. Massanya besar sehingga hanya bisa merambat pendek, yaitu sekitar 5 cm di
udara. Partikel alfa adalah sangat mudah diserap, untuk menahannya cukup dengan
menggunakan sehelai kertas tipis.
2. Penahan Radiasi untuk partikel beta
Partikel Beta ditemukan oleh Ernest Rutherford. Terdiri atas elektronelektron
berkecepatan tinggi. Dapat merambat jauh di udara dan melalui materi padat yang
ketebalannya beberapa millimetre. Untuk menahan pertikel beta dapat digunakan
bahan dengan alumunium yang mempunyai ketebalan beberapa mm, bergantung dari
energi sinar beta, yang mempunyai jangkauan energi antara 1-10 MeV
3. Penahan Radiasi untuk radiasi gamma
Sinar Gama ditemukan oleh Marie dan Pierre Curie. Sinar gamma ini mirip dengan
sinar X tetapi sinar gama mempunyai panjang gelombangnya lebih pendek. Sinar-sinar
ini yang merupakan radiasi elektromagnetik, gelombang pendek merambat dengan
kecepatan cahaya. Memiliki kemampuan menembus materi lebih dari partikel alfa
maupun beta bahkan mampu menembus timah setebal 18 cm.
1. Proteksi Radiasi Eksternal
Prinsip proteksi radiasi untuk pengendalian paparan radiasi eksternal perlu
memperhatikan tiga faktor, yaitu waktu, jarak dan penahan radiasi (perisai radiasi)
Selain ketiga faktor di atas harus diperhatikan juga pengelolaan zat radioaktif, misalnya
dengan memindahkan sumber-sumber yang tidak digunakan. Kombinasi dari keempat
hal tersebut diatas sangat efektif untuk perlindungan terhadap paparan radiasi
eksternal.
a. Jarak (Memperpanjang Jarak dari Sumber Radiasi)
Laju dosis, dosis persatuan waktu menurun dengan bertambahnya jarak terhadap
sumber radiasi, dan absorpsi udara antara sumber dan titik tersebut dipengaruhi
oleh ukuran dan dimensi sumber. Teknik ini sesuai untuk sumber radioaktif dengan
level rendah. Sinar β berbahaya bagi kulit dan jangkauan sinar β di udara bergantung
pada energi. Pengurangan laju paparan sinar sangat efektif dilakukan dengan
memperbesar jarak.
b. Penggunaan Perisai Radiasi
Radiasi gama dan sinar-X teratenuasi secara eksponensial pada saat melalui
bahan. Jika intensitas radiasi tinggi sedang ruang untuk penanganan sumber sempit
maka penggunaan perisai merupakan pilihan untuk mengurangi intensitas radiasi.
Bahan dan metode yang digunakan untuk perisai radiasi berbeda bergantung pada
jenis dan energi radiasinya.
c. Minimalkan Waktu Paparan
Paparan radiasi eksternal dinyatakan sebagai perkalian dari laju dosis dengan
lamanya waktu kerja. Kendali waktu kerja untuk meminimalisasi paparan adalah
ukuran dari proteksi radiasi. Bila suatu kerja direncanakan pada tempat dengan
medan radiasi tinggi, maka pembatasan waktu kerja dan penggunaan dosimeter
beralarm akan sangat diperlukan. Dengan demikian, bekerja di medan radiasi
tinggi harus dengan perencanaan awal.
2. Proteksi Radiasi Internal
Dalam pencegahan paparan radiasi internal, atau yang dapat masuk ke dalam
tubuh, baik melalui pernapasan, mulut ataupun kulit, maka dapat tindakan
pencegahan diperlukan, di antaranya
a. Gunakan masker untuk mencegah masuknya debu radioaktif di udara.
b. Gunakan sarung tangan karet untuk mencegah kontaminasi.
c. Gunakan perlengkapan keselamatan kerja, seperti jas lab, tutup kepala, sarung
tangan, dan sepatu lab untuk mengurangi bagian tubuh yang terpapari.
d. Survey permukaan tempat kerja sebelum dan setelah selesai bekerja untuk
melihat kemungkinan adanya kontaminasi.
Latihan Soal

1. Sebutkan fungsi dari reaktor nuklir.


2. Apa kegunaan dari reaktor penelitian? Jelaskan.
3. Tuliskan perbedaan dari bom fusi dan bom fisi.

Kerjakan Uji Kompetensi 10.2 di Buku


Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Fisika 3
halaman 219.

Kerjakan Tugas Projek di Buku Siswa


Aktif dan Kreatif Belajar Fisika 3
halaman 219.
Kesimpulan

Untuk mengetahui
lebih banyak tentang
Inti Atom dan
Radioaktivitas, buka
website berikut.
Kuis
1. Pada model atom Bohr untuk gas hidrogen, perbandingan periode elektron
yang mengelilingi inti pada orbit n = 1 dan pada orbit n = 2 adalah ….
2. Jika pada model atom Bohr elektron berpindah lintasan dari orbit kedua ke
orbit pertama, perubahan momentum sudutnya adalah ….
3. Diketahui massa proton, neutron, dan tritium masing-masing 1,00783 sma,
1,00866 sma, dan 3,015 sma. Berapa MeV energi yang terkandung pada
tritium (3H1)?
4. Tentukan tetapan peluruhan suatu zat yang mempunyai waktu paruh 1,5 x 102
tahun?
5. Aktivitas awal suatu unsur radioaktif adalah 10 Bq. Jika diketahui waktu
paruhnya adalah 1 minggu, tentukan keaktivannya setelah 1 bulan dan tetapan
peluruhan unsur tersebut.

Kerjakan Uji Kompetensi Bab 10


di Buku Siswa Aktif dan Kreatif
Belajar Fisika 3 halaman 220.
“Lihat alam lebih dalam, dan Anda akan
memahami segalanya lebih baik.”
Albert Einstein
Referensi

Sumber gambar:
www.tempo.co
www.kebumen2013.com
www.chemistry.tutorcircle.com
www.education.jlab.org
www.media-3.web.britannica.com
www.upload.wikimedia.org
www.ilmukimia.org
www.kimtek.brinkster.net
www.image.slidesharecdn.com
www.sumberdayaenergi.com
www.cdn.klimg.com
www.agustin-myblog.com
Sumber video:
www.youtube.com
Created By:
Yulistya Pratiwi
Rani Apriyani Sujadi