You are on page 1of 19

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN TRAUMA THORAX

Tugas MK. Keperawatan Gawat Darurat Kelompok 2 : - Ratu Tanti Darmiasih - Muslim - Dinar Marlena - Alik Wahyudi - Eha Julaeha

Pengertian
TRAUMA DADA/THORAX adalah ABNORMALITAS RANGKA DADA YANG DISEBABKAN OLEH BENTURAN PADA DINDING DADA YANG MENGENAI TULANG RANGKA DADA, PLEURA PARUPARU, DIAFRAGMA ATAUPUN ISI MEDIASTINAL BAIK OLEH BENDA TAJAM MAUPUN TUMPUL YANG DAPAT MENYEBABKAN GANGGUAN SYSTEM PERNAFASAN.

Anatomi Fisiologi
Kerangka dada yang terdiri dari tulang dan tulang rawan, dibatasi oleh : Depan : Sternum dan tulang iga. Belakang: 12 ruas tulang belakang (diskus intervertebralis). Samping: 10 pasang Iga-iga & 2 pasang iga yg melayang beserta otot-otot intercostal. Bawah : Diafragma Atas : Dasar leher.

Isi Thoraks :
Sebelah kanan dan kiri rongga toraks terisi penuh oleh paru-paru beserta pembungkus pleuranya. Mediatinum : ruang di dalam rongga dada antara kedua paru-paru. Isinya meliputi jantung dan pembuluh-pembuluh darah besar, oesophagus, aorta desendens, duktus torasika dan vena kava superior, saraf vagus dan frenikus serta sejumlah besar kelenjar limfe (Pearce, E.C., 1995).

ETIOLOGI :
TRAUMA DADA/THORAK DAPAT DISEBABKAN OLEH : Tension pneumothorak adalah trauma dada pada selang dada, penggunaan therapy ventilasi mekanik yang berlebihan, penggunaan balutan tekan pada luka dada tanpa pelonggaran balutan. Pneumothorak tertutup adalah tusukan pada paru oleh patahan tulang iga, ruptur oleh vesikel flaksid yang seterjadi sebagai sequele dari PPOM serta Tusukan paru dengan prosedur invasif. Kontusio paru-cedera tumpul dada akibat kecelakaan kendaraan atau tertimpa benda berat. Pneumothorak terbuka akibat kekerasan (tikaman atau luka tembak) Fraktu tulang iga Tindakan medis (operasi) Pukulan daerah torak.

PATOFISIOLOGI:
Trauma Thorax Mengenai rongga toraks sampai rongga pleura, udara bisa masuk (pneumothorax) Terjadi robekan Pemb. Darah intercostal, pemb.darah jaringan paru-paru.

Karena tekanan negative intrapleura Maka udara luar akan terhisap masuk ke rongga pleura (sucking wound)

Terjadi perdarahan : (perdarahan jaringan intersititium, perarahan intraalveolar diikuti kolaps kapiler kecil-kecil dan atelektasi) tahanan perifer pembuluh paru naik (aliran darah turun)

- Open penumothorax - Close pneumotoraks - Tension pneumotoraks Tek. Pleura meningkat terus

= ringan kurang 300 cc di punksi = sedang 300 - 800 cc dpasang drain = berat lebih 800 cc torakotomi Tek. Pleura meningkat terus mendesak paru-paru (kompresi dan dekompresi) pertukaran gas berkurang

- sesak napas yang progresif = sesak napas yang progresif (sukar bernapas/bernapas berat) = nyeri bernapas / pernafsan asimetris/adanya jejas atau trauma - nyeri bernapas = pekak dengan batas jelas/tak jelas. - bising napas berkurang/hilang = bising napas tak terdengar - bunyi napas sonor/hipersonor = nadi cepat/lemah - poto toraks gambaran udara lebih anemis / pucat dari rongga torak = poto toraks 15 - 35 % tertutup bayangan

WSD/Bullow Drainage

terdapat luka pada WSD - Kerusakan integritas kulit nyeri pada luka bila untuk - Resiko terhadap infeksi bergerak. - Perubahan kenyamanan : Nyeri perawatan WSD harus di - Ketidak efektifan pola pernapasan perhatikan. - Gangguan mobilitas fisik Inefektif bersihan jalan napas - Potensial Kolaboratif : Atelektasis dan Pergeseran mediatinum

TANDA & GEJALA:


Nyeri pada tempat trauma, bertambah pada saat inspirasi. Pembengkakan lokal dan krepitasi yang sangat palpasi. Pasien menahan dadanya dan bernafas pendek. Dyspnea, takipnea Takikardi Tekanan darah menurun Gelisah dan agitasi Kemungkinan cyanosis. Batuk mengeluarkan sputum bercak darah. Hypertympani pada perkusi di atas daerah yang sakit.

Penatalaksanaan Medis
1. Konservatif ( Pemberian analgetik, Pemasangan plak/plester, Jika perlu antibiotika, Fisiotherapy) 2. Operatif/invasif Pamasangan Water Seal Drainage (WSD). Pemasangan alat bantu nafas. Pemasangan drain. Aspirasi (thoracosintesis). Operasi (bedah thoraxis) Tindakan untuk menstabilkan dada: Gunakan ventilasi mekanis dengan tekanan ekspirai akhir positif, didasarkan pada kriteria sebagai berikut: Pasang selang dada dihubungkan dengan WSD, bila tension Pneumothorak mengancam. Oksigen tambahan.

Komplikasi
Surgical Emfisema Subcutis Cedera Vaskuler Pneumothorak Pleura Effusion Plail Chest Hemopneumothorak

Pemeriksaan Penunjang :
Photo toraks (pengembangan paru-paru).

Laboratorium (Darah Lengkap dan Astrup).

PROSES KEPERAWATAN
Dasar Data Pengkajian Pasien 1) Kajian aktivitas dan latihan
a) b) c) d) a) b) c) d) e) Nyeri dada sampai abdomen Lemah Terpasang infus Sesak nafas ditandai dengan 24 x/menit Bising usus berkurang Mukosa mulut kering Kurang nafsu makan Kembung Haus

2) Kajian nutrisi metabolik

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nyeri berhubungan dengan adanya trauma. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan adanya nyeri. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan masukan. Resiko tinggi kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya masukan makanan dan cairan. Ansietas atau ketakutan berhubungan dengan penyakit yang dideritanya. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan ekpirasi paru.

INTERVENSI KEPERAWATAN 1
Beri posisi yang nyaman dan menyenangkan pasien Kaji adanya penyebab nyeri, seberapa kuatnya nyeri, minta pasien untuk menetapkan pada skala nyeri. Observasi tanda-tanda vital Anjurkan istirahat yang cukup Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian analgesik

INTERVENSI KEPERAWATAN 2
Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang tidak mampu dilakukan sendiri. Misalnya Mandi, berpakaian, merapikan diri. Kaji penyebab ketidakmampuan pasien dalam memenuhi perawatan diri Anjurkan pasien untuk untuk menggunakan teknik relaksasi

THE AND